TAG Heuer Rayakan Satu Dekade Bersama Red Bull Racing dengan Jam Edisi Terbatas
Baca dalam 60 detik
- TAG Heuer meluncurkan Formula 1 Solargraph x Oracle Red Bull Racing edisi khusus untuk memperingati 10 tahun kemitraan dengan tim asal Milton Keynes tersebut.
- Jam seharga £1.900 (sekitar $2.250) ini mengusung warna biru khas livery Red Bull dan teknologi Solargraph, serta dipasarkan lebih awal di Amerika Serikat bertepatan dengan GP Amerika Serikat.
- Kemitraan TAG Heuer dan Red Bull Racing yang dimulai pada 2016 ini menegaskan posisi jam mewah sebagai bagian dari budaya motorsport, bukan sekadar aksesori.

TAG Heuer memperkenalkan edisi terbatas Formula 1 Solargraph x Oracle Red Bull Racing guna menandai sepuluh tahun kerja sama dengan tim Formula 1 asal Milton Keynes tersebut. Peluncuran ini dilakukan menjelang Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas, Austin, akhir pekan ini.
Jam ini dibanderol £1.900 atau setara $2.250. Pembeli di Amerika Serikat mendapat akses online lebih awal pada 20 Oktober, bersamaan dengan gelaran GP AS. Langkah ini dinilai sebagai strategi pemasaran yang memanfaatkan momentum balapan kandang bagi Red Bull, yang memiliki basis penggemar besar di AS.
Desainnya mengadopsi warna livery Red Bull. Dial biru tua dengan sentuhan sunray-brushed, jarum jam dan menit berwarna putih, serta jarum detik kuning, semuanya ditempatkan dalam bezel biru bidirectional yang terbuat dari material TH-Polylight khas TAG Heuer. Casing berukuran 38 mm dan movement Solargraph menjadi ciri khas edisi ini.
CEO TAG Heuer Béatrice Goasglas menyatakan bahwa kemitraan selama sepuluh tahun ini dibangun atas keyakinan sederhana: setiap fraksi detik berarti. "Kami telah berbagi podium, gelar, dan semangat menang yang tak kenal lelah," ujarnya dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa edisi khusus ini merayakan perjalanan tersebut sekaligus menatap masa depan, dengan membawa energi grid kepada generasi baru penggemar jam tangan yang memandang balap sebagai budaya, bukan sekadar olahraga.
Sejak 2016, TAG Heuer berperan sebagai official timekeeper, official watch, dan team performance partner Red Bull Racing. Kerja sama ini menjadi salah satu kemitraan terlama di paddock F1 saat ini, mencerminkan bagaimana merek mewah memanfaatkan olahraga kecepatan untuk memperkuat citra presisi dan inovasi.
Red Bull Racing memasuki GP Amerika Serikat dengan modal dua kemenangan beruntun Max Verstappen di GP Bahrain (Malaysia) dan GP Singapura. Meski demikian, tim masih tertinggal jauh di klasemen konstruktor: 332 poin, selisih 246 angka dari Mercedes yang memimpin. Verstappen sendiri berada di urutan keempat klasemen pembalap dengan 221 poin, sementara rekan setimnya Isack Hadjar di posisi kedelapan dengan 97 poin.
Peluncuran jam ini juga menjadi penanda bagaimana tim F1 kian agresif merambah pasar lifestyle. Bagi Red Bull, yang tengah berjuang mengejar ketertinggalan di lintasan, merilis produk edisi terbatas bersama mitra lama menjadi cara memperkuat basis penggemar global dan mendiversifikasi pendapatan di luar balapan.
Di Indonesia, budaya motorsport juga tumbuh pesat, terutama setelah gelaran MotoGP Mandalika. Meski jam ini tidak secara resmi dipasarkan di Tanah Air, antusiasme kolektor jam tangan terhadap edisi khusus bertema balap diperkirakan meningkat. Kehadiran komunitas penggemar F1 dan MotoGP di kota-kota besar menjadi pasar potensial bagi produk-produk semacam ini, meski harga dan ketersediaan masih menjadi kendala utama.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah kemitraan TAG Heuer dan Red Bull Racing akan berlanjut melampaui satu dekade, terutama jika performa tim di lintasan tidak kunjung membaik. Namun satu hal yang pasti: di dunia F1, waktu adalah segalanya—baik di trek maupun di pergelangan tangan.



