Verstappen Comeback 15 Posisi di GT World Challenge, Modal Berharga untuk Masa Depan
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen finis kesembilan pada debut GT World Challenge Europe di Portimao setelah sempat terpuruk ke posisi 24 akibat penalti drive-through.
- Dalam 45 menit terakhir, pembalap asal Belanda itu menyalip 15 mobil dan menunjukkan adaptasi cepat di balapan ketahanan.
- Hasil ini menjadi sinyal bahwa Verstappen serius mengembangkan karier di balap GT, meski kontrak F1 dengan Red Bull masih menjadi prioritas.

Max Verstappen membuktikan bahwa naluri balapnya tidak luntur meski harus beradaptasi dengan format balapan ketahanan. Pada debutnya di ajang GT World Challenge Europe di Sirkuit Portimao, Portugal, akhir pekan lalu, juara dunia Formula 1 itu finis di posisi kesembilan setelah sempat terlempar ke urutan 24. Aksi comeback-nya dalam 45 menit terakhir menjadi sorotan utama, sekaligus menegaskan bahwa ia bukan sekadar nama besar yang hadir untuk meramaikan kompetisi.
Verstappen berbagi kemudi Mercedes-AMG GT3 EVO bernomor #3 milik tim 2 Seas Motorsport dengan Ben Barnicoat dan Chris Lulham. Mobil yang membawa branding Verstappen Racing itu konsisten bersaing di sepanjang tiga jam balapan, meski harus melewati drama yang membuat posisinya terjun bebas. Barnicoat memulai balapan dari posisi ke-14 dan berhasil merangsek ke urutan kedelapan pada jam pertama, memanfaatkan insiden dan penalti yang menimpa rival-rival di depannya. Lulham kemudian membawa mobil ke posisi keenam sebelum sebuah tabrakan dengan Mercedes rival memicu penalti drive-through yang membuat timnya harus memulai kembali dari dasar klasemen.
Momen krusial terjadi ketika Verstappen mengambil alih kemudi untuk jam terakhir. Setelah restart safety car, ia melesat melalui lalu lintas pembalap dari kelas berbeda, termasuk duel sengit dengan Tommaso Mosca yang mengendarai Ferrari. Dalam 45 menit, ia berhasil menyalip 15 mobil dan mengunci posisi kesembilan. Bagi tim yang sempat kehilangan momentum, hasil ini terasa seperti kemenangan kecil. โSaya sangat menikmati balapan ini. Kecepatan mobil kami benar-benar bagus, meski situasinya cukup kacau karena semua orang ingin maju,โ ujar Verstappen seperti dikutip Motorsport.com.
Insiden yang menimpa Lulham menjadi pelajaran berharga. Pembalap muda Inggris itu dinilai terlalu agresif saat mencoba menyalip di sisi dalam Tikungan 8, yang berujung pada spin mobil rival. Verstappen sendiri mengakui bahwa kesalahan setup mobil pada sesi kualifikasi membuat performa terbatas. โKami membuat kesalahan dengan setup mobil di kualifikasi, mobil terlalu rendah hingga menggores aspal. Itu membuat kami tidak bisa tampil maksimal. Tapi kami mengubahnya untuk balapan dan hasilnya jauh lebih kompetitif,โ jelasnya.
Bagi Verstappen, pengalaman ini bukan sekadar ajang rekreasi. Balapan ketahanan menuntut pendekatan berbeda: manajemen ban, kerja sama tim, dan strategi pit stop yang presisi. Kemampuannya beradaptasi cepat menunjukkan bahwa ia memiliki fleksibilitas untuk bersaing di berbagai disiplin motorsport. Barnicoat, yang finis bersama Verstappen, menyebut penampilan rekannya itu luar biasa. โMax menjalani stint terakhir yang luar biasa, menyalip 15 mobil dan membawa kami ke posisi kesembilan. Itu sangat mengesankan,โ ujarnya.
Meski demikian, hasil ini tidak serta-merta mengalihkan fokus Verstappen dari Formula 1. Kontraknya bersama Red Bull Racing masih menjadi topik hangat, dan jadwal F1 yang padat akan membatasi partisipasinya di ajang lain. Namun, sinyal ketertarikan pada balap GT bisa menjadi pertimbangan untuk masa depan, terutama setelah ia pensiun dari F1 nanti. Sejumlah pembalap top sebelumnya juga menjajal ajang ketahanan seperti Le Mans 24 Hours atau GT World Challenge sebagai transisi karier.
Di Indonesia, antusiasme terhadap balap GT memang belum sebesar MotoGP atau F1. Namun, kehadiran nama sebesar Verstappen di kompetisi ini berpotensi menarik perhatian penggemar lokal, terutama melalui platform digital. Ajang seperti GT World Challenge Europe bisa menjadi alternatif tontonan bagi pecinta motorsport yang ingin melihat aksi pembalap F1 di luar lintasan grand prix. Apalagi, beberapa pembalap Indonesia mulai merintis karier di balap mobil, sehingga eksposur terhadap kompetisi internasional semacam ini bisa menjadi inspirasi.
Pertanyaannya, apakah Verstappen akan kembali tampil di GT World Challenge musim ini? Tim Verstappen Racing belum memberikan konfirmasi jadwal. Namun, jika melihat antusiasme dan performa apiknya di Portimao, bukan tidak mungkin ia akan menyempatkan diri di sela-sela komitmen F1. Yang jelas, debutnya telah menambah warna baru dalam peta persaingan balap ketahanan Eropa.



