Kevin Diks Siap Comeback, Gladbach Waspadai Jebakan Karlsruher di DFB-Pokal
Baca dalam 60 detik
- Kevin Diks dipastikan masuk skuad Gladbach untuk laga DFB-Pokal melawan Karlsruher setelah absen karena urusan pribadi.
- Kemenangan atas Stuttgart menjadi modal moral, tetapi Gladbach masih terpuruk di dasar klasemen Bundesliga.
- Pelatih Alexander Blessin menuntut anak asuhnya lebih sabar membongkar pertahanan rendah Karlsruher.

Borussia Monchengladbach menerima suntikan tenaga jelang bentrokan putaran kedua DFB-Pokal melawan Karlsruher SC di Borussia-Park, Rabu (28/10/2026) dini hari WIB. Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, diprediksi kembali memperkuat Die Fohlen setelah absen pada laga Bundesliga melawan Stuttgart akhir pekan lalu karena alasan pribadi.
Kepastian itu disampaikan pelatih Alexander Blessin dalam sesi konferensi pers. Menurutnya, daftar pemain cedera Gladbach memang masih panjang, tetapi berangsur memendek. Jens Castrop dijadwalkan kembali ke skuad pada Selasa, sementara Diks menyusul pada Selasa atau Rabu. “Jika tidak ada kendala tak terduga, Kevin Diks diperkirakan akan kembali pada hari Selasa atau Rabu,” ujar Blessin seperti dikutip laman resmi klub.
Kehadiran Diks krusial bagi Gladbach yang tengah berusaha menjaga momentum setelah mengakhiri rentetan enam kekalahan beruntun. Sebelum absen, pemain berusia 30 tahun itu selalu menjadi starter dalam enam pertandingan Bundesliga dan empat kali dipercaya mengenakan ban kapten. Fleksibilitasnya di lini belakang memberi Blessin opsi tambahan, terutama saat tim menghadapi lawan yang cenderung bertahan dalam.
Kemenangan dramatis 3-2 di markas Stuttgart pekan lalu memang menjadi modal moral berharga. Namun, hasil tersebut belum mengangkat posisi Gladbach dari dasar klasemen Bundesliga. Tiga poin yang dikumpulkan masih jauh dari harapan, dan laga melawan Karlsruher—klub kasta kedua—menjadi peluang emas untuk menjaga asa di kompetisi domestik sekaligus membangun kepercayaan diri.
Blessin menyadari tantangan melawan Karlsruher akan berbeda jauh dibandingkan duel kontra Stuttgart. Ia memperkirakan timnya akan lebih banyak menguasai bola karena lawan diperkirakan bermain dengan garis pertahanan lebih dalam. “Kami perlu lebih banyak menguasai bola dan menghadapi lawan yang bertahan lebih dalam. Kami harus mencari cara untuk membongkar pertahanan mereka dan menciptakan peluang,” kata Blessin.
“Pertandingan nanti akan sangat berbeda dibandingkan saat melawan Stuttgart. Kami ingin terus melanjutkan performa yang telah kami tunjukkan belakangan ini.” — Alexander Blessin, pelatih Borussia Monchengladbach
Selain Diks, Blessin berharap Isac Lidberg, Ko Itakura, Nicolas Kuhn, dan Fritz Fleck segera pulih. Kembalinya para pemain inti akan memberi kedalaman skuad yang selama ini minim. Gladbach memang kerap kesulitan menjaga konsistensi ketika beberapa pilar harus absen, dan itu tercermin dari rentetan hasil buruk sebelum mengalahkan Stuttgart.
Dari kacamata taktik, laga melawan Karlsruher akan menguji kemampuan Gladbach membongkar pertahanan rendah. Dalam tiga pertandingan terakhir, menurut Blessin, timnya mampu menjaga fokus dan tidak membiarkan gol lawan mengacaukan konsentrasi. Namun, menghadapi tim yang menumpuk pemain di area pertahanan sendiri menuntut kesabaran dan kreativitas berbeda. Diks, dengan pengalaman internasionalnya, bisa menjadi kunci dalam membangun serangan dari belakang.
Bagi publik Indonesia, kembalinya Diks juga menjadi sinyal positif menjelang agenda Timnas. Meski demikian, fokus utama sang pemain tetap membantu Gladbach melewati fase sulit. Jika Diks kembali ke starting XI dan tampil solid, bukan tidak mungkin posisinya di timnas semakin kokoh. Sebaliknya, absennya di laga krusial bisa memengaruhi kebugaran dan ritme menjelang pemusatan latihan berikutnya.
Pertanyaan besarnya: mampukah Gladbach memanfaatkan momentum kemenangan atas Stuttgart untuk bangkit, atau justru terpeleset melawan tim kasta kedua yang lebih termotivasi? Jawabannya akan terlihat dini hari nanti, dan Diks berpeluang menjadi bagian dari jawaban itu.



