Avatar Legends: The Fighting Game Akhirnya Penuhi Janji, Update Besar Sambut Switch 2
Baca dalam 60 detik
- Game Avatar Legends: The Fighting Game merilis update keempat yang mengatasi keluhan utama pemain, termasuk mode ranked dan spectator.
- Pengembang Gameplay Ground International merombak total Avatar State Aang dan Nightmare Korra, serta menyeimbangkan ulang seluruh karakter.
- Peluncuran di Switch 2 pada 29 Oktober mendatang akan menyertakan cross-play dan upgrade gratis bagi pemilik versi sebelumnya.

Setelah tiga bulan sejak peluncurannya pada Juli 2026, Avatar Legends: The Fighting Game menunjukkan tanda-tanda penyesalan yang serius. Update keempat yang baru saja dirilis disebut sebagai perombakan terbesar dalam sejarah game tersebut, sekaligus upaya pengembang untuk menambal reputasi yang sempat tercoreng akibat peluncuran yang terasa belum matang.
Sejak awal, game ini memang dipuji karena animasi memukau dan detail visual yang teliti. Namun, absennya sejumlah fitur yang dijanjikan dalam materi promosi membuatnya gagal memenuhi ekspektasi. Kini, pengembang Gameplay Ground International tampaknya berusaha keras menutup celah itu, tepat beberapa pekan sebelum game tersebut meluncur di Nintendo Switch 2.
Salah satu sorotan utama update ini adalah perombakan total pada Avatar State Aang dan Nightmare Korra—dua bentuk protagonist yang kini memiliki serangan dan teknik baru. Karakter lain juga mengalami penyeimbangan ulang, meski tidak sedrastis kedua tokoh utama tersebut. Langkah ini diambil untuk merespons keluhan komunitas tentang ketidakseimbangan permainan.
Sejak peluncuran, salah satu kritik paling keras adalah tidak adanya mode ranked. Tanpa fitur ini, pemain baru kesulitan menemukan lawan yang sepadan dan sering kali dihancurkan oleh pemain berpengalaman. Update terbaru menjawab masalah itu dengan menambahkan mode ranked lengkap dengan tangga kompetitif, serta mode spectator yang memungkinkan pemain menonton pertandingan orang lain. Pengembang juga menjanjikan lobi ramah pemula, tutorial baru, dan combo trials yang mengurai taktik tingkat lanjut—semua demi memperpanjang usia permainan.
Bukan hanya soal mekanik, tampilan visual game juga dirombak. Menu hingga HUD dalam pertandingan didesain ulang agar terkesan lebih "berani", menurut siaran pers pengembang. Bagi penggemar lama, dua stage yang sebelumnya hanya ada di mode cerita—Avatar Road dan Air Temple—kini bisa dimainkan di multiplayer. Pemain pun diberi kebebasan memilih trek musik yang mengiringi pertarungan.
Ada pula tambahan mode Arcade yang diperluas dan pengaturan kesulitan baru, meski pengembang belum merinci lebih jauh. Yang jelas, update ini merupakan upaya sistematis untuk menyapu bersih keluhan yang menumpuk sejak hari pertama. Timing-nya pun tidak kebetulan: game akan segera meluncur di Switch 2 dengan dukungan cross-play, dan pemilik versi Switch sebelumnya berhak mendapatkan upgrade gratis.
"Saya sempat kecewa karena game ini terasa belum selesai saat rilis, tapi wow, ini terlihat sangat menjanjikan," ujar seorang pengguna YouTube, seperti dikutip Polygon.
Bagi industri game nasional, langkah Gameplay Ground International ini bisa menjadi pelajaran berharga. Di tengah pasar Indonesia yang didominasi game mobile dan esports, kehadiran game fighting berbasis waralaba global seperti Avatar Legends di konsol kelas atas menunjukkan bahwa ada ceruk pasar yang bisa digarap. Pengembang lokal yang ingin menembus pasar global perlu memperhatikan pentingnya mendengarkan umpan balik komunitas dan berani melakukan perombakan besar pasca-rilis—sesuatu yang jarang dilakukan studio Tanah Air karena keterbatasan sumber daya.
Ke depan, tantangan terbesar Avatar Legends adalah membuktikan bahwa update ini bukan sekadar tambal sulam. Dengan peluncuran di Switch 2 yang tinggal menghitung hari, apakah perombakan ini cukup untuk menarik kembali pemain yang sempat kecewa, sekaligus memikat pendatang baru? Jawabannya akan terlihat dari seberapa ramai lobi ranked dan seberapa sering mode spectator digunakan. Jika berhasil, game ini bisa menjadi contoh bagaimana sebuah judul bangkit dari keterpurukan—bukan lewat janji, melainkan lewat eksekusi.



