Garudayaksa FC Waspadai Persib Meski Lawan Tengah Terluka
Baca dalam 60 detik
- Garudayaksa FC bersiap menjamu Persib Bandung di Stadion Pakansari, Minggu (25/10/2026) malam, dengan kewaspadaan tinggi meski tamu baru saja kalah.
- Pelatih Milos Joksic menilai Persib tetap superior berkat status juara bertahan tiga musim beruntun dan pengalaman di kompetisi Asia.
- Laga akan terasa seperti tandang bagi Garudayaksa karena ribuan Bobotoh diprediksi memadati stadion, menjadi ujian mental bagi tim promosi.

Garudayaksa FC tidak mau terlena oleh hasil buruk yang baru saja menimpa Persib Bandung. Tim promosi itu justru meningkatkan kewaspadaan menjelang duel lanjutan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026) pukul 19.00 WIB.
Persib tiba di Cibinong dengan luka setelah takluk 0-1 dari Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Rabu (22/10/2026). Kekalahan itu membuat Maung Bandung tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 10 poin dari tiga kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan.
Meski demikian, Garudayaksa enggan memandang remeh sang tamu. Pelatih Milos Joksic menegaskan bahwa Persib tetap merupakan kekuatan besar di sepak bola Indonesia. Status juara bertahan tiga musim beruntun serta pengalaman bermain di kompetisi antarklub Asia membuat Persib jauh lebih superior dibandingkan Garudayaksa yang baru pertama kali tampil di kasta tertinggi.
Joksic menyadari bahwa atmosfer pertandingan akan terasa seperti laga tandang bagi timnya. Pasalnya, Cibinong hanya berjarak sekitar dua jam dari Bandung, dan ribuan Bobotoh diprediksi memadati stadion untuk mendukung Persib. Namun, pelatih asal Serbia itu menolak menjadikan tekanan suporter sebagai alasan. Ia justru menantang anak asuhnya untuk membuktikan kualitas di hadapan pendukung lawan.
"Kami tahu pertandingan akan terasa seperti laga tandang bagi kami, tapi itu tidak masalah. Kami harus menunjukkan penampilan yang baik dan membuktikan bahwa kami bisa bermain sepak bola," ujar Joksic.
Meski baru menjalani musim pertama di Liga Indonesia, Joksic mengaku sudah mengenal kekuatan Persib sejak masih menangani klub di Liga Thailand. Ia pernah menyaksikan langsung pertandingan Persib melawan Port FC dan terkesan dengan permainan tim asuhan Igor Tolic tersebut. Menurutnya, Persib memiliki kedalaman skuat yang mumpuni, pemain berkualitas, dan pelatih yang mumpuni.
Joksic juga menyinggung jadwal padat Persib yang tengah berlaga di Shopee Cup dan ACL 2. Ia menilai kondisi fisik Persib mungkin sedikit terkuras, tetapi kualitas individu dan rotasi pemain yang dimiliki tim tamu membuat mereka tetap berbahaya. Garudayaksa pun diminta fokus pada kekuatan sendiri dan tampil habis-habisan di setiap lini.
Bagi Garudayaksa, laga ini bukan sekadar ajang mengumpulkan poin, melainkan juga ujian mental dan taktik. Sebagai tim promosi, mereka perlu menunjukkan bahwa mampu bersaing dengan tim elite. Kemenangan atas Persib akan menjadi sinyal positif bahwa Garudayaksa bukan sekadar pelengkap kompetisi. Sebaliknya, kekalahan bisa memperpanjang tekanan di papan bawah.
Di sisi lain, Persib datang dengan misi bangkit setelah kekalahan dari Madura United. Pelatih Igor Tolic kemungkinan akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam penyelesaian akhir. Meski demikian, status sebagai juara bertahan membuat Persib tetap diunggulkan. Pertanyaannya, mampukah Garudayaksa memanfaatkan momentum keterpurukan lawan, atau justru Persib yang bangkit dan mempermalukan tuan rumah di hadapan pendukungnya sendiri?



