Skateboard Pokémon Santa Cruz Ludes dalam Hitungan Detik, Harga Resale Melambung hingga Rp140 Juta
Baca dalam 60 detik
- Santa Cruz merilis 30 desain skateboard edisi Pokémon dalam blind bag, dengan tiga varian chase emas yang hanya tersedia 500 unit di seluruh dunia.
- Harga ritel $139,99 melonjak di pasar sekunder: $250 untuk desain kurang populer, sekitar $1.500 untuk karakter favorit, dan $5.000–$9.000 untuk varian chase.
- Penggemar Indonesia berpeluang mendapatkannya melalui Pokémon Center atau toko skate lokal, tetapi harus bersaing dengan bot scalper dan antrean panjang.

Rilisan skateboard kolaborasi Santa Cruz x Pokémon pada 17 Oktober lalu langsung menjadi buruan kolektor. Produk yang dikemas dalam blind bag ini memuat 30 desain deck yang mengadaptasi ilustrasi kartu Pokémon Trading Card Game (TCG) ikonik, mulai dari Charizard base set hingga "Moonbreon" dari Evolving Skies. Namun, seperti halnya kartu aslinya, barang-barang ini nyaris mustahil ditemukan di toko ritel karena langsung disapu pembeli dan scalper.
Santa Cruz tidak sekadar memperbesar gambar kartu ke permukaan papan. Setiap desain diperluas untuk menonjolkan elemen monster, misalnya Blastoise yang dikelilingi gelombang air. Dari 30 model tersebut, tiga di antaranya merupakan varian "chase" dengan lapisan foil emas yang hanya diproduksi 500 unit di seluruh dunia. Kelangkaan inilah yang memicu euforia di kalangan kolektor.
Harga ritel resmi dipatok $139,99 (sekitar Rp2,2 juta). Akan tetapi, di platform resale seperti eBay dan Facebook Marketplace, harga melonjak tak terkendali. Untuk desain yang kurang diminati, papan dijual mulai $250 (Rp3,9 juta). Sementara itu, model yang menampilkan Eeveelutions atau starter Pokémon dibanderol sekitar $1.500 (Rp23,4 juta). Varian chase yang paling langka bahkan dipasang di kisaran $5.000–$9.000 (Rp78 juta–Rp140 juta).
Fenomena ini bukan hal baru di pasar koleksi Pokémon. Sejak pandemi, lonjakan harga kartu langka dan merchandise edisi terbatas telah menarik perhatian investor dan scalper yang menggunakan perangkat lunak otomatis untuk membeli dalam jumlah besar. Menurut pengamat pasar koleksi, pola serupa terlihat pada peluncuran kartu edisi khusus dan aksesori bertema Pokémon lainnya. Akibatnya, penggemar yang benar-benar ingin mengoleksi sering kali gigit jari.
"Kami menyarankan pembeli untuk memantau pengumuman restock resmi dan menghindari membeli dari scalper dengan harga tidak wajar," ujar seorang perwakilan Santa Cruz seperti dikutip dari kanal distribusi resmi, meski pihaknya belum memberikan komentar lebih lanjut.
Bagi penggemar di Indonesia, peluang mendapatkan produk ini tetap terbuka, meski tidak mudah. Santa Cruz menyediakan fitur notifikasi restock di situs resminya dan alat pencari toko skate lokal yang menjual papan tersebut. Sayangnya, hampir semua lokasi ritel diprediksi sudah habis dalam waktu singkat. Jalur lain adalah Pokémon Center, yang menurut komunitas Discord pemantau restock, kemungkinan akan merilis gelombang baru pada Senin mendatang. Namun, belum ada konfirmasi resmi apakah yang akan dirilis adalah skateboard Santa Cruz atau koleksi Ultra Premium edisi 30th Anniversary yang juga sangat dinanti.
Terlepas dari apa yang akan dirilis, para scalper sudah menyiapkan bot untuk menyerbu situs. Pembelian melalui Pokémon Center biasanya menghadapi antrean panjang, sedangkan pembelian via situs Santa Cruz sering kali berakhir dengan error koneksi atau status sold out dalam hitungan detik. Situasi ini menciptakan ketidakseimbangan antara penggemar biasa dan pembeli otomatis yang memiliki kecepatan akses jauh lebih tinggi.
Ke depan, makin jelas bahwa pasar koleksi Pokémon telah bertransformasi menjadi arena spekulasi. Selama kelangkaan buatan dan hype terus dijaga, harga barang seperti skateboard blind bag ini akan terus melambung di pasar sekunder. Pertanyaannya, akankah Santa Cruz dan The Pokémon Center mengambil langkah tegas untuk membatasi pembelian oleh scalper, atau justru membiarkan hukum permintaan dan penawaran bekerja seperti biasa?



