Adele Ternyata Pernah Rapping Gaya Nicki Minaj di Lagu Tinie Tempah, tapi Tak Dirilis
Baca dalam 60 detik
- Tinie Tempah mengungkap Adele merekam bagian rap untuk versi tak dirilis dari lagu hitnya tahun 2011, Earthquake.
- Gaya rap Adele saat itu meniru Nicki Minaj, namun rekaman tersebut tidak pernah melihat cahaya terang.
- Peluncuran album baru Tinie, The Night's Not Dead, juga menyoroti krisis venue musik di Inggris yang terus berkurang.

Rapper asal Inggris Tinie Tempah mengejutkan publik dengan pengakuan bahwa Adele pernah mencoba kemampuan rap-nya. Dalam wawancara dengan kolom Bizarre di The Sun, Tinie mengungkapkan bahwa penyanyi bernama lengkap Adele Laurie Blue Adkins itu merekam bagian rap untuk versi awal dari singelnya yang dirilis pada 2011, "Earthquake", yang merupakan kolaborasi dengan Labrinth. Namun, rekaman tersebut tidak pernah disertakan dalam versi final dan hingga kini masih tersimpan rapat.
Menurut Tinie, saat itu Adele sedang berada di studio ketika ia dan Labrinth menggarap "Earthquake". Adele yang tengah menikmati popularitas Nicki Minaj mencoba menirukan gaya rap rapper tersebut. "Dia benar-benar menyukai Nicki Minaj dan memiliki rap-rap bergaya Nicki Minaj," ujar Tinie seperti dikutip dari The Sun. Meski demikian, ketika ditanya apakah versi Adele itu akan dirilis mengingat lagu tersebut akan genap berusia 15 tahun, Tinie tampak ragu. "Ya ampun, mari kita lihat apakah dia mengizinkannya. Kita lihat saja," katanya.
Kisah ini muncul bersamaan dengan kembalinya Tinie Tempah ke dunia musik setelah sembilan tahun absen. Album barunya, The Night's Not Dead, dirilis sebagai sebuah pengalaman tiga bagian: 9PM, 12AM, dan 3AM, masing-masing mewakili nuansa emosional berbeda dari sebuah malam liburan. Proyek ini lahir dari keprihatinan Tinie terhadap industri kehidupan malam di Inggris yang kian tergerus. Data dari Night Time Industries Association (NTIA) mencatat bahwa 14 bisnis ekonomi malam menghilang dari daftar operasional Inggris setiap pekan.
Dalam pernyataannya, Tinie menegaskan bahwa album ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah narasi tentang pentingnya ruang berkumpul. "Dengan situasi yang serba tidak pasti dan perpecahan yang memuncak, saya tertarik menciptakan dunia inklusif yang bisa dirasakan semua orang. The Night's Not Dead adalah cara saya bercerita tentang kekuatan dan keseruan malam," tuturnya. Ia juga menyoroti hilangnya venue-venue yang menjadi tempat tumbuh banyak artis, termasuk dirinya. "Tempat-tempat yang memberi banyak artis, termasuk saya, ruang untuk berkembang kini menghilang, dan proyek ini adalah perayaan untuk ruang-ruang itu serta orang-orang yang menjaganya tetap hidup."
Semangat itu juga diwujudkan melalui kerja sama dengan Music Venue Trust dan Save Our Scene, dua organisasi yang aktif menyoroti krisis venue independen di Inggris. Tinie menggelar pertunjukan intim dan panggung bawah tanah untuk menyambung kembali hubungan dengan penggemar dan ruang akar rumput yang membentuk musik Inggris. Ia juga akan memulai tur UK/EU pada 16 November mendatang, dimulai dari Stockholm, dan berlanjut ke Roundhouse London pada 3 Desember.
Bagi penggemar musik Indonesia, kisah ini menjadi cermin bahwa industri musik live di berbagai belahan dunia, termasuk Tanah Air, menghadapi tantangan serupa: ruang tampil yang terdesak oleh komersialisasi dan perubahan perilaku penonton. Sementara itu, peluang mendengar Adele nge-rap mungkin masih jauh dari harapan. Namun, jika benar dirilis, momen itu bisa menjadi kejutan langka dalam karier penyanyi yang dikenal dengan balada emosionalnya. Akankah rekaman tersebut akhirnya menemukan jalannya ke publik, atau tetap menjadi rahasia studio yang terkubur?



