Klaim Eks Pelatih Kiper Chelsea: Yassine Sudah 'Praktis' Milik The Blues
Baca dalam 60 detik
- Christophe Lollichon menyebut Gessime Yassine, winger muda Strasbourg, sudah hampir pasti berseragam Chelsea.
- Hubungan erat Chelsea dan Strasbourg di bawah BlueCo memudahkan transfer pemain muda tanpa hambatan berarti.
- Langkah ini menegaskan strategi jangka panjang Chelsea yang mengutamakan talenta potensial ketimbang kebutuhan instan.

Mantan pelatih kiper Chelsea, Christophe Lollichon, melontarkan pernyataan mengejutkan soal masa depan Gessime Yassine. Menurutnya, winger Strasbourg itu sudah “praktis” menjadi milik Chelsea, meski belum ada pengumuman resmi dari klub mana pun.
Ucapan tersebut muncul dalam wawancara dengan Ouest France yang membahas kemampuan Dunkirk menemukan dan mengembangkan pemain. “Hari ini Gessime Yassine bermain untuk Strasbourg, tapi dia praktis sudah di Chelsea,” kata Lollichon, seperti dikutip dari Football FanCast.
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Chelsea dan Strasbourg berada di bawah kendali BlueCo, konglomerat yang juga menaungi sejumlah klub lain. Relasi ini memungkinkan perpindahan pemain muda dari Strasbourg ke London dengan proses yang lebih mulus, termasuk soal harga dan waktu transfer.
Yassine sendiri baru bergabung dengan Strasbourg pada Januari lalu dari Dunkirk. Ia menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga 2030. Pemain berusia 20 tahun itu berposisi sebagai winger kanan dengan kaki kiri, gemar menusuk ke pertahanan lawan, menciptakan peluang, dan bergerak ke dalam menuju gawang.
Reputasi Yassine kian menanjak setelah ia membela Maroko di Piala Dunia musim panas lalu. Dalam laga fase grup melawan Haiti, ia menyumbang satu gol dalam kemenangan 4-2. Penampilan itu menegaskan kapasitasnya sebagai talenta muda yang siap bersaing di level internasional.
Chelsea sebenarnya sudah memiliki sejumlah winger muda berbakat seperti Estevao dan Geovany Quenda. Namun, model rekrutmen klub di bawah BlueCo memang tidak pernah terpaku pada kebutuhan tim utama semata. Mereka cenderung mengumpulkan pemain muda dengan potensi besar, lalu mengembangkan atau meminjamkan mereka sebelum mengambil keputusan akhir.
Pola ini sudah beberapa kali diterapkan. Strasbourg menjadi semacam laboratorium bagi Chelsea untuk memberi pemain muda menit bermain reguler di liga Prancis. Jika performa mereka meyakinkan, barulah Chelsea mempertimbangkan untuk menarik mereka ke Premier League. Yassine dinilai cocok dengan profil tersebut: muda, teknis, sudah teruji di liga top Eropa, dan punya pengalaman internasional.
Di sisi lain, Chelsea saat ini tengah fokus menghadapi Everton pada lanjutan Premier League akhir pekan ini. Pasukan Xabi Alonso baru saja meraih kemenangan terbesar musim ini dengan skor 5-1 atas Bournemouth di Stamford Bridge. Joao Pedro dan Jordan Henderson masing-masing mencetak dua gol, sementara Morgan Rogers turut menyumbang satu gol.
Kemenangan itu membawa Chelsea kembali ke zona Eropa. Kini mereka akan bertandang ke Hill Dickinson Stadium dengan poin sama dengan Everton, yakni sepuluh dari enam pertandingan. Everton sendiri berada di peringkat kelima, unggul selisih gol atas Chelsea, dan belum terkalahkan di liga musim ini.
Namun, catatan pertemuan kedua tim kurang berpihak kepada Chelsea. Dari sembilan kunjungan terakhir ke Everton di liga, Chelsea hanya menang sekali dan gagal mencetak gol dalam tujuh laga di antaranya. Laga terakhir Everton berakhir imbang 2-2 di Hull City.
Alonso juga harus menghadapi absennya kapten Reece James yang baru menjalani operasi cedera lutut akibat insiden di latihan. Jamie Gittens dan Emmanuel Emegha juga tidak tersedia. Meski demikian, kembalinya Moisés Caicedo memberi tambahan kekuatan di lini tengah. Palmer, Rogers, dan Joao Pedro tetap menjadi andalan di lini depan.
“Hari ini Gessime Yassine bermain untuk Strasbourg, tapi dia praktis sudah di Chelsea.” — Christophe Lollichon, mantan pelatih kiper Chelsea
Bagi Chelsea, pernyataan Lollichon mungkin hanya soal waktu. Klub memiliki kendali penuh atas Strasbourg, sehingga transfer Yassine bisa direalisasikan kapan saja tanpa hambatan berarti. Yang menjadi pertanyaan, apakah Chelsea akan segera mempromosikannya ke tim utama atau tetap membiarkannya berkembang di Prancis untuk sementara waktu.
Langkah selanjutnya akan bergantung pada kebutuhan skuad dan performa Yassine bersama Strasbourg. Jika ia terus menunjukkan perkembangan, bukan tidak mungkin ia menyusul Estevao dan Quenda ke London dalam waktu dekat. Sementara itu, Chelsea harus fokus mencuri poin di markas Everton agar momentum kemenangan atas Bournemouth tidak sia-sia.



