CF Benchmarks Bawa Infrastruktur Harga Wall Street ke Blockchain, Termasuk Data untuk ETF BlackRock
Baca dalam 60 detik
- CF Benchmarks meluncurkan CFB Oracle, layanan yang menyediakan data harga untuk aplikasi blockchain, termasuk untuk produk tokenisasi saham dan obligasi.
- Langkah ini memperluas akses infrastruktur harga institusional ke DeFi, bersaing dengan Chainlink dan Pyth yang sudah lebih dulu hadir.
- Payward (induk Kraken) akan memakai CFB Oracle untuk produk perpetual futures di AS, meski masih menunggu persetujuan regulator.

CF Benchmarks, penyedia indeks harga yang menjadi acuan ETF bitcoin BlackRock dan futures kripto CME Group, resmi meluncurkan layanan data pasar berbasis blockchain bernama CFB Oracle. Langkah ini menandai upaya menghadirkan infrastruktur penetapan harga kelas institusional ke ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi), seiring meningkatnya minat lembaga keuangan menawarkan produk investasi tradisional melalui jaringan blockchain.
Perusahaan yang dimiliki Payward, induk Kraken, ini menyediakan akses bagi aplikasi blockchain ke berbagai benchmark, mulai dari mata uang kripto, saham, obligasi, komoditas, hingga valuta asing. Tujuannya jelas: pengembang dapat membangun produk investasi on-chain tanpa harus mengembangkan sistem penetapan harga sendiri. Sebagai contoh, sebuah dana berbasis blockchain yang memegang saham tokenisasi memerlukan harga andal untuk menghitung nilai portofolio. Platform pinjaman yang menerima obligasi tokenisasi sebagai jaminan juga butuh data serupa untuk menentukan batas pinjaman dan waktu likuidasi.
CF Benchmarks selama ini memasok data harga ke pasar keuangan tradisional. Menurut perusahaan, indeks mereka digunakan oleh produk yang merepresentasikan lebih dari US$120 miliar aset. Dengan CFB Oracle, pengembang bisa memanfaatkan benchmark tersebut untuk membangun dana indeks on-chain, portofolio tokenisasi, dan derivatif tanpa perlu membangun infrastruktur dari nol. Layanan ini tersedia di Ethereum, HyperEVM, dan Robinhood Chain, dengan rencana perluasan ke jaringan kompatibel lainnya.
Keamanan data menjadi perhatian utama. CF Benchmarks menyatakan setiap data ditandatangani secara digital, sehingga aplikasi dapat memverifikasi bahwa harga berasal dari perusahaan dan tidak diubah. Selain itu, perusahaan menerbitkan setiap indeks dengan frekuensi yang sama untuk semua pelanggan, tanpa mengenakan biaya tambahan untuk akses lebih cepat. Kebijakan ini berbeda dari beberapa penyedia oracle yang membedakan harga berdasarkan kecepatan akses.
"Langkah ini menempatkan CF Benchmarks bersaing langsung dengan penyedia oracle seperti Chainlink dan Pyth, yang telah lebih dulu memasok data pasar ke platform perdagangan dan pinjaman terdesentralisasi," catat sumber industri.
Meski demikian, CFB Oracle tidak akan menerbitkan dana atau menangani perdagangan itu sendiri. Perannya murni sebagai pemasok harga referensi yang dibutuhkan produk-produk tersebut untuk beroperasi. Dalam ekosistem Payward, layanan ini direncanakan digunakan untuk mendukung penawaran perpetual futures di Amerika Serikat yang akan digerakkan oleh Hyperliquid (HYPE). Namun, produk tersebut masih menunggu persetujuan regulator.
Bagi Indonesia, perkembangan ini berpotensi memengaruhi industri aset kripto dan tokenisasi aset domestik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan kerangka regulasi untuk perdagangan aset kripto dan tokenisasi, termasuk kemungkinan penggunaan oracle harga yang andal. Kehadiran penyedia infrastruktur harga global seperti CF Benchmarks dapat mempercepat adopsi produk investasi berbasis blockchain di dalam negeri, asalkan memenuhi persyaratan lokal. Namun, tantangan tetap ada: biaya integrasi, kesiapan sumber daya manusia, dan kejelasan regulasi mengenai penggunaan data dari luar negeri.
Ke depan, persaingan di ranah oracle data keuangan akan semakin ketat. CF Benchmarks membawa kredibilitas dari pasar tradisional, sementara pemain seperti Chainlink dan Pyth memiliki jaringan dan komunitas pengembang yang lebih mapan. Pertanyaannya, akankah lembaga keuangan global beralih ke oracle yang terhubung langsung dengan benchmark Wall Street, atau tetap setia pada penyedia yang sudah teruji di ekosistem DeFi? Jawabannya akan menentukan arah integrasi keuangan tradisional dan blockchain dalam beberapa tahun mendatang.



