Persijap Jepara Pecat Mario Lemos, Dua Pelatih Tumbang dalam Empat Pekan
Baca dalam 60 detik
- Manajemen Persijap Jepara mengakhiri kontrak Mario Lemos setelah kekalahan 1-6 dari Bali United, menandai pemecatan pelatih kedua musim ini.
- Antonio Claudio, asisten pelatih, ditunjuk sebagai caretaker untuk mengarungi masa transisi.
- Dengan empat kekalahan beruntun, Persijap menjadi tim dengan kebobolan terbanyak (11 gol) bersama Isenmulang FC.

Manajemen Persijap Jepara resmi menghentikan kerja sama dengan pelatih kepala Mario Lemos pada Kamis (15/10/2026), hanya empat pekan setelah kompetisi BRI Super League 2026/2027 bergulir. Keputusan ini diambil menyusul kekalahan telak 1-6 dari Bali United, yang memperparah posisi tim di dasar klasemen.
Ini merupakan pemecatan pelatih kedua bagi Persijap dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Sebelumnya, Juan Cortes juga dipecat menjelang pekan ketiga setelah tim menelan dua kekalahan awal. Dengan demikian, Laskar Kalinyamat telah kehilangan dua juru taktik dalam empat pertandingan pertama, sebuah indikasi ketidakstabilan yang jarang terjadi di kompetisi sepak bola profesional.
Keputusan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi klub di media sosial. Manajemen menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh dan upaya pembenahan performa tim yang terpuruk di awal musim. "Keputusan ini merupakan bagian evaluasi dan pembenahan tim demi menjaga arah perjalanan Persijap Jepara dalam menghadapi kompetisi musim ini," demikian bunyi pernyataan klub.
Rentetan hasil buruk tersebut tidak lepas dari persiapan tim yang dinilai tidak ideal. Manajemen dan tim pelatih sebelumnya menghadapi kendala dalam meracik skuad, yang berimbas pada performa di lapangan. Alih-alih tampil kompetitif, Persijap harus menerima kenyataan pahit sebagai salah satu tim dengan pertahanan terburuk.
Untuk sementara, kemudi tim diserahkan kepada Antonio Claudio, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih. Pelatih berkebangsaan Brasil itu bukan sosok asing di lingkungan klub, karena pernah membantu Divaldo Alves pada Desember 2025 dan kemudian mendampingi Mario Lemos dalam misi penyelamatan dari degradasi musim lalu. Penunjukan Claudio sebagai caretaker diharapkan memberikan stabilitas jangka pendek sembari manajemen mencari pelatih permanen.
"Antonio Claudio yang sebelumnya ditunjuk menjabat sebagai asisten pelatih akan ditunjuk sebagai caretaker untuk memimpin tim selama masa transisi," tulis manajemen Persijap dalam rilis resminya.
Keputusan mendepak pelatih di awal musim memang kerap menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, manajemen berharap ada perubahan instan; di sisi lain, pergantian yang terlalu sering dapat mengganggu konsistensi taktik dan mental pemain. Persijap kini berada di bawah tekanan besar untuk segera bangkit, terlebih mereka akan menghadapi Isenmulang FC pada pekan kelima, tim yang juga memiliki catatan kebobolan sama buruknya.
Duel tersebut menjadi ujian berat sekaligus peluang bagi Claudio untuk membuktikan kemampuannya. Jika kembali menelan hasil negatif, bukan tidak mungkin manajemen akan melakukan evaluasi lagi. Sebaliknya, kemenangan bisa menjadi titik balik untuk mengembalikan kepercayaan diri skuad asuhan Sendri Johansyah dan kawan-kawan.
Pertanyaannya, apakah pergantian pelatih kedua ini akan menjadi solusi, atau justru menambah ketidakpastian di tubuh Persijap? Publik sepak bola Indonesia menanti apakah Laskar Kalinyamat mampu keluar dari keterpurukan, atau semakin tenggelam di dasar klasemen.



