Sergio Perez Perpanjang Kontrak dengan Cadillac F1 hingga 2029, Tolak Godaan Tim Lain?
Baca dalam 60 detik
- Sergio Perez resmi meneken perpanjangan kontrak bersama Cadillac F1 hingga akhir musim 2029, mengikat masa depan jangka panjangnya di tim asal Amerika Serikat itu.
- Keputusan ini diambil setelah Perez menikmati performa terbaiknya musim ini dan percaya pada visi jangka panjang proyek Cadillac yang baru debut pada 2026.
- Sementara itu, nasib Valtteri Bottas sebagai rekan setim Perez masih tanda tanya, dengan Cadillac disebut tengah mempertimbangkan opsi lain termasuk Colton Herta.

Sergio Perez telah mengikat masa depannya di Formula 1 bersama Cadillac, menyetujui perpanjangan kontrak yang akan membuatnya bertahan di tim tersebut hingga setidaknya akhir musim 2029. Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek ambisius tim asal Amerika Serikat itu tengah membangun fondasi jangka panjang, dengan Perez sebagai salah satu pilar utamanya.
Perez bergabung dengan Cadillac pada 2026, setelah sebelumnya tersingkir dari Red Bull Racing. Meski sempat melewati musim debut yang naik-turun, pembalap berusia 36 tahun itu kini tampil lebih kompetitif dan kerap unggul atas rekan setimnya yang juga veteran, Valtteri Bottas. Hubungan baiknya dengan CEO tim Dan Towriss dan petinggi General Motors Mark Reuss menjadi kunci kepercayaannya terhadap arah proyek ini.
"Bergabung dengan Cadillac dari hari pertama adalah proyek yang benar-benar saya yakini, dan memperpanjang komitmen ini terasa seperti kelanjutan alami dari babak ini," ujar Perez dalam pernyataan resmi tim.
Keputusan Perez untuk bertahan tidak lepas dari visi jangka panjang yang ditawarkan manajemen. Towriss menegaskan bahwa membangun tim F1 yang kompetitif membutuhkan waktu dan kesabaran, dan kehadiran Perez memberikan kontinuitas serta kepemimpinan yang dibutuhkan untuk melanjutkan fondasi yang telah dibangun pada musim pertama.
Meski demikian, masa depan Bottas di tim masih belum pasti. Pembalap Finlandia itu sempat menandatangani kontrak multi-tahun, tetapi performanya yang kurang memuaskan membuat Cadillac mempertimbangkan opsi lain. Tim disebut telah berinvestasi besar untuk mempersiapkan pembalap tes asal Amerika, Colton Herta, agar siap debut di F1. Selain itu, kursi Bottas menjadi satu-satunya yang tersisa di pasar pembalap untuk 2027, sehingga banyak pihak eksternal yang tertarik.
Bagi Perez, momen perpanjangan kontrak ini bertepatan dengan grand prix ke-300 dalam kariernya, yang akan digelar di Mexico City akhir pekan ini. Sebagai pembalap tuan rumah, ia akan merayakannya dengan melakukan show run di jalanan ibu kota Meksiko, menambah semarak dukungan bagi pembalap yang telah lama menjadi idola publik setempat.
Keputusan Perez juga mencerminkan tren di F1 di mana tim-tim baru seperti Cadillac berani mengikat pembalap berpengalaman untuk membangun identitas dan stabilitas. Sementara itu, bagi Perez sendiri, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ia masih mampu bersaing di level atas, meski tidak lagi berada di tim papan atas. Dengan kontrak jangka panjang, ia memiliki waktu untuk tumbuh bersama tim dan mungkin menantang posisi di grid tengah atau bahkan lebih tinggi.
Pertanyaannya kini: akankah Cadillac mempertahankan Bottas sebagai rekan setim Perez, atau memberi kesempatan kepada Colton Herta untuk unjuk gigi? Jawabannya akan segera terungkap seiring berjalannya musim 2026 dan persiapan menuju 2027.



