Wynonna Judd Akui Tak Kaget Ibunya Bunuh Diri: Naomi Sudah Berulang Kali Bicara soal Kematian
Baca dalam 60 detik
- Wynonna Judd mengungkap bahwa ibunya, Naomi Judd, sering membicarakan niat mengakhiri hidup sebelum meninggal pada April 2022.
- Dalam podcast Anderson Cooper, Wynonna menyebut sang ibu terus-menerus bergulat dengan depresi dan sempat menonton acara TV tentang bunuh diri.
- Wynonna menegaskan komitmennya untuk menjalani proses penyembuhan demi cucu pertamanya dan memutus siklus disfungsi keluarga.

Penyanyi country Wynonna Judd mengaku tidak terkejut ketika ibunya, Naomi Judd, meninggal akibat bunuh diri pada April 2022. Dalam wawancara di podcast All There Is with Anderson Cooper, ia menyatakan bahwa sang ibu telah berkali-kali mengisyaratkan niat mengakhiri hidupnya.
Naomi, yang bersama Wynonna membentuk duo legendaris The Judds pada 1980-an, menghembuskan napas terakhir di kediamannya di Leiper's Fork, Tennessee, pada usia 76 tahun setelah lama bergulat dengan depresi. Wynonna mengenang bahwa ibunya sering berbicara tentang kematian, bahkan kepada cucunya yang berprofesi sebagai deputi, tentang melompat dari jembatan. "Dia membicarakannya sangat sering kepada saya. Saya tidak tahu siapa lagi selain Ashley, tapi dia sering membahasnya," ujar Wynonna seperti dikutip dari wawancara tersebut.
Perempuan berusia 62 tahun itu mengaku sempat berusaha menepis kekhawatiran dengan mengatakan bahwa Naomi masih memiliki banyak alasan untuk hidup. Namun, ia menyadari bahwa sang ibu benar-benar berjuang di masa-masa akhir. "Dia benar-benar berjuang di akhir hidupnya," tambahnya. Wynonna juga menyoroti kebiasaan Naomi menonton acara televisi bertema bunuh diri, yang membuatnya bertanya-tanya tentang kondisi mental sang ibu.
Dalam unggahan di Instagram, Wynonna menulis bahwa rasa kehilangan akibat bunuh diri sang ibu sangat mendalam hingga ia merasa tidak akan pernah sepenuhnya menerima kenyataan tersebut. "Saya tahu, rasa sakit kehilangan Ibu pada 30 April karena bunuh diri begitu besar, sehingga saya sering merasa tidak akan mampu sepenuhnya menerima dan menyerahkan diri pada kenyataan bahwa ia pergi dengan cara seperti itu. Ini tidak boleh menjadi akhir cerita The Judds," tulisnya.
Wynonna juga menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental dan memutus rantai kecanduan serta disfungsi keluarga. Ia berkomitmen untuk terus melakukan "hal yang benar" dan menjadwalkan sesi terapi rutin, bahkan ketika ia merasa baik-baik saja. "Saya tahu bahwa saya harus terus menunjukkan upaya untuk diri saya sendiri (terlebih dahulu) dan melakukan kerja penyembuhan pribadi," ujarnya. Ia menambahkan bahwa ia merasa tidak berdaya, terutama saat ini, dan menyadari bahwa ia tidak bisa menjalani proses berduka sendirian.
"Saya akan terus berjuang untuk iman saya, untuk DIRI saya, untuk keluarga saya, dan saya AKAN terus tampil dan bernyanyi," tulis Wynonna.
Kisah Wynonna ini menyoroti pentingnya kesehatan mental di kalangan publik figur dan keluarga mereka. Di Indonesia, kasus bunuh diri masih menjadi masalah serius yang sering kali luput dari perhatian. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa bunuh diri merupakan salah satu penyebab kematian yang dapat dicegah, namun stigma dan kurangnya akses layanan kesehatan mental masih menjadi hambatan. Kisah Naomi dan Wynonna mengingatkan bahwa dukungan keluarga dan keberanian untuk mencari bantuan profesional adalah kunci.
Ke depannya, terbuka pertanyaan tentang bagaimana industri musik dan masyarakat luas dapat lebih peduli terhadap kesehatan mental para artis. Apakah kisah ini akan memicu dialog yang lebih terbuka tentang depresi dan pencegahan bunuh diri, atau justru tenggelam dalam sensasi belaka?



