Barcelona Pastikan Gelar IndyCar 2027, Palou Jadi Magnet Utama
Baca dalam 60 detik
- Sirkuit Barcelona-Catalunya resmi akan menjadi tuan rumah balapan IndyCar pada Juli 2027, menandai kembalinya ajang single-seater Amerika Utara ke Eropa setelah 14 tahun.
- Kesepakatan multi-tahun ini lahir dari negosiasi alot Pemerintah Katalonia dan Fira Circuit untuk mengisi kekosongan jadwal Formula 1 di Montmeló pada 2027.
- Kehadiran Alex Palou, juara lima kali IndyCar, menjadi faktor kunci daya tarik penonton dan nilai komersial bagi penyelenggara.

IndyCar akhirnya memastikan diri akan menyapa penggemar Eropa melalui Sirkuit Barcelona-Catalunya pada musim panas 2027. Kesepakatan multi-tahun itu menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, ajang balap roda terbuka terkemuka Amerika Utara tersebut menggelar balapan di Spanyol, sekaligus mengakhiri absennya dari benua Eropa sejak 2013.
Kepastian ini muncul setelah melalui proses negosiasi yang berlangsung sejak Juni lalu. Pemerintah Katalonia, melalui badan yang mengelola sirkuit Montmeló bersama Fira Circuit, memimpin pembicaraan yang disebut cukup rumit. Meski IndyCar belum memberikan komentar resmi, sejumlah sumber senior mengonfirmasi bahwa kontrak akan segera diteken dan pengumuman bakal dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Balapan dijadwalkan pada Juli, mengisi slot yang kosong dalam kalender sementara yang baru dipublikasikan hingga awal Juni.
Bagi Barcelona, kehadiran IndyCar bukan sekadar menambah daftar event internasional. Sirkuit ini akan kehilangan Formula 1 pada 2027 akibat sistem rotasi yang diperkenalkan untuk Grand Prix Spanyol. F1 dijadwalkan kembali ke Barcelona pada 2028, 2030, dan 2032. Kekosongan itulah yang mendorong pemerintah daerah mencari ajang pengganti agar denyut pariwisata dan ekonomi tetap berjalan. IndyCar dipandang sebagai tambahan bergengsi yang mampu menarik penonton lokal maupun mancanegara.
Faktor Alex Palou tidak bisa dilepaskan dari kesepakatan ini. Pembalap asal Spanyol yang telah meraih lima gelar juara IndyCar menjadi ikon sekaligus magnet penonton. Kehadirannya di grid kandang diprediksi mendongkrak animo, bukan hanya dari penggemar setia IndyCar di Amerika Serikat, tetapi juga dari publik Eropa yang penasaran dengan kompetisi tersebut. Barcelona akan menjadi satu-satunya balapan IndyCar di Benua Biru, sehingga berpotensi menyedot penonton dari berbagai negara tetangga.
Direktur Fira Circuit, Ignasi Armengol, sebelumnya terang-terangan menyebut upaya mendatangkan IndyCar sebagai "sebuah mimpi". Ia juga mengakui bahwa mewujudkannya tidak mudah. "Kami bekerja ke arah itu, tetapi jujurnya sangat sulit," ujarnya seperti dikutip Motorsport.com. Kini, kerja keras itu membuahkan hasil. Bagi IndyCar, ekspansi ke Eropa merupakan bagian dari strategi memperluas jangkauan internasional setelah sempat dikaitkan dengan calon lokasi di Kolombia dan Brasil.
Secara historis, IndyCar memang pernah menjelajah ke luar Amerika Utara. Balapan terakhir di luar kawasan itu terjadi di São Paulo pada 2013. Sebelumnya, pada 2007, seri yang masih bernama Champ Car sempat menggelar balapan di Assen, Belanda. IndyCar dan CART juga pernah mampir ke Inggris dan Jerman. Namun, kehadiran di Spanyol pada 2027 nanti akan menjadi yang pertama bagi IndyCar dalam identitasnya saat ini.
Dari sisi penyelenggara, sukses WEC 6 Hours of Barcelona yang menarik lebih dari 55.500 penonton menjadi tolok ukur optimisme. Mereka berharap IndyCar mampu mendatangkan jumlah penonton serupa, bahkan berpotensi mendekati sold out. Kombinasi antara antusiasme lokal, kedekatan geografis dengan pasar Eropa, dan basis penggemar IndyCar di Amerika Serikat menjadi modal kuat.
Pertanyaannya kini, apakah Barcelona bisa menjadi katalis bagi IndyCar untuk memperluas pijakan di Eropa, atau justru menjadi ajang sekali muncul yang kesulitan menarik minat jangka panjang? Yang jelas, langkah ini menandai babak baru dalam peta balap internasional, di mana sirkuit-sirkuit Eropa mulai melirik seri Amerika sebagai pengganti slot yang ditinggalkan ajang lain.



