Dana £15 Juta untuk Atasi Misogini, Kritik pun Muncul di Inggris
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Inggris mengalokasikan £15 juta untuk memerangi misogini melalui program pendidikan dan pelatihan.
- Inisiatif ini menuai kritik dari oposisi yang menilai dana tersebut tidak akan efektif.
- Data ONS menunjukkan jutaan perempuan masih mengalami kekerasan berbasis gender setiap tahun.

Pemerintah Inggris melalui Menteri Keuangan John Healey mengumumkan alokasi dana sebesar £15 juta untuk memerangi misogini di sekolah, tempat kerja, dan lingkungan masyarakat. Dana ini akan disalurkan selama tiga tahun untuk mendukung program mentoring, pelatihan di tempat kerja, serta kampanye komunikasi yang bertujuan meningkatkan keselamatan perempuan dan anak perempuan. Pengumuman ini disampaikan menjelang penyampaian Anggaran pertama Healey.
Healey menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan menghormati hak-hak perempuan. "Setiap perempuan dan anak perempuan berhak merasa aman, dihormati, dan mampu mengejar ambisinya—di sekolah, di tempat kerja, dan di komunitas mereka," ujarnya. Dana ini diharapkan dapat memicu tambahan pendanaan dari sektor bisnis dan filantropi guna memperluas jangkauan program.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung gugus tugas nasional yang dibentuk bulan lalu dan diketuai oleh Menteri Perempuan dan Kesetaraan Bridget Phillipson. Gugus tugas tersebut bertujuan memastikan kebijakan pemerintah dipengaruhi oleh mereka yang paling terdampak oleh misogini. Pertemuan perdananya akan fokus pada generasi muda, kemudian membahas tempat kerja, ruang digital, dan kohesi sosial.
Namun, rencana ini mendapat tentangan dari Partai Konservatif. Menteri Bayangan untuk Perempuan dan Kesetaraan, Joy Morrissey, menilai dana tersebut sebagai pemborosan uang publik. "Tidak ada satu pun perempuan dan anak perempuan yang akan merasa lebih aman dengan pemborosan uang publik ini," tegasnya. Morrissey juga mengkritik pemerintah Labour yang dianggap tidak serius menangani krisis kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan. Ia menyoroti bahwa dana tersebut akan digunakan untuk memerangi 'manosphere', istilah yang merujuk pada komunitas online yang mempromosikan maskulinitas toxik.
Meskipun demikian, Menteri Phillipson menegaskan bahwa insiden misogini sehari-hari, termasuk ujaran seksis dan diskriminasi di tempat kerja, tidak memiliki tempat di Inggris modern. "Pendanaan ini adalah langkah kritis saat kami bekerja untuk mengubur misogini dalam sejarah, tempatnya yang seharusnya," katanya. Ia juga mengajak semua pihak, dari perusahaan besar hingga masyarakat umum, untuk berkontribusi dalam memberantas misogini dan meningkatkan kehidupan perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.
Data dari Kantor Statistik Nasional (ONS) menunjukkan bahwa pada tahun hingga Maret 2026, sekitar 12,8% perempuan berusia 16 tahun ke atas di Inggris dan Wales—sekitar 3,2 juta orang—mengalami setidaknya satu dari kekerasan domestik, kekerasan seksual, atau stalking. Angka ini lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang sebesar 8,9% atau sekitar 2,1 juta. Statistik ini menjadi latar belakang mendesak bagi intervensi pemerintah, meskipun efektivitas alokasi dana masih menjadi perdebatan.
Kebijakan ini juga mencerminkan upaya Inggris untuk mengatasi misogini secara struktural, dengan melibatkan berbagai sektor. Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan dana tersebut tepat sasaran dan mampu mengubah norma sosial yang mengakar. Ke depan, keberhasilan program ini akan bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta, serta kemampuan untuk mengukur dampaknya secara transparan. Akankah £15 juta cukup untuk mengikis misogini yang telah lama membudaya? Waktu yang akan menjawab, tetapi langkah ini setidaknya menandai dimulainya upaya yang lebih terkoordinasi.



