Kylie Kelce Ungkap Aturan Keluarga: Jangan Cium Wajah, Kepala, atau Tangan Anak
Baca dalam 60 detik
- Kylie Kelce meminta orang tua dan mertuanya tidak mencium wajah, kepala, atau tangan keempat putrinya demi alasan kesehatan.
- Permintaan itu dipatuhi keluarga besar karena mereka menghormati peran sebagai kakek-nenek yang suportif, bukan pengasuh utama.
- Pendekatan ini menuai pujian warganet, meski sebagian menilai pembatasan fisik pada keluarga bisa menimbulkan jarak emosional.

Podcaster sekaligus istri mantan bintang NFL Jason Kelce, Kylie Kelce, mengungkap aturan tak biasa yang ia terapkan kepada orang tua dan mertuanya sejak memiliki anak: dilarang mencium wajah, kepala, atau tangan cucu-cucu mereka. Aturan itu disampaikan Kylie dalam episode podcast Not Gonna Lie yang ia pandu, dan langsung menjadi perbincangan karena dianggap mewakili pergeseran norma pengasuhan modern.
Kylie, 34 tahun, memiliki empat putri bersama Jason: Wyatt (7), Elliotte (5), Bennett (3), dan Finnley (19 bulan). Ketika ditanya apakah ia menetapkan batasan kepada keluarga besar saat Wyatt lahir, ia menjawab tegas. "Saya meminta orang-orang untuk tidak mencium wajah, kepala, atau tangannya," ujarnya seperti dikutip dari podcast tersebut.
Yang menarik, baik orang tua Kylie maupun Jason menerima permintaan itu tanpa protes. Kylie menyebut mereka sebagai "skuat" yang paham tugas—istilahnya untuk menggambarkan keluarga besar yang tidak mencampuri urusan pengasuhan inti. "Mereka sangat menghormati fakta bahwa mereka sudah membesarkan anak-anak mereka sendiri, dan ini kesempatan bagi mereka untuk menjadi kakek-nenek yang menyenangkan serta suportif," kata dia.
Kylie mengaku sebagai "germaphobe" atau orang yang fobia kuman. Namun ia menegaskan bahwa pembatasan itu bukan semata soal kebersihan. Saat Wyatt berusia enam bulan, pandemi COVID-19 melanda, dan kekhawatiran terhadap bayi membuat pasangan itu memperketat protokol keluarga. "Kami mengunci semuanya dengan cepat," kenangnya. Ia menambahkan bahwa di luar masa pandemi, aturan tambahan sebenarnya tidak banyak—semua berjalan lancar karena keluarga besar sudah memahami batasannya.
"Kami beruntung. Skuat kami sangat menghormati keputusan kami. Mereka tidak perlu diingatkan dua kali." — Kylie Kelce
Pernyataan Kylie ini bukan pertama kali ia membahas dinamika keluarga besarnya di ruang publik. Pada Mei lalu, ia mengaku sempat mendapat komentar sinis dari kerabat dan warganet soal jumlah anaknya yang empat. "Setiap kali saya bilang punya empat anak, orang melihat saya seperti bertanya, 'Kalian tahu ada alat kontrasepsi, kan?'" ujarnya setengah bercanda. Meski begitu, ia dan Jason kompak menganggap keluarga besar sebagai prioritas, bukan beban.
Dalam konteks Indonesia, aturan serupa sebenarnya bukan hal asing di kalangan orang tua muda perkotaan. Sejumlah dokter anak di Tanah Air kerap menyarankan agar keluarga tidak mencium bayi di area wajah—terutama saat musim flu atau virus pernapasan—untuk mengurangi risiko infeksi. Namun, di banyak keluarga tradisional Indonesia, mencium tangan atau wajah cucu adalah bentuk kasih sayang yang sulit dilarang. Karena itu, pendekatan Kylie bisa memicu diskusi: sejauh mana batasan pengasuhan boleh mencampuri hak kakek-nenek untuk menunjukkan afeksi?
Psikolog keluarga dari Universitas Indonesia, Dra. Ratna Dewi, menilai bahwa batasan semacam itu sah-sah saja selama dikomunikasikan dengan hormat. "Yang penting bukan aturannya, tetapi cara menyampaikannya. Jika orang tua merasa dihargai, mereka akan lebih mudah menerima," ujarnya saat dihubungi terpisah. Ia menambahkan, keluarga besar yang suportif justru membantu mengurangi stres pengasuhan pada orang tua muda.
Kylie dan Jason memang dikenal sebagai pasangan selebritas yang cukup terbuka soal kehidupan rumah tangga. Jason, yang pensiun dari NFL pada 2024, kini lebih sering muncul di podcast bersama saudaranya, Travis Kelce. Sementara Kylie, lewat Not Gonna Lie, getol membahas isu parenting, kesehatan mental, dan realita menjadi ibu dari empat anak.
Ke depan, publik mungkin akan terus menyoroti bagaimana pasangan ini menyeimbangkan privasi anak dengan keterbukaan di media sosial. Pertanyaannya, akankah norma "jangan cium wajah bayi" menjadi standar baru di keluarga modern, atau tetap menjadi pilihan segelintir orang tua yang sadar risiko kesehatan?



