Herdman Sebut Kemenangan 9-2 atas Bangladesh Jadi Warisan Emosional bagi Suporter Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2 di Gelora Bung Karno dan memastikan diri sebagai juara Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
- Pelatih John Herdman menekankan bahwa momen ini dirancang untuk meninggalkan kesan mendalam bagi penggemar, terutama generasi muda yang hadir di stadion.
- Indonesia akan menghadapi laga final pada 5 Oktober 2026, dengan Herdman menekankan pentingnya pemulihan fisik dan mental pemain.

Timnas Indonesia menutup fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Hasil ini tidak hanya mengantarkan Garuda ke final, tetapi juga menegaskan posisi mereka sebagai juara Grup A. Pelatih John Herdman menyebut pertandingan tersebut sebagai hadiah istimewa bagi para pendukung setia.
Kemenangan dengan margin tujuh gol menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia datang ke turnamen ini dengan ambisi besar. Herdman secara khusus menyoroti atmosfer stadion yang menurutnya menciptakan kenangan abadi, terutama bagi anak-anak yang menyaksikan langsung dari tribun. โSaya melihat beberapa anak kecil di kerumunan itu, dan saya yakin mereka akan mengingat malam ini selamanya,โ ujar Herdman, seperti dikutip dari Bola.com.
Bagi Herdman, laga ini bukan sekadar kemenangan biasa. Ia mengaku belum pernah terlibat dalam pertandingan di mana para pemain menunjukkan komitmen kolektif sebesar itu. โSaya pernah menangani tim-tim hebat, tetapi malam ini sungguh istimewa. Mereka bekerja ekstra keras untuk satu tujuan: membawa tim ini ke final,โ tambahnya.
Kemenangan ini juga meredam sorotan terhadap hasil laga lain, di mana Malaysia menang 6-0 atas Singapura. Herdman menegaskan fokusnya hanya pada Indonesia dan persiapan menuju partai puncak. โSaya hanya ingin membicarakan tentang kami, tentang masa depan, dan tetap bersemangat,โ tegasnya.
โLangkah selanjutnya adalah pemulihan, menyegarkan pikiran, dan bertarung lagi.โ
โ John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia
Dengan waktu istirahat hanya tiga hari sebelum final, manajemen pemulihan menjadi krusial. Herdman meminta para pemain memanfaatkan jeda singkat ini untuk memulihkan kondisi fisik dan mental. Ia menyadari bahwa laga final akan menghadirkan tekanan berbeda, terutama karena bermain di hadapan publik sendiri.
Dari kacamata sepak bola Asia Tenggara, kemenangan besar ini memperlihatkan peningkatan daya saing Indonesia di level regional. Legenda Timnas Thailand, Teeratep Winothai, dalam wawancara terpisah menilai Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama yang patut diperhitungkan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa konsistensi di pertandingan puncak adalah ujian sebenarnya.
Bagi suporter Indonesia, malam di Gelora Bung Karno menjadi pengingat bahwa sepak bola mampu menciptakan memori kolektif yang melampaui sekadar skor. Herdman berharap euforia ini tidak berhenti di grup, melainkan menjadi bahan bakar untuk merebut trofi di depan pendukung sendiri.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Tim Merah Putih mempertahankan intensitas dan ketajaman yang sama saat menghadapi lawan di final? Jawabannya akan terungkap pada Senin (5/10/2026) malam, ketika seluruh mata kembali tertuju ke Stadion Utama Gelora Bung Karno.



