RB Leipzig Incar Kejutan di Allianz Arena: Modal Nkunku-Nusa dan Rekor Apik di Munich
Baca dalam 60 detik
- RB Leipzig membawa modal tiga kemenangan beruntun dan duet Christopher Nkunku-Antonio Nusa yang paling produktif di Bundesliga jelang lawatan ke markas Bayern Munich.
- Bayern di bawah asuhan Vincent Kompany tengah limbung: kehilangan poin lebih cepat dari musim lalu, dengan penyelesaian akhir yang kurang efisien.
- Dua dari tiga kemenangan Leipzig atas Bayern dalam 25 pertemuan terjadi di Allianz Arena, memberi sinyal bahwa kejutan bukan hal mustahil.

RB Leipzig akan menghadapi ujian terberat musim ini ketika bertandang ke markas Bayern Munich di Allianz Arena pada pekan keenam Bundesliga. Tim asuhan Martin Demichelis itu datang dengan tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk kemenangan 1-0 atas PSV Eindhoven di Liga Champions, dan optimisme tinggi bahwa mereka bisa mencuri poin dari sang juara bertahan.
Bayern memang masih memimpin daftar top skor Bundesliga dengan 16 gol, hanya unggul satu gol atas Leipzig. Namun, catatan Leipzig sendiri menyamai rekor klub pada fase awal musim: 15 gol dalam lima pertandingan. Sebanyak 14 gol tercipta di Red Bull Arena, tetapi Demichelis yakin anak asuhnya mampu mencetak gol di laga tandang. "Klub besar punya ambisi besar," ujar pelatih asal Argentina itu usai Leipzig menghancurkan Eintracht Frankfurt 6-0. "Kami harus menunjukkan keberanian dan keyakinan yang sama seperti di tiga laga kandang terakhir, tetapi kali ini di kandang lawan."
Kekuatan utama Leipzig musim ini terletak pada duet serang Christopher Nkunku dan Antonio Nusa. Nkunku, yang kembali dengan status pinjaman dari Chelsea, telah mencetak empat gol dan satu assist, sementara Nusa menambahkan tiga gol dan tiga assist. Keduanya terlibat dalam sembilan dari 15 gol Leipzig, dan total 11 kontribusi gol mereka menjadikan mereka duet paling produktif di Bundesliga saat ini. Demichelis bahkan menyebut Nusa sebagai "salah satu winger terbaik di Eropa saat ini". Sebagai perbandingan, trio Bayern—Michael Olise, Harry Kane, dan Ismael Saibari—masing-masing baru mengoleksi lima kontribusi gol.
Efisiensi penyelesaian akhir menjadi pembeda krusial. Metrik finishing efficiency dari Bundesliga Match Facts menunjukkan Bayern underperform dengan -1,5, sementara Leipzig overperform +1,1. Artinya, Leipzig lebih klinis dalam memanfaatkan peluang. Nkunku membuktikannya dengan hat-trick ke gawang Frankfurt pada pekan kelima. Melawan Bayern yang pertahanannya baru kebobolan empat gol, insting predator Nkunku akan sangat dibutuhkan karena peluang mungkin jarang datang.
Di sisi lain, Bayern sedang tidak dalam performa terbaik. Mereka menghasilkan xG 5,9 dari 42 tembakan dalam dua laga melawan Schalke (0-0) dan Augsburg (2-2), dan telah kehilangan poin sebanyak yang mereka alami sepanjang paruh pertama musim lalu. Dalam dua pertandingan kompetitif terakhir, Bayern kebobolan lima gol, termasuk hasil imbang 3-3 melawan Viking di Liga Champions. Kompany menghadapi tekanan untuk segera membenahi lini belakang dan ketajaman lini depan.
"Klub besar punya ambisi besar. Kami harus menunjukkan keberanian dan keyakinan yang sama seperti di tiga laga kandang terakhir, tetapi kali ini di kandang lawan." — Martin Demichelis, pelatih RB Leipzig
Secara historis, Bayern masih mendominasi dengan 14 kemenangan dari 25 pertemuan, hanya kalah tiga kali. Namun, dua dari tiga kekalahan itu terjadi di Allianz Arena: Leipzig menang 3-1 di Bundesliga 2023 dan 3-0 di Supercup. Rekor tersebut menjadi modal psikologis bahwa Leipzig mampu menaklukkan atmosfer Allianz Arena. Dengan momentum tiga kemenangan beruntun, Leipzig berpeluang besar memberikan kejutan.
Pertanyaan besarnya: apakah Leipzig bisa mengakhiri dominasi Bayern di kandang sendiri, ataukah Bayern akan bangkit dan menunjukkan kelasnya sebagai juara bertahan? Laga ini akan menjadi ujian taktis bagi Demichelis dan Kompany, sekaligus penentu arah persaingan gelar Bundesliga musim ini.



