Alex Marquez: GP Qatar Tetap Jalan, Pembalap Tak Punya Kuasa
Baca dalam 60 detik
- Alex Marquez memastikan GP Qatar akhir pekan depan tetap digelar meski para pembalap menuntut jaminan keselamatan.
- Pembalap Gresini Ducati itu mengaku tidak mengetahui detail situasi dan menilai posisi pembalap sedang lemah.
- Marquez mendorong pembentukan asosiasi pembalap untuk memperkuat posisi tawar di masa depan.

Kepastian soal nasib Grand Prix Qatar akhirnya mencuat dari mulut pembalap Gresini Ducati, Alex Marquez. Menjelang seri Malaysia di Sirkuit Sepang, Kamis (23/10/2025), ia menyatakan balapan di Doha tetap akan berlangsung sesuai jadwal. Pernyataan itu sekaligus meredam spekulasi yang berkembang selama sepekan terakhir, meski tidak serta-merta menghapus kekhawatiran di kalangan pembalap.
Marquez berbicara kepada media setelah sesi jumpa pers di Sepang. Ia mengaku tidak mendapatkan informasi baru mengenai perkembangan negosiasi antara pembalap dan penyelenggara. "Tidak ada yang tahu. Situasinya tidak diketahui. Jadi saya pikir tidak ada yang berubah. Tapi sepertinya GP sudah dikonfirmasi, ya sudah," ujarnya, dikutip Motorsport.com.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya pembicaraan tentang solidaritas pembalap dan pertemuan tertutup yang disebut-sebut berlangsung intens. Namun Marquez enggan mengungkap detail tuntutan maupun hasil pertemuan. Ketika ditanya apakah para pembalap telah memperoleh jaminan yang mereka minta, ia hanya menjawab singkat, "Saya tidak bisa membicarakan hal itu."
Sikap Marquez mencerminkan frustrasi yang meluas di paddock. Ia bahkan tidak menyembunyikan kekecewaannya saat ditanya soal kekuatan pembalap. "Saat ini, tidak ada kekuatan," katanya datar. Jawaban itu kontras dengan retorika persatuan yang belakangan digaungkan sejumlah rider. Di mata Marquez, solidaritas belum berbuah menjadi instrumen tekanan yang efektif.
Meski begitu, ia tidak sepenuhnya pesimistis. Marquez justru melihat momentum ini sebagai titik balik untuk membentuk asosiasi pembalap yang selama ini gagal terwujud. Ia mengingat upaya serupa pernah dilakukan beberapa tahun lalu, termasuk ketika paddock berada di India. "Waktu itu ada perasaan aneh di antara para pembalap. Tapi kali ini, dengan apa yang terjadi, saya pikir semua orang sadar bahwa kita membutuhkan itu," tuturnya.
"Saya tidak akan banyak mendapat manfaat dari asosiasi pembalap karena saya sudah berusia 30 tahun dan mungkin hanya punya empat tahun lagi di MotoGP. Tapi untuk yang muda, saya senang karena mereka bisa mendapat banyak manfaat."
โ Alex Marquez, pembalap Gresini Ducati
Pernyataan Marquez menyoroti celah struktural dalam tata kelola MotoGP. Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki Grand Prix Drivers' Association (GPDA) sejak lama, MotoGP belum memiliki wadah resmi yang menyatukan suara pembalap. Upaya pembentukan asosiasi sempat mengemuka pada 2023, tetapi kandas karena perbedaan kepentingan antar-rider dan kurangnya dukungan dari sebagian pembalap senior.
Isu GP Qatar sendiri bukan kali pertama mencuat. Sebelumnya, sejumlah pembalap mempertanyakan kesiapan sirkuit Lusail, terutama terkait kondisi aspal dan fasilitas keselamatan. Mereka menuntut audit independen sebelum berangkat ke Doha. Namun hingga Kamis, belum ada pernyataan resmi dari Dorna Sports selaku promotor maupun FIM sebagai regulator. Sikap diam penyelenggara justru memperkuat kesan bahwa balapan akan tetap digelar apa pun hasilnya.
Bagi Marquez, keputusan untuk tetap balapan di Qatar adalah keniscayaan yang harus diterima. Ia tidak ingin polemik berkepanjangan mengganggu fokus menjelang seri Malaysia, yang menjadi salah satu balapan kandang bagi tim Gresini. "Saya hanya ingin balapan. Tapi tentu saja, kami berharap semuanya aman," imbuhnya.
Di sisi lain, pernyataan Marquez bisa dibaca sebagai sinyal bahwa pembalap belum siap melakukan aksi kolektif yang lebih radikal, seperti boikot. Tekanan publik dan media terus mengarah ke Dorna, tetapi tanpa dukungan penuh dari semua rider, posisi mereka tetap lemah. Pembalap muda seperti Pedro Acosta dan Fermin Aldeguer disebut-sebut lebih vokal, sementara para senior memilih bermain aman.
Ke depan, mata akan tertuju pada pertemuan pembalap di Sepang dalam beberapa hari mendatang. Apakah mereka akan menyusun pernyataan bersama, atau justru kembali bubar tanpa hasil? Yang jelas, Marquez sudah memberi sinyal bahwa perubahan hanya mungkin terjadi jika ada keberanian kolektif. "Kita lihat saja nanti," pungkasnya.



