Wales Tumbangkan Norwegia 2-1, Portugal Pesta Gol Tanpa Ronaldo
Baca dalam 60 detik
- Wales menaklukkan Norwegia 2-1 setelah Neco Williams mencetak gol kemenangan dari tendangan bebas, sementara Norwegia harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Torbjorn Heggem.
- Portugal meraih kemenangan impresif 4-2 atas Denmark meski tanpa Cristiano Ronaldo, dengan empat gol berkualitas dari pemain pengganti dan starter.
- Laga Republik Irlandia vs Austria diwarnai protes pro-Palestina yang menyebabkan pertandingan terhenti dua kali, sementara Jerman menang 2-0 atas Serbia berkat penampilan gemilang Florian Wirtz.

Wales berhasil mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 dalam lanjutan UEFA Nations League di Cardiff, Jumat (2/10/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini diraih setelah Neco Williams mencetak gol kemenangan melalui tendangan bebas pada menit ke-85, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah bek Norwegia Torbjorn Heggem dikartu merah.
Norwegia sebenarnya unggul lebih dulu melalui gol Erling Haaland pada babak pertama. Namun, Wales bangkit di paruh kedua. Dan James menyamakan kedudukan sebelum Heggem diusir wasit karena menjatuhkan James yang sedang berlari sendirian menuju gawang. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Wales dengan baik, dan tendangan bebas Williams memastikan tiga poin penuh bagi tuan rumah.
Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi Norwegia yang diperkuat pemain bintang seperti Haaland dan Martin Odegaard. Pelatih Wales, Craig Bellamy, disebut-sebut mulai menunjukkan pengaruh positifnya. "Saya menyukai cara kami menekan dan para pemain percaya pada ide-ide saya," ujar Bellamy dalam wawancara usai laga, seperti dikutip dari BBC. Pernyataan ini seolah menyindir pihak yang meragukan kemampuannya.
Di laga lain, Portugal tampil menggila dengan mengalahkan Denmark 4-2 meski tanpa Cristiano Ronaldo. Pelatih Jorge Jesus memilih untuk tidak menurunkan Ronaldo, dan keputusan itu terbukti jitu. Portugal mencetak empat gol indah melalui Vitinha, Trincao, Joao Felix, dan Bruno Fernandes. Denmark sempat menyamakan kedudukan dua kali melalui Rasmus Hojlund, namun keunggulan kualitas pemain Portugal terlalu besar.
"Ini adalah fajar era baru! Percayalah, hari ini adalah awal jalan Portugal menuju gelar Euro!" tulis Nelson Calvinho, seorang pembaca, dalam emailnya kepada Guardian.
Kemenangan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini akhir dari era Cristiano Ronaldo di timnas Portugal? Ronaldo sebelumnya menyatakan akan mundur jika merasa tidak lagi memberi kontribusi. Dengan performa impresif tanpa dirinya, tekanan pada legenda hidup Portugal itu semakin besar. Apalagi, nomor punggung 7 yang identik dengannya kini dikenakan Rafael Leao, yang dianggap sebagian pengamat sebagai bentuk kurangnya penghormatan.
Sementara itu, laga antara Republik Irlandia dan Austria di Aviva Stadium, Dublin, diwarnai insiden protes pro-Palestina. Pertandingan terhenti dua kali di babak pertama. Pertama, sekitar menit ke-20, sejumlah bola tenis yang ditempeli stiker bendera Palestina dan tulisan '#StopTheGame' dilemparkan ke lapangan. Kemudian, pada menit ke-35, seorang pria berlari ke lapangan membawa bendera Palestina dan langsung diamankan petugas keamanan. Badan disiplin UEFA akan menilai laporan pertandingan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Protes ini terkait dengan keputusan Republik Irlandia untuk tetap memainkan dua laga Nations League melawan Israel, yang memicu kontroversi di dalam negeri. Para pemain sempat melakukan voting dan memutuskan untuk tetap bertanding. Kiper Gavin Bazunu memilih tidak tersedia untuk laga melawan Israel, namun ia masuk dalam skuad menghadapi Austria.
Di laga lainnya, Jerman meraih kemenangan pertama di bawah asuhan pelatih baru, Jurgen Klopp, dengan mengalahkan Serbia 2-0. Bintang muda Florian Wirtz menjadi pembeda dengan satu gol dan satu assist. Penampilan Wirtz yang memukau membuatnya disebut-sebut sebagai salah satu pemain terbaik generasinya, meski masih perlu menunjukkan konsistensi di level klub bersama Liverpool. Klopp terlihat memberikan pelukan hangat kepada Wirtz usai pertandingan, seolah menegaskan statusnya sebagai pemain kunci.
Hasil ini menempatkan Jerman di jalur yang tepat untuk bangkit setelah periode sulit. Sementara itu, Belanda harus puas bermain imbang 2-2 melawan Yunani setelah tertinggal dua gol lebih dulu. Gol penyama kedudukan dicetak oleh Tijjani Reijnders di menit akhir. Hasil ini menjadi peringatan bagi pelatih Belanda bahwa konsistensi masih menjadi masalah.
Dengan hasil-hasil ini, persaingan di Nations League semakin memanas. Wales akan menghadapi Denmark pada laga berikutnya, sementara Portugal dan Jerman menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Akankah Portugal terus bersinar tanpa Ronaldo, dan mampukah Wales menjaga momentum? Publik sepak bola Eropa menantikan jawabannya.



