George Clooney Buka Restoran Italia di Prancis, Bisnis Kuliner Dimulai 2027
Baca dalam 60 detik
- Aktor peraih Oscar itu dikabarkan tengah menyiapkan restoran Italia di desa Cotignac, Prancis selatan, dengan target operasional musim semi 2027.
- Proyek ini melibatkan pengusaha Kanada Graham Porter dan menempati bekas bangunan Les 3 Marches yang kini dalam tahap renovasi.
- Langkah Clooney menandai pergeseran dari layar lebar ke sektor hospitality, memperkuat jejak keluarganya di Eropa setelah resmi menjadi warga negara Prancis.

Aktor Hollywood George Clooney dikabarkan akan melebarkan kariernya ke industri kuliner dengan membuka restoran Italia di Cotignac, sebuah desa di Provence, Prancis selatan. Rencana ini muncul beberapa bulan setelah Clooney, istri Amal, dan kedua anak mereka resmi menyandang kewarganegaraan Prancis pada Desember 2025.
Menurut laporan Daily Mail, restoran tersebut direncanakan mulai beroperasi pada musim semi 2027. Clooney tidak bergerak sendiri; ia menggandeng pengusaha asal Kanada, Graham Porter, yang dikenal sebagai pemilik Hotel Lou Calen di sekitar lokasi. Proyek ini akan menempati bekas bangunan Les 3 Marches, dan pekerjaan renovasi disebut sudah berjalan meski nama restoran, chef, serta menu belum diumumkan.
Pemilihan Cotignac bukan tanpa alasan. Desa itu berada tak jauh dari Domaine du Canadel, bekas perkebunan anggur di dekat Brignoles, Var, yang dibeli Clooney dan Amal pada 2021. Kediaman tersebut menjadi basis keluarga mereka di Eropa, tempat Clooney membesarkan anak kembar Ella dan Alexander yang kini berusia sembilan tahun.
Walikota Cotignac, Jean-Pierre Vรฉran, mengonfirmasi keterlibatan Clooney dalam proyek ini. Namun, The Times melaporkan bahwa belum ada dokumen perencanaan formal yang diajukan, dan nama aktor tersebut tidak tercantum dalam berkas administrasi kota. Situasi ini menunjukkan bahwa proyek masih berada di tahap awal dan sejumlah perizinan mungkin belum tuntas.
Clooney sendiri pernah mengungkap alasan keluarganya memilih Prancis sebagai rumah. Dalam wawancara dengan Esquire, ia menyebut kehidupan di pedesaan Prancis memberi anak-anaknya pengalaman yang lebih membumi dibandingkan tumbuh di Los Angeles. "Mereka tidak terus-menerus menatap iPad, makan malam bersama orang dewasa, dan harus membereskan piring sendiri," ujarnya. Ia juga mengaku khawatir membesarkan anak di tengah budaya Hollywood yang dinilainya tidak selalu adil bagi anak-anak selebritas.
Restoran ini juga menyatukan dua sisi kehidupan Clooney: Prancis sebagai tempat tinggal dan Italia sebagai akar gastronomi. Ia telah memiliki Villa Oleandra di Danau Como sejak 2002 dan lebih dari dua dekade rutin menghabiskan waktu di Italia. Dalam wawancara 2020, Clooney menyebut dirinya cukup mahir memasak, khususnya pasta, berkat kebiasaan tinggal di Italia. Bahkan, saat melamar Amal pada 2014, ia memasak makan malam yang kemudian ia candai sebagai "pasta entah bentuk apa".
"Saya punya banyak momen luar biasa di Venesia. Festival ini tanpa keraguan adalah favorit saya, dan menerima Golden Lion adalah kehormatan besar. Itu mungkin juga berarti saya sudah tua, tapi saya terima," kata Clooney saat menerima penghargaan Golden Lion for Lifetime Achievement di Festival Film Venesia, beberapa waktu lalu.
Karier Clooney di layar lebar telah berlangsung lebih dari empat dekade. Ia pertama kali dikenal sebagai Dr. Doug Ross dalam serial ER, lalu menjadi salah satu aktor paling laris Hollywood melalui Ocean's Eleven, Michael Clayton, Up in the Air, dan The Descendants. Ia meraih Oscar sebagai aktor pendukung terbaik lewat Syriana, serta menerima nominasi akting, penyutradaraan, dan penulisan naskah. Peran terbarunya adalah dalam film Jay Kelly garapan Noah Baumbach, yang tayang perdana di Venesia 2025.
Bagi pasar Indonesia, langkah Clooney ini bisa dibaca sebagai bagian dari tren global di mana figur publik membangun bisnis di luar industri inti mereka. Restoran selebritas memang bukan hal baru, tetapi proyek yang berlokasi di kawasan pedesaan Prancis dengan target wisatawan kelas atas menunjukkan potensi pariwisata gastronomi yang terus tumbuh. Jika berhasil, restoran ini dapat memperkuat citra Cotignac sebagai destinasi kuliner, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan pemasok bahan makanan Italia dan Prancis.
Ke depan, publik masih menunggu detail konkret seperti nama restoran, konsep menu, dan sosok chef yang akan memimpin dapur. Pertanyaannya, apakah Clooney akan menjadikan restoran ini sekadar proyek sampingan, atau justru pintu masuknya ke industri hospitality Eropa yang lebih serius?



