Beier: Dortmund Incar Langkah Ekstra, Waspadai Bayern di Klassiker
Baca dalam 60 detik
- Maximilian Beier menegaskan Borussia Dortmund bertekad memperbaiki konsistensi setelah musim lalu kehilangan poin berharga di laga-laga ketat.
- Rekrutan anyar seperti Joey Veerman dan Konstantinos Karetsas diyakini memberi fleksibilitas serangan, meski Konstantelias masih cedera.
- Duel Der Klassiker melawan Bayern Munich menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Dortmund untuk bersaing di puncak klasemen.

Borussia Dortmund menatap musim ini dengan ambisi berbeda. Maximilian Beier, penyerang muda Die Borussen, menegaskan timnya tidak ingin mengulang kesalahan musim lalu yang kerap membuang poin di laga-laga ketat. Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara eksklusif dengan Bundesliga, menjelang rangkaian pertandingan padat, termasuk Der Klassiker melawan Bayern Munich.
Musim lalu, Dortmund finis sebagai runner-up dengan koleksi poin terbaik sejak 2018/19. Namun, bagi Beier, capaian itu belum cukup. Ia menyoroti beberapa pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan, seperti melawan VfB Stuttgart di kandang, laga di markas St. Pauli, dan lawatan ke Hamburg. "Kami membahasnya di pramusim karena kami terlalu banyak kehilangan poin. Jika poin-poin itu kami dapatkan, posisi kami akan jauh lebih baik," ujarnya.
Perubahan signifikan terlihat dari rekrutmen musim panas. Dortmund mendatangkan Konstantinos Karetsas, Giannis Konstantelias, dan Joey Veerman. Menurut Beier, kehadiran mereka memberi dimensi baru dalam menyerang. "Veerman membawa ketenangan dan distribusi bola yang bagus. Kami merekrut pemain-pemain kuat," katanya. Meski Konstantelias masih cedera, Beier menilai kualitasnya tetap luar biasa.
Hubungan Beier dengan pelatih Niko Kovač menjadi faktor penting. Ia mengaku sering berdiskusi terbuka, termasuk saat tidak dipanggil Timnas Jerman. "Kovač berbicara banyak kepada saya dan membuat saya merasa baik. Percakapan itu membekas," kenangnya. Kovač dikenal menekankan detail kecil dan disiplin, yang menurut Beier menjadi fondasi permainan tim.
"Kami ingin mengambil langkah ekstra musim ini. Pertandingan-pertandingan ketat harus kami selesaikan dengan kemenangan." — Maximilian Beier
Secara taktik, Dortmund disebut Beier mengalami kemajuan dalam menyerang dibanding musim lalu. Pertahanan tetap kompak, sering mencatat clean sheet. "Kami mempertahankan pendekatan dan ingin terus di jalur ini," tegasnya. Fleksibilitas posisi juga menjadi bagian dari peran Beier, yang mengaku lebih nyaman sebagai penyerang murni tetapi siap ditempatkan di mana pun demi tim.
Menatap Der Klassiker, Beier mewaspadai kualitas serangan Bayern Munich yang dinilainya kelas dunia. "Mereka bisa menciptakan sesuatu dari ketiadaan kapan saja. Itu yang membuat Bayern kuat musim lalu dan musim ini," ujarnya. Meski Dortmund sementara berada di atas Bayern di klasemen, Beier enggan jemawa. "Kita lihat saja," singkatnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, duel Dortmund kontra Bayern selalu menjadi tontonan menarik, terutama dengan semakin banyaknya pemain muda berbakat seperti Beier yang menunjukkan potensi. Pertanyaannya, mampukah Dortmund menjaga konsistensi dan benar-benar mengambil langkah ekstra yang dijanjikan, ataukah Bayern kembali menunjukkan dominasinya? Waktu yang akan menjawab, dimulai dari Der Klassiker nanti.



