Rizky Ridho Beralih ke Gelandang Bertahan, Shin Tae-yong Ubah Wajah Lini Tengah Persija
Baca dalam 60 detik
- Rizky Ridho kini dipercaya mengisi pos gelandang bertahan Persija Jakarta, meninggalkan peran bek tengah yang membesarkan namanya.
- Perubahan taktik Shin Tae-yong ke formasi empat bek membuat Ridho harus bersaing dengan pemain asing untuk mendapat menit bermain.
- Ridho mengaku menikmati peran baru dan giat mempelajari gaya gelandang top Eropa demi meningkatkan kualitasnya.

Keputusan Shin Tae-yong menempatkan Rizky Ridho sebagai gelandang bertahan menjadi sinyal pergeseran taktik Persija Jakarta musim ini. Kapten Timnas Indonesia itu tidak lagi menjadi pilihan utama di jantung pertahanan, dan mulai diuji sebagai pemutus serangan di lini tengah.
Perubahan ini berawal dari formasi yang dipakai pelatih asal Korea Selatan tersebut. Jika sebelumnya Persija sering memakai tiga bek sejajar dengan Ridho, Denis Kolinger, dan Radovan Pankov, kini Shin Tae-yong lebih sering memasang empat bek. Konsekuensinya, duet Kolinger-Pankov menjadi pilihan utama di posisi bek tengah, sementara Ridho harus beradaptasi di posisi baru atau bersaing dari bangku cadangan.
Keputusan ini mengejutkan karena Ridho selama ini identik dengan peran bek tengah, baik di klub maupun di Timnas Indonesia. Namun, Shin Tae-yong tampaknya melihat potensi lain dalam diri pemain asal Surabaya itu. Sebagai gelandang jangkar, Ridho diharapkan mampu memotong serangan lawan sekaligus menjadi pengalir bola dari belakang.
Meski bukan posisi aslinya, Ridho tidak menganggap perubahan ini sebagai beban. Ia justru menikmati tantangan baru tersebut. "Jadi, mau bagaimanapun, kalau saya enggak mau, kan saya enggak main. Jadi, ya harus mau," ujarnya sambil tertawa, seperti dikutip Bola.com.
Pernyataan itu menunjukkan fleksibilitas Ridho sebagai pemain profesional. Baginya, menit bermain adalah hal utama untuk terus berkontribusi bagi tim. Sikap ini juga mencerminkan kedewasaan pemain berusia muda yang sudah banyak makan asam garam bersama Timnas Indonesia.
Untuk memaksimalkan peran barunya, Ridho tidak tinggal diam. Ia rajin mengamati gaya permainan gelandang-gelandang kelas atas Eropa. Menurutnya, banyak pelajaran yang bisa diambil, terutama soal ketenangan, kecerdasan membaca permainan, dan efektivitas dalam menguasai lini tengah. Ia berharap bisa meniru kualitas tersebut dan menerapkannya di lapangan.
"Saya banyak belajar dari gelandang Eropa soal bagaimana mengatur tempo dan mengambil keputusan cepat," kata Ridho.
Transformasi Ridho menjadi gelandang bertahan tentu menguntungkan Persija. Opsi tambahan di lini tengah membuat skuad Macan Kemayoran lebih dalam, terutama saat menghadapi jadwal padat. Versatilitas Ridho juga menjadi nilai plus bagi tim, karena ia bisa dimainkan di beberapa posisi tanpa menurunkan kualitas.
Namun, tantangan tidak ringan. Persaingan di Persija musim ini sangat ketat. Para pemain asing yang didatangkan belum tentu mendapat menit bermain reguler, apalagi Ridho yang harus beradaptasi dengan peran baru. Ia harus bersaing dengan gelandang-gelandang lain yang lebih berpengalaman di posisi tersebut.
Meski demikian, rekam jejak Ridho bersama Timnas Indonesia menunjukkan bahwa ia mampu beradaptasi dengan cepat. Pengalaman bermain di level internasional, termasuk di FIFA ASEAN Cup 2026, menjadi modal berharga untuk menghadapi tekanan di klub. Kemampuannya membaca permainan dan ketenangan dalam menguasai bola akan sangat membantu di lini tengah.
Keputusan Shin Tae-yong mengubah posisi Ridho juga bisa dilihat sebagai upaya meningkatkan kualitas individu pemain. Seorang bek tengah yang mampu bermain sebagai gelandang bertahan memiliki nilai lebih, baik untuk klub maupun tim nasional. Jika berhasil, Ridho bisa menjadi opsi tambahan di lini tengah Timnas Indonesia, yang selama ini kerap kekurangan gelandang bertahan murni.
Ke depan, menarik untuk menyaksikan bagaimana Ridho menjalani peran barunya. Apakah ia mampu merebut hati Shin Tae-yong dan menjadi pilihan utama di lini tengah, atau justru kembali ke posisi aslinya sebagai bek tengah? Yang jelas, fleksibilitas dan semangat belajarnya menjadi modal penting untuk terus berkembang.



