Andrew Garfield Berhenti Pakai ChatGPT Usai Perankan Bos OpenAI: 'Saya Sedikit Takut'
Baca dalam 60 detik
- Andrew Garfield menghentikan penggunaan ChatGPT setelah mendalami peran Sam Altman dalam film Artificial.
- Ia menilai para pendorong teknologi AI tidak sepenuhnya memahami kapasitas alat yang mereka kembangkan.
- Film Artificial menuai kontroversi di Hollywood dan memicu spekulasi nominasi awards untuk Garfield.

Aktor Andrew Garfield mengaku berhenti menggunakan ChatGPT setelah memerankan CEO OpenAI Sam Altman dalam film drama terbaru berjudul Artificial. Pengalaman mendalami peran tersebut membuatnya merasa cemas dan kehilangan kepercayaan terhadap teknologi kecerdasan buatan.
Dalam wawancara dengan Variety, Garfield mengungkapkan bahwa riset untuk peran sebagai Altman membuka matanya pada sisi gelap industri AI. โSaya menjadi sedikit takut. Saya merasa kurang percaya pada teknologi ini. Orang-orang yang mendorong kita memakainya sepertinya tidak benar-benar mengetahui kapasitasnya sendiri. Itu terasa tidak bertanggung jawab,โ ujarnya.
Sebelumnya, aktor berusia 43 tahun itu memang menggunakan ChatGPT sebagai alat bantu riset akting, layaknya mesin pencari canggih. Namun, setelah terlibat dalam proyek film yang mengupas lika-liku OpenAI, ia memutuskan untuk menjauh. โSaya tidak membutuhkan ChatGPT dalam hidup saya seperti orang lain di industri lain. Sebagai aktor, saya hanya memakainya untuk riset, dan saya tahu itu bukan tujuan utamanya,โ tambahnya.
Film Artificial sendiri menyoroti periode krusial dalam sejarah OpenAI, terutama lima hari pada November 2023 ketika dewan perusahaan memecat Altman sebelum akhirnya mengembalikannya ke kursi CEO. Kisah itu menjadi cermin ketegangan antara ambisi teknologi dan tata kelola perusahaan. Garfield mengaku bahwa memerankan tokoh sentral dalam drama tersebut memberinya perspektif baru tentang bagaimana kekuasaan di industri teknologi bekerja.
Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa AI tidak akan menggantikan peran aktor. โSaya tidak berpikir aktor akan menjadi tidak berguna. Jiwa manusia adalah jiwa manusia. Aktor adalah orang-orang yang harus menjaga jiwa kemanusiaan untuk kita semua dan cerita,โ tegasnya.
โSaya pribadi akan merasa sangat rentan dan mungkin marah. Tapi dia tampak sangat tenang,โ ujar Garfield menanggapi komentar Altman tentang penampilannya.
Altman sendiri sempat mengomentari penampilan Garfield setelah bertemu aktor itu saat syuting di luar rumahnya. Ia memuji kemampuan Garfield menirukan gaya berjalannya, meski mempertanyakan akurasi film tersebut. Garfield merespons dengan empati, menyadari bahwa menjadi subjek film biopik pasti terasa aneh dan surreal.
Kontroversi juga menyelimuti produksi Artificial. Amazon MGM Studios dikabarkan mundur dari proyek pada Juni lalu, sebelum Neon mengambil alih hak distribusi. Keputusan itu memicu spekulasi tentang hubungan antara Hollywood dan industri teknologi yang semakin kompleks. Namun, sejumlah kritikus awal memberikan ulasan positif, dan Garfield disebut-sebut berpotensi masuk bursa awards.
Will Angus, aktor yang memerankan Dario Amodei, memuji transformasi Garfield. โDia memiliki vokal fry di antara baris, saat berpikir, dan itu benar-benar pas. Cara berjalan, gerakan kepala. Itu menyeramkan,โ katanya.
Di tengah debat publik tentang kecepatan dan keamanan pengembangan AI, film ini hadir sebagai cermin. Altman dalam wawancara terpisah menekankan perlunya tata kelola eksternal untuk AI yang kuat, menyoroti risiko keamanan siber hingga potensi ancaman eksistensial. Bagi Garfield, peran ini bukan sekadar akting, melainkan panggilan untuk menginterogasi kekuasaan. โAdalah tugas kita untuk mempertanyakan kekuasaan,โ pungkasnya.
Ke depan, Artificial dijadwalkan tayang di BFI London Film Festival setelah premier di New York. Apakah film ini akan mengubah cara publik memandang OpenAI dan para pemimpinnya, atau justru menjadi kritik sinematik yang menggugah kesadaran akan bahaya AI yang tak terkendali?



