Francis Lawrence Garap Film Red Rising, Bawa Dystopia Mars ke Layar Lebar
Baca dalam 60 detik
- Francis Lawrence, sutradara franchise The Hunger Games, akan menyutradarai adaptasi film Red Rising karya Pierce Brown untuk Paramount Pictures.
- Justin Rhodes, yang sebelumnya bekerja sama dengan Lawrence di Bioshock, ditunjuk menulis naskah, sementara Brown sendiri bertindak sebagai produser eksekutif.
- Proyek ini berpotensi memperluas pasar film distopia di Indonesia, meski tanggal rilis dan jadwal produksi belum diumumkan.

Francis Lawrence, sosok di balik kesuksesan film-film The Hunger Games, kembali ke dunia distopia. Kali ini ia akan menyutradarai adaptasi layar lebar dari seri novel Red Rising karya Pierce Brown untuk Paramount Pictures, seperti dikonfirmasi The Hollywood Reporter.
Red Rising pertama kali terbit pada 2014 dan langsung menjadi fenomena di kalangan pembaca fiksi ilmiah. Ceritanya berlatar masa depan di Mars, mengikuti Darrow, seorang penambang muda dari kasta rendah yang menyusun rencana balas dendam setelah kekasihnya tewas. Darrow menyusup ke jajaran elit Golds, kasta penguasa, untuk meruntuhkan sistem kelas yang menindas.
Proyek ini menandai langkah strategis Paramount untuk meraih kembali pasar film distopia yang sempat lesu. Kesuksesan The Hunger Games dan Divergent pada dekade lalu menunjukkan bahwa genre ini memiliki basis penggemar setia. Namun, beberapa tahun terakhir, minat terhadap adaptasi novel distopia menurun. Kehadiran Lawrence, yang dianggap berhasil membawa The Hunger Games menjadi waralaba global, diharapkan bisa mengangkat kembali genre tersebut.
Justin Rhodes, penulis naskah yang sebelumnya bekerja dengan Lawrence pada adaptasi Bioshock untuk Netflix, dipercaya menggarap skrip. Keterlibatan Brown sebagai produser eksekutif juga menjadi sinyal bahwa adaptasi ini akan menjaga integritas cerita asli. Lawrence akan memproduseri bersama Cameron MacConomy dan Francesco Goedhuis.
Bagi industri film Indonesia, proyek ini bisa menjadi cermin bagaimana adaptasi karya sastra populer dapat membangun waralaba yang kuat. Beberapa tahun terakhir, film-film Indonesia mulai melirik genre distopia dan fiksi ilmiah, meski belum ada yang seambisius Red Rising. Kehadiran film ini di pasar global diharapkan memantik minat studio lokal untuk mengeksplorasi cerita-cerita serupa.
"Musik adalah bagian besar dari Hunger Games. Bisa menyuarakan apa yang sutradara lihat dari karakter-karakter ini, apa yang Suzanne Collins tulis, dan mencoba menyamainya adalah tugas besarโtapi tantangan yang menyenangkan," ujar Noah Kahan, musisi yang mengisi lagu untuk film Sunrise on the Reaping, kepada Billboard.
Lawrence sendiri sedang bersiap merilis The Hunger Games: Sunrise on the Reaping, yang akan tayang bulan depan. Film itu diiringi lagu dari Noah Kahan berjudul Draw You Out, yang menurut Kahan dibuat dengan penuh pertimbangan untuk menghormati karakter Haymitch Abernathy muda dan kekasihnya, Lenore Dove. Sebelumnya, penyanyi seperti Taylor Swift, Lorde, Coldplay, dan Olivia Rodrigo juga pernah menyumbang lagu untuk franchise tersebut.
Meski demikian, belum ada informasi resmi mengenai jadwal produksi Red Rising. Apakah film ini akan mampu mengulang kejayaan The Hunger Games, atau justru tenggelam di tengah pasar yang sudah jenuh dengan cerita distopia? Yang jelas, langkah Lawrence dan Paramount ini akan menjadi ujian bagi masa depan genre fiksi ilmiah distopia di Hollywood.



