Xbox PC App Baru: Performa Xbox Ally Melonjak, Kapan Rilis?
Baca dalam 60 detik
- Microsoft merombak aplikasi Xbox PC untuk menghilangkan masalah respons navigasi yang dikeluhkan pengguna perangkat genggam.
- Peningkatan performa terlihat signifikan pada perangkat Xbox Ally, dengan hilangnya lag dan antarmuka yang lebih responsif.
- Peluncuran versi stabil diperkirakan kepada Xbox Insiders pada akhir tahun ini, membawa perubahan besar bagi ekosistem gaming PC.

Microsoft tengah menyiapkan pembaruan besar untuk aplikasi Xbox PC yang diklaim mampu mendongkrak performa perangkat genggam Xbox Ally secara signifikan. Uji coba terhadap versi awal aplikasi ini menunjukkan perbaikan menyeluruh pada kecepatan muat dan responsivitas navigasi, menjawab keluhan lama pengguna PC yang selama ini merasa pengalaman bermain di Windows kurang mulus.
Selama beberapa tahun terakhir, aplikasi Xbox PC memang menjadi sorotan karena sering dianggap kalah gesit dibandingkan platform pesaing seperti Steam OS. Kompetisi ketat di ranah sistem operasi gaming ini memaksa Microsoft untuk serius membenahi ekosistem PC mereka, terutama setelah kehadiran perangkat portabel seperti Xbox Ally yang menuntut antarmuka ramah pengguna.
Dalam pengujian terhadap build awal, masalah utama yang paling terasa adalah fenomena "rubber banding"—kursor yang tersangkut dan bergerak secara tidak terduga saat menavigasi daftar game. Hal ini membuat interaksi terasa lambat dan menjengkelkan, terutama saat pengguna harus menunggu beberapa detik hanya untuk berpindah menu. Pada versi baru, keluhan tersebut diklaim telah teratasi sepenuhnya, bahkan pada tahap pengembangan yang masih belum matang.
Penguji yang mencoba versi anyar ini menyebut bahwa perpindahan antar menu kini terasa lebih mulus dan "native" untuk kontroler. Gerakan kursor yang sebelumnya sering melenceng diagonal sudah tidak lagi terjadi, memberikan sensasi navigasi yang lebih presisi seperti pada konsol. Meski fitur baru belum banyak ditambahkan, pihak pengembang dikabarkan berencana menyuntikkan sejumlah pembaruan sebelum peluncuran resmi.
"Peningkatan performa mentah menjadi keuntungan utama. Bahkan pada build awal, masalah rubber banding benar-benar hilang, dan menjelajahi daftar game yang panjang menjadi jauh lebih nyaman," ujar penguji dalam laporannya.
Selain urusan antarmuka, Microsoft masih menghadapi tantangan di sisi ekosistem pengembang. Kasus seperti game Tainted Grail: Fall of Avalon yang sempat merilis dua build berbeda secara bersamaan di Xbox Play Anywhere menunjukkan masih ada celah dalam manajemen distribusi konten. Kejadian ini memungkinkan pengguna mengunduh versi konsol ke PC, yang tentu saja tidak akan berjalan. Masalah semacam ini dinilai tidak akan terjadi di platform pesaing seperti Steam, sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi Microsoft untuk membenahi infrastruktur PC gaming mereka secara keseluruhan.
Ke depannya, pengguna berharap ada lebih banyak opsi kustomisasi, seperti latar belakang khusus dan akses informasi yang lebih cepat di toko digital. Peningkatan fitur pencarian juga menjadi permintaan, meskipun sebagian bergantung pada pelabelan yang dilakukan pengembang. Selain itu, dukungan modding native dan fitur sosial yang lebih baik menjadi beberapa area yang perlu diperhatikan untuk memperkuat posisi Xbox di pasar PC.
Dengan peluncuran yang diperkirakan menyasar Xbox Insiders pada akhir tahun ini, akankah langkah ini cukup untuk mengubah persepsi bahwa Xbox PC masih kalah dari kompetitornya? Waktu yang akan membuktikan, tetapi setidaknya arah perbaikan sudah mulai terlihat.



