Nusa dan Rômulo Bawa Leipzig Hentikan Paceklik Tandang, Schalke Tak Berdaya
Baca dalam 60 detik
- RB Leipzig mengakhiri rentetan hasil buruk di kandang lawan dengan kemenangan 2-0 atas Schalke pada pekan ke-8 Bundesliga.
- Antonio Nusa membuka keunggulan lewat penalti, lalu Rômulo menutup laga dengan gol kedua usai jeda.
- Kiper Schalke, Loris Karius, tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting meski timnya harus menelan kekalahan.

RB Leipzig akhirnya meraih kemenangan tandang pertama mereka di Bundesliga musim ini setelah menundukkan Schalke 2-0 pada pertandingan pekan ke-8 di Veltins-Arena, Sabtu (19/10/2024). Dua gol Leipzig dicetak oleh Antonio Nusa melalui titik penalti pada menit ke-37 dan Rômulo pada menit ke-78, memanfaatkan umpan Nusa.
Kemenangan ini menjadi oase bagi Leipzig yang sebelumnya kesulitan mencuri poin saat bermain di kandang lawan. Pelatih Martín Demichelis melakukan rotasi besar-besaran dengan lima perubahan dari starting eleven, termasuk mengembalikan Maarten Vandevoordt di bawah mistar, serta memasukkan Benjamin Henrichs, Neil El Aynaoui, Brajan Gruda, dan top skor Antonio Nusa. Christopher Nkunku yang baru pulih dari cedera harus puas memulai dari bangku cadangan.
Sementara itu, tuan rumah Schalke yang dilatih Miron Muslić melakukan tiga perubahan setelah kekalahan di DFB Cup melawan Dynamo Dresden. Junior Adamu, Timo Becker, dan Kenan Karaman masuk sejak menit awal. Schalke untuk pertama kalinya musim ini bermain dengan formasi empat bek, namun tetap kewalahan menghadapi agresivitas Leipzig.
Sejak awal pertandingan, Leipzig langsung menekan pertahanan Schalke. Namun, kiper Loris Karius tampil luar biasa dengan menggagalkan dua peluang emas Nusa di seperempat jam pertama. Schalke yang bermain disiplin sempat menahan gempuran hingga akhirnya pertahanan mereka jebol pada menit ke-37. Rômulo merebut bola dari Satoshi Tanaka di dalam kotak penalti dan dijatuhkan, wasit pun menunjuk titik putih. Nusa yang maju sebagai eksekutor melepaskan tembakan keras berkecepatan 109 km/jam yang tak mampu dihentikan Karius. Leipzig sempat mencetak gol kedua melalui Rômulo menjelang babak pertama usai, tetapi wasit menganulirnya setelah tinjauan VAR karena bola dianggap keluar lapangan sebelum umpan David Raum.
Di babak kedua, Karius kembali menjadi tembok bagi Leipzig. Ia menepis peluang Ezechiel Banzuzi dan dua kali menggagalkan Nusa. Schalke bukannya tanpa peluang, beberapa sepak pojok Adil Aouchiche sempat menciptakan bahaya, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal menyamakan kedudukan. Leipzig akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-78 melalui kerja sama apik. Tidiam Gomis mengumpan kepada Nusa, yang kemudian menyodorkan bola kepada Rômulo. Pemain pengganti itu dengan tenang menempatkan bola ke sudut jauh gawang Karius. Gol tersebut hampir memastikan kemenangan Leipzig.
Karius tetap tampil gemilang hingga peluit akhir, menggagalkan peluang Johan Bakayoko dan Gomis. Meski harus menghadapi sepuluh tembakan tepat sasaran, kiper asal Jerman itu setidaknya melakukan penyelamatan penting yang membuat Schalke tetap dalam jarak. Atas performanya, Karius dinobatkan sebagai Player of the Match dengan perolehan 46 persen suara.
"Kami tahu Leipzig akan menekan sejak awal. Kami mencoba bertahan dengan disiplin, tetapi penalti mengubah jalannya pertandingan. Karius bermain luar biasa, tanpa dia mungkin skor bisa lebih buruk," ujar pelatih Schalke, Miron Muslić, dalam konferensi pers usai laga.
Bagi Leipzig, kemenangan ini tidak hanya mengakhiri paceklik tandang tetapi juga mempertegas posisi mereka di papan atas. Nusa yang terlibat dalam kedua gol menunjukkan kematangan sebagai pemain muda. Sementara itu, Schalke masih terpuruk di zona degradasi dan perlu segera bangkit jika ingin bertahan di Bundesliga.
Kedua tim akan kembali beraksi pada pekan ke-9. Leipzig akan menjamu Borussia Mönchengladbach di Red Bull Arena, sementara Schalke bertandang ke markas Werder Bremen. Mampukah Leipzig mempertahankan momentum, dan akankah Schalke menemukan formula untuk keluar dari keterpurukan? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi tekanan semakin besar bagi Muslić untuk segera memperbaiki performa timnya.



