Verstappen dan Lawson Kena Penalti Grid di Meksiko Usai Insiden Kontak di Latihan Bebas
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen dan Liam Lawson dijatuhi hukuman turun satu posisi di grid untuk GP Meksiko setelah bersenggolan di sesi latihan bebas kedua.
- Steward FIA menilai insiden itu sebagai perilaku tidak dapat diterima dan meningkatkan sanksi dari peringatan formal menjadi penalti grid.
- Keputusan ini menjadi sinyal tegas bagi pembalap bahwa kontak di sesi latihan tidak akan ditoleransi, terutama setelah ada peringatan sebelumnya.

Max Verstappen dan Liam Lawson harus menerima konsekuensi atas insiden kontak yang terjadi di sesi latihan bebas kedua Grand Prix Meksiko. Keduanya dijatuhi penalti turun satu posisi di grid untuk balapan Minggu, plus satu poin penalti pada superlicence masing-masing. Keputusan steward FIA keluar setelah pemeriksaan yang memakan waktu berjam-jam, menandai sikap tegas terhadap perilaku pembalap di sesi latihan.
Insiden bermula ketika Verstappen berusaha menyalip Lawson menuju Tikungan 12 di Autodromo Hermanos Rodriguez. Lawson, pembalap Racing Bulls, bertahan di garis balap sehingga keduanya melaju berdampingan memasuki area stadion Foro Sol. Verstappen yang berada di sisi luar Tikungan 13 merasa dipaksa keluar lintasan, lalu melintasi kerb di Tikungan 14. Kontak pun tak terhindarkan dan merusak bargeboard mobil Verstappen, yang harus ia kendarai sepanjang sisa sesi.
Seusai sesi, Verstappen melontarkan kritik pedas di media pen. Ia mengaku tidak memahami jalan pikiran Lawson dan menilai aksi pembalap muda itu sebagai langkah yang tidak cerdas mengingat posisinya di tim satelit Red Bull. โBagi saya, memancing masalah dengan saya adalah perilaku yang tidak bijak,โ ujarnya seperti dikutip Motorsport.com.
Namun, bos Racing Bulls Alan Permane menilai insiden itu sebagai badai dalam cangkir teh. Menurutnya, kejadian tersebut erat kaitannya dengan karakteristik sirkuit Meksiko yang menuntut pembalap menyelesaikan sektor terakhir dengan cepat agar suhu ban optimal untuk Tikungan 1. โKeduanya sedang berupaya mendapatkan kondisi ban terbaik. Jika harus dijelaskan dengan satu kata, insiden itu sama sekali tidak perlu,โ kata Permane.
Dalam dokumen resmi FIA, steward menyatakan bahwa kedua pembalap berperilaku tidak dapat diterima, terlebih karena sebelumnya telah ada peringatan dalam rapat manajer tim pada hari yang sama. Verstappen dan Lawson mengakui manuver mereka tidak perlu dan canggung. Steward pun memutuskan meningkatkan sanksi dari peringatan formal menjadi penalti posisi grid, konsisten dengan insiden serupa di sesi latihan bebas pada tahun-tahun sebelumnya.
โSaya yakin kedua pembalap sudah menyampaikan pendapatnya. Dalam suasana tenang, mereka akan menyadari bahwa keduanya bisa berbuat lebih baik,โ ujar Permane.
Keputusan ini menjadi pukulan bagi kedua tim Red Bull yang tengah bersaing ketat di klasemen konstruktor. Verstappen, yang sedang dalam perburuan gelar dunia kelima, harus memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan di sirkuit yang sulit untuk menyalip. Sementara Lawson, yang berjuang menunjukkan performa untuk masa depannya di Racing Bulls, juga mendapat noda pada rekornya.
Bagi Red Bull, insiden ini mengingatkan pada ketegangan internal yang pernah terjadi antara Verstappen dan pembalap satelit lainnya. Meski demikian, Permane menegaskan tidak ada niat saling memancing. โSaya rasa tidak ada yang mencari masalah. Ini hanya salah satu dari sekian banyak kejadian yang tidak perlu,โ tutupnya.
Dengan penalti ini, Verstappen dan Lawson dihadapkan pada tantangan tambahan di GP Meksiko. Akankah sanksi ini memengaruhi mental keduanya, atau justru menjadi motivasi untuk tampil lebih agresif namun terkendali? Yang jelas, steward FIA telah mengirim pesan bahwa batas antara agresivitas dan kecerobohan di sesi latihan kini semakin tipis.



