Kinnock: Pemotongan Bahan Bakar Musim Dingin Picu Kebencian Aktif pada Partai Buruh di Wales
Baca dalam 60 detik
- Mantan pemimpin Partai Buruh Neil Kinnock menyalahkan kebijakan kesejahteraan pemerintah Inggris sebagai pemicu kemarahan pemilih Wales.
- Kekalahan telak Buruh di Pemilu Senedd Mei lalu disebut sebagai akibat akumulasi kekecewaan yang berubah menjadi permusuhan terbuka.
- Kinnock juga menyoroti rencana desentralisasi sistem peradilan ke Wales yang dinilainya belum memiliki jaminan efisiensi.

Mantan Ketua Partai Buruh Neil Kinnock mengungkapkan bahwa kebijakan kesejahteraan yang diterapkan pemerintah Inggris telah mengubah kekecewaan publik Wales menjadi antipati yang membara terhadap partainya. Pernyataan itu muncul menjelang pemilihan parlemen Wales (Senedd) pada Mei mendatang, di mana Partai Buruh menghadapi ujian berat setelah 27 tahun berkuasa di Cardiff.
Dalam wawancara khusus yang ditayangkan kanal YouTube Newyddion S4C, Kinnock menilai bahwa keputusan pemerintah Inggris—terutama terkait pemotongan tunjangan bahan bakar musim dingin dan pembatasan sistem kesejahteraan—telah memicu reaksi keras dari warga Wales. Ia menyebut bahwa rasa terasing yang sebelumnya hanya berupa kebosanan atau ketidaksukaan biasa, kini berubah menjadi permusuhan aktif.
“Yang mengubahnya menjadi kebencian aktif adalah hal-hal seperti pencabutan tunjangan bahan bakar musim dingin, ancaman terhadap sistem kesejahteraan, dan keterlambatan mencabut batasan tunjangan dua anak,” ujar Kinnock seperti dikutip dalam wawancara tersebut.
Kekalahan Buruh di Wales pada Mei lalu menjadi pukulan telak. Partai yang telah lama mendominasi politik Wales itu hanya mengantongi sembilan kursi di parlemen Wales, sebuah penurunan drastis yang oleh Kinnock disebut sebagai “gempa politik.” Ia menambahkan bahwa mengelola pemerintahan di kedua ujung jalan tol M4—yang menghubungkan London dan Wales Selatan—menjadi tantangan tersendiri bagi partainya.
“Jika ada oposisi atau kebencian terhadap pemerintah di salah satu ujung M4, pihak lain juga akan menanggung akibatnya,” kata Kinnock, ayah dari Menteri Wales Stephen Kinnock.
Selain soal kesejahteraan, Kinnock juga menyoroti rencana desentralisasi sistem peradilan ke Wales yang menjadi tuntutan utama Partai Plaid Cymru. Ia menegaskan bahwa pihaknya belum melihat jaminan bahwa langkah tersebut akan membuat Wales lebih terlindungi, jalanan lebih aman, dan sistem peradilan lebih efisien. “Jaminan itu belum ada saat ini. Hingga jaminan itu terwujud, menciptakan sistem baru dengan manajemen baru yang berorientasi inward-looking justru akan menimbulkan lebih banyak kerugian daripada manfaat,” tegasnya.
Pernyataan Kinnock ini mempertegas keretakan di tubuh Partai Buruh menjelang pemilu Wales. Isu kesejahteraan dan pemotongan anggaran menjadi senjata ampuh bagi oposisi untuk menggoyang dominasi Buruh. Sementara itu, desentralisasi peradilan masih menjadi perdebatan panas antara pemerintah Wales dan London.
Ke depan, Partai Buruh harus mampu meyakinkan pemilih Wales bahwa kebijakan mereka tidak merugikan kelompok rentan. Jika tidak, gelombang kemarahan yang telah berubah menjadi kebencian aktif bisa kembali menghantam mereka di bilik suara.



