Bezos Pede AS Kalahkan China ke Bulan pada 2028, Proyek Data Center Orbit Jadi Taruhan
Baca dalam 60 detik
- Jeff Bezos menyatakan Amerika Serikat harus memenangi perlombaan ke bulan melawan China dan yakin pendaratan manusia bisa terjadi pada 2028.
- Blue Origin tengah bersiap menerbangkan kembali roket New Glenn pada Desember usai ledakan mesin, sambil mengajukan 50.000 satelit untuk data center orbit.
- Bezos memproyeksikan AI dapat mendorong produktivitas dua digit dan memangkas jam kerja, namun ia mengakui gelembung investasi sulit diprediksi.

Jeff Bezos menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak boleh kalah dari China dalam misi pendaratan manusia ke bulan. Dalam wawancara eksklusif dengan Fox News, pendiri Amazon itu menyatakan keyakinannya bahwa astronot AS dapat menginjakkan kaki di satelit alami Bumi tersebut pada 2028. Pernyataan ini disampaikan di tengah persaingan teknologi antariksa yang semakin memanas antara Washington dan Beijing.
Berbicara dari lantai pabrik Blue Origin di Cape Canaveral, Florida, Bezos memaparkan visi jangka panjangnya untuk perusahaan antariksa yang ia dirikan. Ia menekankan pentingnya membangun kehadiran permanen di bulan, bukan sekadar misi singkat. Menurutnya, bulan adalah "hadiah" karena kedekatannya dengan Bumi dan sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung eksplorasi lebih jauh, termasuk ke Mars.
"Kita harus mengalahkan China ke bulan, dan saya yakin kita akan melakukannya," ujar Bezos. Ia menambahkan bahwa NASA dan Blue Origin tengah fokus pada tujuan tersebut, dengan pengiriman kargo rutin sebagai prasyarat untuk membangun basis lunar yang berkelanjutan. Bezos juga menyoroti potensi pemanfaatan tanah bulan untuk memproduksi sel surya dan oksigen sebagai bahan bakar roket.
Selain ambisi antariksa, Bezos menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam mengubah lanskap ekonomi. Ia memprediksi bahwa peningkatan produktivitas akibat AI dapat memungkinkan sebagian keluarga hidup dengan satu sumber penghasilan atau bekerja lebih singkat. "Beberapa orang akan memutuskan, saya bisa menafkahi keluarga dengan bekerja tiga hari seminggu," katanya. Namun, ia mengakui bahwa fenomena ini bisa memicu kelangkaan tenaga kerja karena orang memilih bekerja lebih sedikit.
Bezos juga menanggapi kritik terhadap gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amazon yang mencapai sekitar 30.000 posisi korporat sejak akhir tahun lalu. Ia beralasan bahwa perusahaan berada dalam posisi khusus setelah ekspansi besar-besaran selama pandemi. Meski demikian, ia tidak menampik kekhawatiran publik tentang dampak AI terhadap lapangan kerja, namun ia menolak prediksi suram yang menyebut AI akan menghancurkan pekerjaan secara masif.
Di sektor AI, Bezos melalui Prometheus—perusahaan yang ia dirikan bersama—berambisi menciptakan "insinyur umum artifisial" yang dapat membantu orang mengubah ide menjadi produk fisik. "Kami akan membuat alat yang sangat mudah digunakan sehingga siapa pun bisa menjadi insinyur," klaimnya. Ia memperkirakan AI akan menghasilkan lonjakan produktivitas dua digit di seluruh ekonomi. Ketika ditanya apakah industri AI sedang dalam gelembung investasi, Bezos menjawab, "Sangat sulit untuk mengetahui," namun ia menegaskan bahwa teknologi yang berguna akan tetap bertahan meski investor merugi.
"Penemuan tidak hilang ketika gelembung pecah," kata Bezos, merujuk pada obat-obatan penyelamat nyawa yang dikembangkan selama booming bioteknologi dan kabel serat optik yang dibangun saat booming internet.
Terkait regulasi, Bezos mendorong pendekatan ringan selama teknologi masih berkembang, dengan aturan yang fokus pada penggunaan berbahaya. "Anda tidak ingin meregulasi pisau. Anda ingin meregulasi pembunuhan," ujarnya. Ia menegaskan bahwa pembuat kebijakan sebaiknya menyasar aplikasi berbahaya dan aktor jahat, bukan membatasi teknologi dasarnya.
Menghadapi kekhawatiran tentang konsumsi listrik data center, Bezos mengungkapkan Proyek Sunrise dari Blue Origin. Perusahaan telah mengajukan permohonan ke Federal Communications Commission (FCC) untuk meluncurkan lebih dari 50.000 satelit yang berfungsi sebagai data center orbit. "Ya, kami bisa menempatkan data center di luar angkasa. Dan ada alasan bagus untuk melakukannya," tegasnya. Langkah ini sejalan dengan upaya mengurangi beban energi di Bumi sekaligus memperluas infrastruktur digital.
Dalam sesi wawancara, Bezos juga menanggapi kritik Senator Bernie Sanders terhadap orang kaya. Ia menolak anggapan bahwa kesuksesan bisnis menjadikan seseorang penjahat. "Tidak ada yang salah dengan membuat ayam yang sangat enak dan disukai orang," ujarnya, merujuk pada kesuksesan Raising Cane's. Bezos mengakui adanya masalah keterjangkauan, terutama biaya perumahan, namun ia menyalahkan kebijakan yang mensubsidi permintaan tanpa meningkatkan pasokan. Ia mencontohkan Austin sebagai kota yang mempermudah pembangunan rumah.
Bagi Indonesia, visi Bezos tentang data center orbit dan perlombaan antariksa AS-China bisa menjadi cermin. Negara ini tengah mengembangkan infrastruktur digital dan memiliki ambisi di sektor antariksa melalui LAPAN. Namun, tanpa investasi besar dan regulasi yang mendukung, Indonesia berisiko hanya menjadi penonton dalam ekonomi orbit yang diprediksi Bezos. Pemerintah perlu mempertimbangkan bagaimana teknologi AI dan data center masa depan dapat mempercepat pemerataan digital tanpa membebani energi domestik.
Ke depan, apakah ambisi Bezos akan terwujud atau justru menjadi gelembung spekulatif? Dengan taruhan US$28 miliar dan target ambisius, Blue Origin dan Prometheus akan menjadi ujian bagi narasi bahwa teknologi tinggi selalu membawa kemakmuran. Sementara itu, persaingan dengan China di bulan akan menjadi indikator siapa yang benar-benar siap memimpin abad antariksa.



