Manchester United Incar Troy Parrott Rp1,2 Triliun, Sinyal Putus Asa di Tengah Badai Cedera Sesko
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan serius memantau striker Republik Irlandia Troy Parrott yang kini berseragam Real Betis.
- Klausul rilis Parrott mencapai €80 juta atau sekitar Rp1,2 triliun, angka yang membuat Betis berada di posisi tawar kuat.
- Rentetan cedera Benjamin Sesko disebut menjadi pemicu utama Setan Merah kembali berburu penyerang tengah.

Manchester United dilaporkan tengah menjajaki langkah besar untuk mendatangkan Troy Parrott, striker Republik Irlandia yang kini memperkuat Real Betis, di tengah krisis hasil dan badai cedera yang menerpa lini depan mereka. Ketertarikan ini muncul saat posisi manajer Michael Carrick mulai digoyang setelah lima pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi.
Menurut laporan yang dikutip Sport Witness, tim pemandu bakat United telah dikirim untuk memantau langsung penampilan Parrott. Pemain berusia 24 tahun itu bergabung dengan Betis pada musim panas lalu dengan nilai sekitar €20 juta setelah mencatatkan musim luar biasa bersama AZ Alkmaar. Namun, upaya memboyongnya ke Old Trafford tidak akan murah. Parrott disebut memiliki klausul pelepasan senilai €80 juta atau setara £69 juta, dan Betis dipastikan akan bersikeras pada angka tersebut dalam setiap negosiasi.
Ketajaman Parrott menjadi alasan utama ketertarikan United. Bersama AZ musim lalu, ia mencetak 31 gol dan 12 assist dalam 48 penampilan. Konsistensi dan kontribusi golnya selama 18 bulan terakhir dinilai sebagai peningkatan kualitas dibandingkan Benjamin Sesko, striker Slovenia yang baru didatangkan sebagai ujung tombak utama. Sesko tercatat telah absen lebih dari 100 hari dalam kurun waktu sedikit lebih dari satu tahun sejak bergabung akibat cedera lutut dan tulang kering. Ia baru sekali menjalani lima pertandingan liga secara beruntun sejak awal musim lalu.
Kondisi Sesko diperparah dengan pernyataan terbaru Carrick yang tidak memberikan kejelasan. "Ben masih menjalani beberapa pemeriksaan sebelum kami memperbarui soal tenggat waktu. Kami berusaha jelas dengan situasinya. Ia masih sedikit lebih jauh, tapi ketika kami tahu, kami akan memberi tahu," ujar Carrick seperti dikutip. Ketidakpastian ini memaksa manajemen United kembali aktif di pasar untuk mencari penyerang nomor sembilan baru.
Tekanan terhadap Carrick semakin berat setelah kekalahan dari Atletico Madrid. Lisandro Martinez secara terbuka mempertanyakan performa tim, sementara masa depan talenta muda JJ Gabriel juga menjadi distraksi tambahan. Meski demikian, Carrick menegaskan fokusnya bukan pada posisinya sendiri. "Saya tidak butuh hasil. Kita semua butuh hasil. Ini bukan tentang saya. Manchester United lebih besar dari individu, jadi tolong, saya tidak setiap hari memikirkan diri saya. Ini bukan tentang pemain mana pun; ini tentang klub ini dan sejarahnya," tegasnya.
Sejumlah nama pelatih top seperti Antonio Conte, Fabian Hurzeler, Eddie Howe, dan Julian Nagelsmann sempat dikaitkan dengan kursi panas Old Trafford. Namun, pakar transfer Fabrizio Romano menegaskan bahwa United belum melakukan pembicaraan dengan pelatih mana pun. "Manchester United, per hari ini, tidak sedang bernegosiasi dengan pelatih lain karena mereka masih mendukung dan mempercayai Michael Carrick," ujarnya. Alih-alih mengganti pelatih, United memilih memperkuat skuad untuk Carrick.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menjadi pengingat bahwa klub-klub besar Eropa semakin berani mengeluarkan dana besar untuk pemain yang belum terbukti di liga top, seperti halnya sejumlah klub Tanah Air yang mulai melirik pemain muda berbakat dari liga-liga berkembang. Kebijakan United mendatangkan Parrott dari Betis—klub yang juga menaungi pemain Indonesia seperti Rizky Ridho dalam rumor transfer—menunjukkan bahwa pasar pemain kini semakin terbuka, dan klub Indonesia dituntut lebih cermat dalam menilai potensi serta nilai jual kembali seorang pemain.
Dengan jendela transfer yang masih menyisakan waktu, langkah United mendatangkan Parrott akan menjadi ujian bagi arah kebijakan klub di bawah Carrick. Apakah manajemen akan berani menebus klausul €80 juta demi stabilitas lini depan, atau justru memilih opsi lain yang lebih murah? Sementara itu, performa Parrott bersama Betis akan terus menjadi sorotan, dan setiap golnya bisa mempercepat atau memperlambat kepindahannya ke Old Trafford.



