McLaren Jual Lima Mobil F1 Bersejarah, Termasuk Koleksi Era Senna
Baca dalam 60 detik
- McLaren melepas lima mobil F1 dari koleksi warisan, termasuk dua unit dari musim juara terakhir Ayrton Senna dan satu mobil yang dipakai Brad Pitt dalam film F1.
- Penjualan ditangani Tom Hartley Jnr, dealer yang sebelumnya menjual koleksi Bernie Ecclestone; mobil bisa dibeli terpisah tanpa tekanan waktu.
- Nilai gabungan diperkirakan £25–50 juta, dan McLaren menegaskan tujuan pelepasan adalah agar mobil bersejarah tetap dipakai, bukan tersimpan pasif.

McLaren Racing memutuskan melepas lima mobil Formula 1 dari koleksi warisan mereka, termasuk dua unit dari musim 1991 ketika Ayrton Senna meraih gelar dunia terakhirnya bersama tim asal Woking tersebut. Langkah ini menandai pertama kalinya McLaren melepas aset balap bersejarah ke pasar swasta dalam jumlah signifikan, sebuah keputusan yang langsung memantik perhatian kolektor dan penggemar motorsport global.
Penjualan akan ditangani Tom Hartley Jnr, dealer spesialis yang sebelumnya sukses menjual koleksi mobil grand prix milik Bernie Ecclestone. Berbeda dengan koleksi Ecclestone yang dilego sebagai satu paket kepada satu pembeli, kelima mobil McLaren ini ditawarkan secara terpisah tanpa batas waktu. Hartley menegaskan prioritasnya adalah menemukan rumah yang tepat bagi setiap unit, bukan sekadar mengejar transaksi tercepat.
Di antara kelima mobil tersebut, terdapat 2023 MCL37A—mobil balap McLaren terbaru yang pernah ditawarkan kepada pembeli swasta. Satu unit lainnya adalah mobil yang digunakan Brad Pitt selama syuting film F1 yang sukses secara komersial. Kehadiran mobil film itu menambah dimensi baru: nilai jualnya tidak lagi semata ditentukan oleh sejarah balap, tetapi juga oleh daya tarik budaya populer yang melekat padanya.
CEO McLaren Racing Zak Brown menyatakan pelepasan ini bukan sekadar manuver finansial. Menurutnya, membiarkan mobil-mobil ikonik itu tersimpan pasif justru mengurangi makna dari apa yang mereka representasikan. Brown menegaskan bahwa mobil-mobil tersebut dirancang untuk dikendarai dan diadu, sehingga cara terbaik menjaga sejarah adalah dengan melihatnya tetap digunakan dan dinikmati.
"Kami memutuskan berpisah dengan mobil-mobil ikonik ini karena menyimpannya begitu saja di gudang adalah pengkhianatan terhadap nilai yang mereka bawa. Mobil-mobil ini dibuat untuk dikendarai dan dibalap," ujar Brown dalam pernyataannya.
Langkah McLaren ini mencerminkan pergeseran strategi tim-tim F1 dalam mengelola aset warisan. Jika sebelumnya koleksi bersejarah dipandang sebagai simbol prestise yang harus dipertahankan, kini sejumlah tim mulai melihatnya sebagai portofolio yang bisa diaktifkan kembali. Penjualan kepada kolektor swasta memungkinkan mobil tetap tampil di ajang demonstrasi, festival motorsport, atau even privat—sekaligus menghidupkan kembali bisnis warisan (heritage business) McLaren.
Bagi pasar koleksi mobil balap, penawaran ini berpotensi menguji seberapa dalam permintaan terhadap unit-unit yang memiliki nilai sejarah tinggi. Mobil-mobil era Senna memiliki tempat khusus di hati penggemar, terutama di Brasil dan Eropa, sementara unit film Brad Pitt menyasar segmen kolektor yang lebih luas. Hartley sendiri tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat seluruh koleksi bisa dibeli oleh satu pembeli, meski ia menegaskan tidak ada tekanan waktu untuk itu.
Di Indonesia, geliat penjualan mobil balap bersejarah ini bisa menjadi cermin bagi pasar otomotif nasional yang mulai melirik koleksi kendaraan klasik dan motorsport sebagai instrumen investasi alternatif. Meski skala nilainya jauh lebih kecil, minat terhadap mobil balap legendaris di kalangan kolektor Tanah Air terus tumbuh, terutama setelah gelaran MotoGP Mandalika dan berbagai even motorsport nasional meningkatkan eksposur publik terhadap dunia balap.
Ke depan, publik akan menantikan siapa yang akhirnya mengamankan kelima mobil tersebut dan apakah McLaren akan melepas lebih banyak unit dari koleksi warisannya. Jika respons pasar kuat, bukan tidak mungkin tim-tim lain mengikuti jejak serupa—mengubah gudang penyimpanan menjadi etalase yang aktif, dan pada saat bersamaan memperkuat posisi mereka sebagai penjaga sejarah Formula 1.



