Google Maps Kini Tampilkan Harga BBM di Inggris, Momen Krusial di Tengah Lonjakan Biaya Energi
Baca dalam 60 detik
- Google Maps resmi menampilkan harga bahan bakar di Inggris mulai Kamis, memanfaatkan data dari skema Fuel Finder pemerintah.
- Langkah ini diambil setelah harga diesel menembus ยฃ2 per liter untuk pertama kalinya, memicu kekhawatiran konsumen.
- Akurasi data masih dipertanyakan karena beberapa SPBU belum terdaftar atau tidak memperbarui harga tepat waktu.

Google Maps resmi mengintegrasikan fitur harga bahan bakar di Inggris mulai Kamis (waktu setempat), sebuah langkah yang memungkinkan pengguna membandingkan harga petrol dan diesel langsung dari aplikasi navigasi. Fitur ini muncul hanya beberapa hari setelah harga diesel menembus ยฃ2 per liter untuk pertama kalinya, ambang batas yang oleh kepala kebijakan RAC, Simon Williams, disebut sebagai "batas harga yang tidak diinginkan siapa pun".
Data yang ditampilkan bersumber dari skema Fuel Finder milik pemerintah Inggris, yang mewajibkan setiap SPBU memperbarui harga dalam waktu 30 menit setelah perubahan. Google Maps, yang menurut data Ofcom digunakan oleh 77% populasi dewasa Inggris untuk navigasi umum, kini menjadi kanal distribusi informasi harga bahan bakar dengan jangkauan terluas di negara itu. Sebelumnya, fitur serupa telah tersedia di Waze, aplikasi navigasi yang digunakan sekitar 2 juta orang di Inggris, namun Apple Maps belum menampilkan harga bahan bakar secara langsung.
Meski demikian, keandalan data Fuel Finder menjadi sorotan. Clare Lafferty, direktur situs pembanding harga PetrolPrices, mengungkapkan bahwa pihaknya masih harus melengkapi feed pemerintah dengan sumber data lain karena cakupan dan akurasinya belum memadai. "Masih ada SPBU yang belum mendaftar sama sekali, di samping yang sudah terdaftar tetapi tidak konsisten memperbarui harga sesuai tenggat," ujarnya. PetrolPrices bahkan mengidentifikasi 200 SPBU pada September yang diduga tidak memperbarui harga diesel tepat waktu.
Menanggapi hal itu, Sarah-Jayne Williams, director of product partnerships Google Maps dan Waze, menegaskan bahwa perusahaannya akan memverifikasi data secara independen. "Akurasi sangat penting, jadi kami tetap menampilkan lokasi SPBU, tetapi harga hanya akan muncul jika kami sangat yakin itu benar," katanya. Sementara itu, Retail Motor Industry Federation yang mewakili ribuan SPBU dan pengecer bahan bakar mengklaim anggotanya telah mematuhi aturan.
"Kami masih harus menambahkan sumber data lain karena Fuel Finder sendiri belum memberikan cakupan dan akurasi yang dibutuhkan untuk layanan yang lengkap dan andal bagi pengendara." โ Clare Lafferty, PetrolPrices
Latar belakang kenaikan harga bahan bakar global tidak lepas dari ketegangan geopolitik, termasuk perang AS dengan Iran dan konflik Rusia-Ukraina, yang mengganggu pasokan minyak dunia. Meski harga diesel sempat turun 2p, beban biaya tetap terasa bagi rumah tangga. Peluncuran Fuel Finder oleh mantan kanselir Rachel Reeves pada Februari lalu diproyeksikan menghemat ยฃ40 per tahun per rumah tangga, namun efektivitasnya sangat bergantung pada partisipasi dan kedisiplinan SPBU.
Bagi Indonesia, langkah Google Maps ini bisa menjadi cermin bagaimana transparansi harga energi dapat dipercepat melalui platform digital. Di tanah air, harga BBM bersubsidi dan non-subsidi masih ditentukan oleh pemerintah, dan aplikasi navigasi belum mengintegrasikan data harga secara real-time. Jika model Inggris berhasil, bukan tidak mungkin regulator Indonesia melirik skema serupa untuk meningkatkan daya beli masyarakat, terutama di daerah terpencil yang sering menghadapi disparitas harga.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa cepat Google Maps memperluas fitur ini ke negara lain, termasuk Indonesia, dan apakah pemerintah siap menyediakan data harga yang akurat dan terpusat. Tanpa infrastruktur data yang mumpuni, fitur semacam ini hanya akan menjadi janji manis tanpa dampak nyata bagi konsumen.



