Brian Blessed Genap 90 Tahun: Emma Thompson hingga Brian May Ungkap Sisi Liar dan Lembut Sang Legenda
Baca dalam 60 detik
- Aktor kawakan Inggris Brian Blessed merayakan ulang tahun ke-90, memicu gelombang penghormatan dari sejumlah nama besar dunia seni dan musik.
- Rekan-rekan seprofesi mengenang Blessed bukan hanya karena suara menggelegarnya, tetapi juga kepekaan, kemurahan hati, dan kecintaannya pada satwa liar.
- Perjalanan karier Blessed dari panggung teater Birmingham hingga film Flash Gordon dan ekspedisi Everest menjadi cermin dedikasi seni yang jarang tertandingi.

Aktor senior Inggris Brian Blessed memasuki usia 90 tahun pada 2026, dan perayaan itu tidak berlangsung sunyi. Sejumlah bintang panggung dan layar—dari Emma Thompson, Adrian Lester, hingga gitaris Queen Brian May—ramai-ramai menuliskan penghormatan bagi pria yang dikenal dengan suara menggelegar dan kepribadian tak terkendali itu.
Blessed bukan sekadar aktor. Ia adalah fenomena budaya yang menjembatani era teater klasik dan budaya pop modern. Namanya melejit lewat peran Augustus dalam serial I, Claudius, Pangeran Vultan dalam Flash Gordon, dan sederet produksi Royal Shakespeare Company. Namun di balik citra bombastis, banyak kolega mengaku menemukan sosok yang sensitif, hangat, dan penuh empati.
Emma Thompson, yang pertama kali bekerja dengan Blessed di Birmingham Repertory Theatre pada 1960, mengenang momen ketika ia hampir membeku di ruang ganti karena jendela dibiarkan terbuka lebar. "Dia baru sadar setelah lama dan bertanya kenapa bibir saya biru," tuturnya. Pengalaman itu justru membuat Thompson rutin mandi air dingin setiap hari—sebuah kebiasaan yang ia yakini bermanfaat bagi kesehatan.
Adrian Lester, yang bekerja dengan Blessed di RSC pada 1984, menyebut aktor itu sebagai sosok yang mendorongnya mengambil peran film Revolution bersama Al Pacino. "Dia bilang, dunia film itu kecil, dan kalau kamu sukses di sana, kariermu terbuka lebar," kenang Lester. Nasihat itu mengubah arah hidupnya.
"Brian adalah legenda: kekuatan, angin kencang, dan pohon kehidupan yang agung. Saya akan selalu mencintainya," ujar Emma Thompson.
Di balik suara yang mampu mengguncang panggung, Blessed menyimpan kepedulian mendalam terhadap alam. Brian May mengisahkan bagaimana Blessed selalu hadir dalam kampanye penyelamatan badger, bahkan tampil dalam video viral dengan teriakan khasnya: "Keep the badgers alive!" May menilai Blessed sebagai manusia yang berpikir dalam tentang tempat satwa liar di dunia yang dibangun manusia.
Petualangan Blessed juga melampaui dunia akting. Alan Hinkes, pendaki gunung asal Yorkshire, mengenang ekspedisi Everest 30 tahun lalu ketika Blessed bertahan hingga 7.700 meter sebelum berbalik. "Saya menghabiskan dua setengah bulan bersamanya dan dia tidak pernah kehabisan energi," kata Hinkes. Di base camp, Blessed kerap menghibur dengan cerita-cerita yang membuat orang tertawa hingga terjatuh dari kursi.
Bagi publik Indonesia, sosok Blessed mungkin lebih dikenal lewat peran Vultan dalam Flash Gordon yang sempat menjadi kultus di kalangan penggemar film era 1980-an. Karakter itu juga menginspirasi berbagai parodi dan referensi populer, termasuk dalam budaya meme internet. Dedikasi Blessed pada seni peran dan lingkungan bisa menjadi cermin bagi industri kreatif tanah air yang tengah mencari keseimbangan antara komersialisme dan idealisme.
Memasuki dekade kesepuluh, Blessed tetap aktif meski tidak seintens dulu. Para kolega berharap ia mencapai usia 100 tahun. "Kami semua akan bertepuk tangan, seperti sekarang di usia 90," pungkas Thompson. Pertanyaannya, akankah generasi aktor berikutnya mewarisi semangat dan keteladanan yang sama?



