Anggaran Ramah Pemilih, Burnham Didesak Gelar Pemilu Dini: Manuver atau Jebakan?
Baca dalam 60 detik
- Anggaran Inggris yang baru saja disahkan memuat sejumlah insentif jangka pendek, memicu spekulasi bahwa Perdana Menteri Andy Burnham akan menggelar pemilu lebih cepat dari jadwal.
- Partai oposisi dan sejumlah anggota parlemen dari Partai Buruh menilai langkah itu sebagai persiapan terselubung untuk pemungutan suara awal, meski Burnham berulang kali membantahnya.
- Situasi ekonomi yang suram dan janji reformasi besar yang belum terperinci menjadi pertimbangan berat bagi Burnham untuk memutuskan waktu pemilu.

Spekulasi mengenai pemilu dini di Inggris kembali mencuat setelah pengesahan anggaran yang dinilai sarat dengan kebijakan populis jangka pendek. Perdana Menteri Andy Burnham, yang masih memiliki waktu hampir tiga tahun sebelum batas akhir pemilu, terus dibombardir pertanyaan mengenai kemungkinan mempercepat pemungutan suara. Meski ia telah berulang kali menegaskan tidak akan menggelar pemilu dalam waktu dekat, dorongan dari dalam partainya sendiri dan oposisi semakin kuat.
Anggaran yang disahkan pada Rabu (12/3) memuat sejumlah kebijakan yang ramah bagi pemilih, seperti bantuan ยฃ100 untuk tagihan energi dan perpanjangan pemotongan PPN untuk listrik. Program Your First Home juga diperkenalkan untuk membantu generasi muda membeli rumah. Seorang mantan menteri Buruh menyebut langkah tersebut sebagai indikasi jelas bahwa pemerintah sedang mempersiapkan pemilu musim semi. "Mengapa Anda menyebar sedikit hadiah politik yang cerdas sekarang, tetapi menunda keputusan sulit dan tidak populer mengenai kesejahteraan dan pertahanan hingga tinjauan belanja musim gugur, jika bukan untuk menciptakan jendela bagi pemilu musim semi?" ujarnya, seperti dikutip BBC.
Kanselir John Healey, yang bertanggung jawab atas anggaran, membantah anggaran tersebut dirancang untuk pemilu. Namun, para kritikus menunjuk pada kenyataan bahwa beberapa kebijakan populis hanya berlaku hingga musim panas. Pemimpin Konservatif Kemi Badenoch mempertanyakan apakah hal itu sengaja dilakukan agar pemilu digelar sebelum kebijakan tersebut berakhir. Ia menduga Burnham berencana memanfaatkan popularitasnya saat ini dan keunggulan Partai Buruh dalam sebagian besar jajak pendapat. Sementara itu, Partai Liberal Demokrat mengklaim ada peluang 30% pemilu digelar pada 10 Desember dan telah bersiap menghadapi pemilu mendadak. Pemimpin Reform UK, Nigel Farage, memperkirakan pemilu bisa berlangsung pada Mei.
Meski demikian, prediksi pemilu dini lebih banyak datang dari anggota parlemen oposisi yang mungkin ingin memancing keresahan. Sejumlah anggota Partai Buruh mengaku yakin dan telah meminta staf mereka bersiap untuk pemilu pada paruh pertama tahun depan. Namun, ada sejumlah argumen kuat yang menentang percepatan pemilu. Pertama, Burnham telah berulang kali menolak opsi tersebut dalam wawancara. Pada Rabu, ia secara eksplisit menyatakan tidak akan ada pemilu dalam 12 bulan ke depan. Seorang politisi senior Konservatif menilai perubahan pendirian setelah penolakan tegas akan merusak citra Burnham.
Kedua, prospek ekonomi Inggris masih suram. Kantor Anggaran untuk Tanggung Jawab (OBR) memperkirakan pendapatan rumah tangga riil akan menurun dalam beberapa bulan mendatang, sementara suku bunga diprediksi naik. Ketidakpastian global, terutama di Timur Tengah, menambah risiko. Burnham juga berjanji akan merombak birokrasi Inggris dan menyusun rencana 10 tahun dalam beberapa pekan ke depan. Namun, tanpa rincian yang jelas, sebagian pihak meragukan apakah pemilih akan cukup memahami visi tersebut untuk memberikan penilaian.
Sejumlah anggota Partai Buruh menilai anggaran tersebut terlalu biasa untuk menjadi anggaran pemilu. "Ini mengecewakan, hanya bermain aman, menjaga semuanya tetap berjalan... remah-remah untuk semua," kata seorang anggota parlemen. "Tidak ada pemilu dini setelah anggaran itu. Kita akan kalah." Namun, ada pula yang berpendapat bahwa jika pemerintah perlu menaikkan pajak, lebih baik melakukannya sekarang dengan mayoritas besar daripada memulai kampanye pemilu hanya untuk menaikkan pajak. "Orang-orang bertindak seolah manifesto adalah dokumen hukum yang ditulis dengan darah. Banyak pemerintah telah melanggar banyak janji manifesto," ujarnya.
Burnham juga masih harus memenuhi janji merinci rencana perawatan sosial di Inggris dan menentukan seberapa jauh Inggris akan mendekat ke Uni Eropa. Semua ini menjadi pertimbangan kompleks bagi Kantor Perdana Menteri di Nomor 10. Partai Buruh mungkin melihat kembali ke Gordon Brown, yang tidak menggelar pemilu dini saat popularitasnya tinggi pada 2007, atau Theresa May yang memilih pemilu mendadak pada 2017 tetapi kehilangan mayoritas. Burnham mungkin tergoda, tetapi risikonya besar. Keputusan akhir ada di tangannya, dan waktu akan membuktikan apakah spekulasi ini menjadi kenyataan.



