Whittaker vs Wallace Memanas: Duel Eliminator IBF di Birmingham Jadi Ajang Pembuktian
Baca dalam 60 detik
- Ben Whittaker dan Conor Wallace harus dipisahkan saat sesi face-off pertama menjelang duel final eliminator IBF kelas berat ringan di Utilita Arena, Birmingham, Sabtu malam.
- Pemenang laga ini akan menjadi penantang wajib bagi juara dunia terpadu antara Dmitry Bivol dan Callum Smith yang bertarung Desember mendatang.
- Promotor Eddie Hearn menyebut ini sebagai pertarungan terbesar Matchroom di Midlands dalam satu dekade terakhir, dengan lebih dari 500 penggemar Wallace datang dari Irlandia dan Australia.

Ketegangan memuncak saat Ben Whittaker dan Conor Wallace harus dipisahkan oleh petugas keamanan dalam sesi tatap muka pertama, Kamis (waktu setempat), menjelang duel final eliminator IBF kelas berat ringan yang akan digelar di Utilita Arena, Birmingham, Sabtu malam. Laga ini menjadi penentu siapa yang berhak menantang juara dunia terpadu—antara Dmitry Bivol dan Callum Smith—yang akan bertarung pada Desember mendatang.
Whittaker, peraih medali perak Olimpiade untuk Tim GB, kembali ke kota kelahirannya dengan membawa rekor mengesankan: tiga kemenangan beruntun via knockout hanya dalam total 426 detik sejak debut profesionalnya bersama Matchroom Boxing November lalu. Meski demikian, ia mengakui bahwa Wallace bukan lawan sembarangan. "Saya tahu dia datang untuk mengubah hidupnya. Ini seperti final Piala Dunia baginya. Tapi dia hanya batu loncatan bagi saya," ujar Whittaker dalam sesi konferensi pers yang memanas.
Wallace, petinju yang berbasis di Australia, tiba di Inggris pekan lalu dengan keyakinan tinggi. Didampingi pelatih Greg Eadie, ia menegaskan telah menjalani persiapan terbaik secara mental dan fisik. "Semakin baik lawan, semakin baik performa saya. Saya akan menunjukkan versi terbaik Conor Wallace pada Sabtu malam," tegasnya. Wallace juga tak gentar dengan dukungan tuan rumah, bahkan mengaku termotivasi oleh kehadiran lebih dari 500 penggemar yang datang dari Irlandia dan Australia.
Promotor Eddie Hearn menyebut malam pertandingan ini sebagai salah satu yang terbesar bagi Matchroom dalam beberapa tahun terakhir. "Ini bulan yang sangat penting bagi Matchroom, tinju Inggris, dan DAZN. Whittaker adalah bintang baru dunia tinju, dan Wallace datang dengan dukungan luar biasa. Ada banyak hal yang dipertaruhkan," kata Hearn. Ia juga menyoroti debut profesional Odel Kamara, petinju super welterweight asal Liverpool yang dianggap sebagai calon bintang masa depan.
"Saya suka keramaian besar. Itu memacu saya. Kadang pelatih saya sedikit gila ketika saya keluar dari rencana, tapi tidak masalah. Kami siap mengeksekusi strategi," ujar Wallace.
Bagi Whittaker, laga ini bukan sekadar tentang mempertahankan sabuk WBC Silver, tetapi juga membuktikan bahwa ia layak disebut sebagai wajah baru tinju dunia. Dengan gaya bertarung yang flamboyan dan kemampuan knockout yang lethal, ia berjanji akan memberikan pertunjukan spektakuler di hadapan publik sendiri. "Saya membawa kemewahan dan glamor setiap kali naik ring. Ini momen yang berbeda dan istimewa," tambahnya.
Di kartu pendukung, sejumlah gelar bergengsi juga dipertaruhkan. Hamza Uddin akan menghadapi Sean Bruce untuk sabuk British & Commonwealth kelas terbang, sementara Bilal Fawaz mempertahankan gelar super welterweight melawan Eithan James. Ibraheem Sulaimaan melawan Sonny Hardy untuk gelar English super featherweight, dan Aaron Bowen bertarung melawan Klint Baptiste untuk gelar Midlands Area super middleweight. Dua petinju muda tak terkalahkan, Adam Maca dan Harley Burrows, juga akan tampil.
Kemenangan atas Wallace akan membuka jalan bagi Whittaker menuju duel perebutan gelar dunia, tetapi tantangan sesungguhnya baru akan dimulai. Bivol, yang dikenal sebagai salah satu petinju pound-for-pound terbaik saat ini, diperkirakan akan menjadi lawan yang jauh lebih berat. Apakah Whittaker mampu membuktikan bahwa ia bukan sekadar hype, atau justru Wallace yang mencuri perhatian? Sabtu malam akan menjadi jawabannya.



