Epic Games Store Kembali Bagi-Bagi Dua Game PC Gratis: Horor Animasi Rubber Hose dan Puzzle Mata-Mata
Baca dalam 60 detik
- Epic Games Store menawarkan dua judul PC gratis minggu ini: Bad Cheese dan Agent A, dapat diklaim hingga 22 Oktober pukul 11.00 EDT.
- Bad Cheese mengusung gaya animasi rubber hose era 1920-an dengan sentuhan horor psikologis, sementara Agent A adalah game puzzle bertema mata-mata dengan ulasan sangat positif di Steam.
- Langkah ini memperkuat strategi Epic dalam menarik pengguna ke ekosistemnya, meski bagi gamer Indonesia tetap ada tantangan akses pembayaran dan koneksi.

Epic Games Store kembali menggelar program bagi-bagi game PC gratis. Mulai pekan ini, dua judul dapat diklaim tanpa biaya: Bad Cheese, game horor psikologis beranimasi rubber hose, dan Agent A, game puzzle bertema mata-mata. Keduanya tersedia hingga Kamis, 22 Oktober pukul 11.00 EDT atau sekitar pukul 22.00 WIB.
Penawaran ini bukan sekadar promosi biasa. Epic Games secara konsisten menggunakan taktik "free games" untuk memperluas basis pengguna dan menantang dominasi Steam di pasar distribusi digital PC. Sejak program ini dimulai pada 2018, Epic telah membagikan ratusan judul gratis, mulai dari indie hingga AAA. Langkah tersebut terbukti efektif menarik jutaan akun baru, meski sebagian pengguna hanya mengklaim game lalu kembali ke platform lain.
Bad Cheese menawarkan pengalaman yang tidak biasa. Gaya visualnya meniru animasi rubber hose era 1920-an—lengan lentur, mata tanpa pupil, dan gerakan mengalir—mirip Steamboat Willie. Namun, jangan harap ada keceriaan Disney. Game ini adalah horor psikologis dengan desain karakter yang sengaja dibuat menjijikkan. Pemain berperan sebagai tikus yang menghabiskan akhir pekan sendirian di rumah, sementara keluarganya pergi. Tugasnya menjelajah, membersihkan, dan menghadapi entitas iblis yang ikut menghuni rumah. Kombinasi estetika retro dan tema gelap menjadikannya daya tarik tersendiri bagi penggemar horor eksperimental.
Sementara itu, Agent A menawarkan pengalaman berbeda. Game ini bergaya retro-futuristik dengan misi menyusup ke markas mata-mata musuh yang penuh teka-teki. Pemain dituntut jeli mengamati lingkungan karena petunjuk tersebar di berbagai sudut, mirip mekanisme dalam Blue Prince. Di Steam, Agent A telah mengumpulkan hampir 2.000 ulasan dengan predikat "Overwhelmingly Positive", menandakan kualitas puzzle dan desain level yang solid.
Bagi gamer di Indonesia, penawaran ini tetap relevan meski ada beberapa catatan. Pertama, klaim game di Epic Games Store tidak memerlukan metode pembayaran, sehingga bisa diakses siapa saja yang memiliki akun. Kedua, untuk memainkannya, diperlukan koneksi internet stabil dan spesifikasi PC yang memadai. Bad Cheese dan Agent A tergolong game indie dengan kebutuhan sistem yang tidak terlalu berat, sehingga masih terjangkau bagi pengguna laptop atau PC kelas menengah. Namun, harga game di Epic Games Store yang menggunakan dolar AS sering menjadi kendala ketika diskon berakhir—meski untuk klaim gratis, tidak ada biaya sama sekali.
"Program game gratis Epic Games Store adalah salah satu cara paling agresif untuk membangun loyalitas pengguna. Mereka tidak hanya bersaing lewat harga, tetapi lewat kebiasaan mengklaim game setiap minggu," ujar seorang analis industri game yang tidak ingin disebutkan namanya.
Ke depan, model bagi-bagi game gratis diperkirakan terus menjadi senjata Epic untuk menantang Steam. Bagi pengembang indie, ini bisa menjadi berkah sekaligus tantangan: eksposur meningkat, tetapi potensi pendapatan dari penjualan langsung tergerus. Sementara bagi pemain, pertanyaannya sederhana: apakah dua judul ini cukup menarik untuk menambah tumpukan backlog, atau hanya akan menjadi koleksi yang tidak pernah dimainkan? Yang jelas, selama Epic masih menggelontorkan dana untuk program ini, gamer di seluruh dunia—termasuk Indonesia—bisa terus memanfaatkannya.



