Sunderland Untung Besar: Sadiki Kini Bernilai £57 Juta, Tiga Kali Lipat Harga Belinya
Baca dalam 60 detik
- Noah Sadiki dibeli Sunderland seharga £15 juta dari Union Saint-Gilloise, kini dihargai €67 juta (£57 juta) oleh CIES Football Observatory.
- Gelandang 21 tahun asal DR Congo itu menjadi pemain paling bernilai di klub, melampaui Brian Brobbey yang juga moncer.
- Chelsea dikabarkan mulai memantau, membuka potensi perang harga di bursa transfer mendatang.

Harga jual Noah Sadiki di pasar transfer kini menyentuh €67 juta atau sekitar £57 juta, menurut perhitungan CIES Football Observatory. Angka itu menempatkan gelandang 21 tahun asal Republik Demokratik Kongo tersebut sebagai aset paling mahal di skuad Sunderland, melampaui striker Brian Brobbey yang selama ini dianggap sebagai pembelian paling menguntungkan. Padahal, The Black Cats hanya mengeluarkan £15 juta untuk memboyongnya dari Union Saint-Gilloise pada musim panas lalu.
Lonjakan valuasi itu bukan tanpa dasar. Pada musim debutnya di Premier League, Sadiki langsung dipercaya tampil sebagai starter dalam 33 pertandingan. Ia menjelma menjadi motor lini tengah Regis Le Bris dengan kemampuan menjelajah lapangan, memenangi duel, dan memutus serangan lawan. Julukan 'Mini Kante' yang melekat padanya di Belgia perlahan terbukti di Inggris.
Yang menarik, kontribusinya kini mulai bergeser. Musim lalu ia nyaris tidak menciptakan peluang besar, tetapi musim ini ia sudah mencatat dua 'big chance' hanya dalam beberapa laga. Rata-rata 1,2 umpan kunci per pertandingan menunjukkan peran barunya sebagai penghubung antara lini tengah dan depan. Sementara itu, catatan dua tekel dan intersepsi per game serta hanya 0,3 kali dilewati lawan menegaskan bahwa sisi defensifnya tetap solid.
Keputusan Sunderland mendatangkan Sadiki merupakan bagian dari strategi rekrutmen yang lebih luas. Klub yang baru promosi itu juga sukses menggaet Brobbey dari Ajax dengan harga £17,3 juta, serta sejumlah nama lain yang langsung berkontribusi. Hasilnya, mereka tidak hanya bertahan di Premier League, tetapi juga menembus kompetisi Eropa. Bahkan, sempat muncul harapan tipis untuk finis di zona Liga Champions.
"Sadiki adalah contoh sempurna bagaimana klub papan tengah bisa memanfaatkan data dan pengamatan mendalam untuk menemukan pemain bernilai tinggi dengan harga murah," ujar seorang analis transfer yang enggan disebut namanya.
Minat dari klub besar pun mulai muncul. Chelsea, yang kini ditangani Xabi Alonso, dikabarkan tengah memantau perkembangan Sadiki. Ketertarikan itu wajar mengingat usianya yang masih muda dan harga jualnya yang berpotensi terus naik. Jika transfer terjadi, Sunderland berpeluang mencetak keuntungan berlipat hanya dalam hitungan bulan.
Bagi Sunderland, situasi ini menghadirkan dilema klasik. Di satu sisi, mereka ingin mempertahankan pemain kunci untuk bersaing di Eropa. Di sisi lain, tawaran besar bisa menjadi suntikan dana segar untuk memperkuat kedalaman skuad. Dengan kontrak yang masih panjang, posisi klub cukup kuat untuk menolak tawaran di bawah harga pasar.
Ke depan, performa Sadiki bersama Timnas DR Congo di Piala Dunia dan kesiapan fisiknya setelah turnamen akan menjadi faktor penentu. Jika ia kembali ke level terbaik, bukan tidak mungkin valuasinya terus meroket. Pertanyaannya, sampai kapan Sunderland mampu menahan gempuran klub-klub besar?



