PSIM vs PSM: Duel Tim Papan Bawah di BRI Super League, Siapa Berani Bangkit?
Baca dalam 60 detik
- PSIM Yogyakarta menjamu PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026) pukul 15.30 WIB, dalam laga krusial bagi kedua tim yang belum meraih kemenangan.
- Kedua klub sama-sama menelan kekalahan telak pekan lalu: PSIM dihajar Persija 0-4, sementara PSM takluk 0-3 dari PSS Sleman.
- Tambahan tiga poin menjadi harga mati untuk mengangkat posisi di klasemen dan memulihkan moral pemain yang tengah terpuruk.

PSIM Yogyakarta akan menjamu PSM Makassar pada lanjutan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026) pukul 15.30 WIB. Laga ini menjadi momentum krusial bagi kedua tim yang sama-sama belum merasakan kemenangan dalam empat pertandingan pembuka musim ini.
Kedua kubu datang dengan luka yang sama dalam: PSIM baru saja dihancurkan Persija Jakarta dengan skor 0-4 pada Sabtu (10/10/2026), sementara PSM takluk 0-3 dari PSS Sleman sehari berselang. Kekalahan telak tersebut tidak hanya menempatkan mereka di papan bawah klasemen, tetapi juga menggerus kepercayaan diri pemain dan staf pelatih.
Bagi PSIM, tekanan tambahan datang dari status tuan rumah. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Bantul menuntut respons instan. Kekalahan dari Persija memperlihatkan rapuhnya lini belakang Laskar Mataram, yang kebobolan empat gol tanpa balas. Sementara PSM, yang dikenal dengan gaya permainan disiplin, justru tampil mengecewakan melawan PSS. Dua kekalahan berturut-turut dengan margin minimal tiga gol menjadi alarm serius bagi kedua tim.
Duel ini diprediksi berlangsung ketat dan penuh tensi. Kedua pelatih kemungkinan besar melakukan perombakan strategi untuk menutup celah yang terlihat pada laga sebelumnya. PSIM perlu memperkuat transisi bertahan, sedangkan PSM harus lebih tajam dalam penyelesaian akhir. Tambahan tiga poin tidak sekadar memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga menjadi suntikan moral yang krusial sebelum memasuki pekan-pekan berikutnya.
"Pertemuan dua tim papan bawah ini diprediksi berlangsung ketat," demikian catatan redaksi Bola.com, menggarisbawahi bahwa kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk mengakhiri tren negatif.
Menariknya, persiapan PSIM menjelang musim ini sempat menyita perhatian publik. Jajaran manajemen PSIM Yogyakarta melakukan audiensi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, pada Kamis (27/8/2026). Pertemuan itu menandakan besarnya dukungan pemerintah daerah terhadap klub, sekaligus menambah beban ekspektasi agar PSIM tampil lebih baik di kompetisi domestik.
Dari sisi PSM, perjalanan ke Bantul menjadi ujian mental tersendiri. Tim berjuluk Juku Eja itu harus bangkit dari keterpurukan di kandang sendiri. Pelatih PSM dituntut mampu meracik komposisi yang lebih solid, terutama di lini tengah, agar tidak kembali kecolongan. Jika kembali menelan kekalahan, posisi mereka di zona degradasi akan semakin mengkhawatirkan.
Bagi penggemar sepak bola nasional, laga ini bisa menjadi barometer apakah kedua tim mampu keluar dari krisis atau justru semakin terpuruk. BRI Super League 2026/2027 baru berjalan empat pekan, tetapi tekanan sudah terasa. Kemenangan akan menjadi obat mujarab untuk mengembalikan kepercayaan diri, sementara kekalahan bisa memicu gejolak internal, termasuk spekulasi soal masa depan pelatih.
Pertanyaannya, siapa yang lebih berani mengambil inisiatif dan keluar dari tekanan? Jawabannya akan tersaji di Stadion Sultan Agung. Bagi PSIM dan PSM, laga ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan pembuktian bahwa mereka masih layak bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.



