Raum Peringatkan Bayern yang Terluka: Leipzig Datang dengan Dada Tegak
Baca dalam 60 detik
- David Raum menilai Bayern Munich yang tengah terpuruk justru lebih berbahaya jelang duel Bundesliga akhir pekan ini.
- Dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan membuat Leipzig percaya diri menantang raksasa Bavaria di Allianz Arena.
- Kemenangan atas PSV di Liga Champions menjadi suntikan energi bagi Leipzig untuk menghadapi jadwal padat dan tekanan laga besar.

David Raum tidak mau terjebak dalam narasi bahwa Bayern Munich sedang rapuh. Kapten RB Leipzig itu justru melihat situasi tersebut sebagai ancaman tersendiri menjelang lawatan ke Allianz Arena pada lanjutan Bundesliga akhir pekan ini. Menurutnya, tim asuhan Vincent Kompany yang baru saja gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir—masing-masing melawan Augsburg dan wakil Denmark, Viking—akan tampil dengan amarah yang membara, bukan dengan keraguan.
Pernyataan Raum ini disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan Bundesliga.com, di mana ia juga membahas perkembangan kariernya, sosok pelatih Martin Demichelis, hingga pengalaman singkatnya bersama pelatih tim nasional Jerman, Jürgen Klopp. Bagi Leipzig, laga ini bukan sekadar ujian konsistensi, melainkan peluang emas untuk mempertegas posisi mereka di papan atas klasemen.
“Saya tidak tahu apakah ada waktu yang tepat untuk menghadapi Bayern. Jika mereka sedang kesulitan, mereka mungkin marah dan ingin menang di kandang. Jika mereka sedang dalam mood bagus, mungkin mereka sedang mengalir. Jadi saya tidak tahu apakah ada momen yang tepat untuk melawan mereka,” ujar Raum, seperti dikutip dari laman resmi Bundesliga.
Meski demikian, Leipzig datang dengan modal berharga. Dua kemenangan besar terakhir—termasuk kemenangan 6-0 atas Eintracht Frankfurt di Bundesliga—tanpa sekalipun kebobolan menjadi bukti bahwa tim asuhan Demichelis sedang dalam performa terbaik. Kemenangan di Liga Champions atas PSV Eindhoven pada tengah pekan lalu juga menambah energi positif di ruang ganti.
Kemenangan atas PSV, menurut Raum, bukan hanya soal tiga poin, melainkan soal kepercayaan diri yang sempat goyah. “Itu bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh tim dan klub. Kami tidak memulai musim Liga Champions dengan sempurna, jadi kemenangan di kandang dan tiga poin pertama sangat penting. Kami sangat senang, dan itu memberi kami energi untuk pertandingan-pertandingan penting berikutnya,” jelasnya.
Di balik performa impresif Leipzig, sosok Demichelis menjadi figur sentral. Raum menyebut pelatih asal Argentina itu memiliki energi luar biasa yang menular ke seluruh skuad. “Dia selalu siap memberikan pidato intens, baik secara individu maupun tim. Dia selalu membantu, berbicara dengan kami, dan tetap dekat dengan tim. Saya sangat menyukai energinya dan semangat Argentina-nya. Dia membawa itu ke dalam tim, dan bagi saya pribadi, saya menyukai tipe pelatih seperti ini,” puji Raum.
Laga melawan Bayern juga menjadi momen istimewa bagi Raum secara pribadi. Kemenangan 6-0 atas Frankfurt pekan lalu adalah pertandingan kompetitif ke-150 baginya bersama Leipzig. “Itu menyenangkan. Setelahnya, saya makan malam bersama teman-teman terdekat dan istri saya di Leipzig. Menang 6-0 di pertandingan ke-150 juga sangat spesial. Saya sudah lama di sini, meski rasanya tidak selama itu. Saya tumbuh di sini sebagai pemain dan sebagai pribadi,” kenangnya.
Dalam wawancara tersebut, Raum juga mengungkapkan kekagumannya pada Jürgen Klopp, yang kini menjabat sebagai pelatih tim nasional Jerman. “Dia adalah sosok yang selalu memberikan 100 persen di pinggir lapangan dan di lapangan. Seluruh timnya selalu memberikan 100 persen. Saya melihat diri saya sebagai pemain dengan mentalitas kuat dan fisik yang selalu memberikan 100 persen. Itu sudah ada dalam DNA saya. Jadi mungkin saya cocok dengan ide permainannya,” kata Raum.
Ia mengaku sempat menghabiskan waktu sekitar sepekan bekerja dengan Klopp dan terkesan dengan cara pelatih berusia 57 tahun itu memberikan energi dari pinggir lapangan. “Saya sangat menikmatinya. Jika Anda bilang saya cocok, itu pujian besar bagi saya,” tambahnya.
Menariknya, di luar lapangan, Raum memiliki minat besar pada psikologi. Ia bahkan mengaku sempat berpikir untuk mengambil studi psikologi jika karier sepak bolanya tidak berjalan mulus. “Saya selalu tertarik pada psikologi dan bekerja dengan orang. Memahami bagaimana orang berpikir, bagaimana mereka berjuang dalam hidup, dan bagaimana membantu mereka itu sangat menarik,” ujarnya.
Minat ini rupanya ia terapkan di ruang ganti. “Kami punya psikolog yang sangat baik di sini, tapi kadang-kadang saya juga membantunya, terutama dengan berbicara kepada pemain muda. Saya membantu mereka dengan memberikan tips tentang cara menghadapi tekanan bermain setiap tiga hari,” jelas Raum.
Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin berkarier di dunia sepak bola setelah pensiun. “Tidak, sama sekali tidak. Saya tidak ingin bekerja di sepak bola setelahnya. Mungkin saya akan melakukan hal lain dan membantu beberapa pemain yang saya kenal, atau teman yang punya agensi sepak bola. Tapi saya hanya akan membantu. Saya tidak melihat diri saya bekerja di klub, menjadi pelatih, asisten, atau bekerja di studio TV,” tegasnya.
Dengan modal dua kemenangan beruntun dan semangat yang membara, Leipzig siap memberikan kejutan di Allianz Arena. Namun, Bayern yang sedang terluka justru bisa menjadi lawan yang paling berbahaya. Akankah Leipzig mampu memanfaatkan momentum, atau justru Bayern yang bangkit dan membuktikan bahwa mereka masih penguasa Bundesliga? Jawabannya akan terlihat di lapangan hijau akhir pekan nanti.



