Trailer Perdana Death Stranding Isolations: Kojima Bawa Jagat Game ke Anime, Tayang 2027 di Disney+
Baca dalam 60 detik
- Anime Death Stranding Isolations resmi memperlihatkan trailer perdananya, memperkenalkan protagonis baru dan subtema 'My mom became a crater'.
- Digarap E&H Production dengan sutradara Takyuki Sano serta penulis Tow Ubukata, proyek ini menjadi bagian dari ekspansi waralaba Death Stranding ke berbagai media.
- Selain anime, film prekuel A24 dan animasi Death Stranding Mosquito tengah disiapkan, menandakan strategi Kojima Productions memperluas semesta tanpa sekuel game ketiga.

Hideo Kojima kembali memperluas batas naratif karyanya. Pada 30 Oktober, trailer perdana Death Stranding Isolations resmi dirilis, menampilkan seorang gadis berambut pirang yang diteror oleh penglihatan Beached Things (BT), sosok arwah yang terjebak di dunia orang hidup. Anime ini dipastikan tayang eksklusif di Disney+ pada 2027, menandai langkah pertama waralaba Death Stranding merambah format animasi serial.
Berbeda dari dua gim sebelumnya, Isolations mengusung cerita orisinal dengan protagonis baru. Subjudul yang dipilih, "My mom became a crater", merujuk pada voidout—ledakan dahsyat akibat BT yang mengonsumsi manusia. Pendekatan ini menegaskan bahwa Kojima Productions tidak sekadar mengadaptasi, melainkan membangun kanon baru di semesta yang sama.
Di balik layar, proyek ini melibatkan nama-nama besar industri animasi Jepang. E&H Production, studio yang didirikan veteran MAPPA Sunghoo Park (Ninja Kamui), dipercaya sebagai rumah produksi. Posisi sutradara dipercayakan kepada Takyuki Sano, yang sebelumnya dikenal lewat Attack on Titan: The Last Attack dan Jujutsu Kaisen 0, dalam debut penyutradaraannya. Sementara naskah digarap Tow Ubukata, novelis sekaligus penulis skenario pemenang penghargaan yang tenar melalui Psycho-Pass 2 dan 3.
Ekspansi ini bukan tanpa alasan. Kojima sebelumnya menyatakan belum ada rencana untuk Death Stranding 3 selain draf konsep. Alih-alih memaksakan sekuel, ia memilih memperluas jagat melalui media lain. Selain anime, Michael Sarnoski (A Quiet Place: Day One) akan menulis dan menyutradarai film prekuel untuk A24. Ada pula proyek animasi lain berjudul sementara Death Stranding Mosquito, dengan Aaron Guzikowski (Raised by Wolves, Prisoners) sebagai penulis dan Hiroshi Miyamoto (Dragon Ball Super: Super Hero) sebagai sutradara. Trailer perdananya telah dirilis September lalu.
Bagi penggemar setia, semesta Death Stranding memang kaya akan misteri yang layak dieksplorasi. Gim pertama menempatkan pemain sebagai Sam Porter Bridges (Norman Reedus), kurir yang mengantar pasokan ke koloni terisolasi pasca-kataklisme yang mengaburkan batas hidup dan mati. Sekuelnya, Death Stranding 2: On the Beach, membawa Sam dan kawan-kawan ke Australia. Anime Isolations punya peluang memperdalam mitologi tersebut dari sudut pandang yang belum pernah disentuh.
"Kojima Productions tampaknya ingin menjadikan Death Stranding sebagai waralaba lintas media yang setara dengan properti intelektual besar lainnya," kata seorang pengamat industri animasi, seraya menambahkan bahwa keterlibatan nama-nama beken di jajaran kreatif menjadi sinyal keseriusan.
Di Indonesia, antusiasme terhadap karya Kojima dan budaya pop Jepang cukup tinggi. Kehadiran anime ini di Disney+ berpotensi memperluas basis penggemar Death Stranding di Tanah Air, terutama di kalangan gamer yang sebelumnya hanya mengenal versi gim. Namun, tantangan tetap ada: apakah narasi yang padat dan simbolisme khas Kojima dapat diterjemahkan ke format serial animasi tanpa kehilangan daya pikatnya? Jika berhasil, Isolations bisa menjadi pintu masuk bagi penonton awam untuk menjelajahi semesta yang lebih luas.
Dengan tiga proyek ambisius—anime serial, film prekuel, dan animasi Mosquito—Kojima Productions seolah menegaskan bahwa Death Stranding bukan lagi sekadar gim, melainkan ekosistem cerita yang akan terus tumbuh. Pertanyaannya, akankah strategi ini menuai sukses komersial dan kritikus, atau justru mengaburkan identitas waralaba yang selama ini lekat dengan medium interaktif? Waktu yang akan menjawab, tetapi 2027 tampaknya menjadi titik krusial bagi masa depan semesta Death Stranding.



