Megan Fox Bintangi Iklan Obat Disfungsi Ereksi, Tantang Tabu Kesehatan Pria
Baca dalam 60 detik
- Megan Fox menjadi wajah kampanye Ro Sparks, obat resep disfungsi ereksi dari perusahaan kesehatan Ro.
- Aktris 40 tahun itu berharap pendekatan jenaka dalam iklan dapat mengikis rasa malu pria untuk membicarakan masalah tersebut.
- Kampanye ini menyoroti pentingnya komunikasi pasangan dalam menghadapi naik-turunnya kehidupan seksual.

Aktris Hollywood Megan Fox tampil sebagai bintang utama dalam kampanye iklan obat resep disfungsi ereksi (ED) Ro Sparks, sebuah langkah yang ia yakini sangat cocok dengan kepribadiannya. Perempuan 40 tahun itu mengaku merasa terlahir untuk peran tersebut, membawa topik kesehatan seksual pria ke ruang publik dengan pendekatan yang lebih santai dan terbuka.
Dalam iklan televisi bergaya jenaka itu, Fox menyampaikan informasi produk melalui serangkaian permainan kata bermakna ganda. Ia muncul sebagai representasi obat yang dikirim langsung ke pintu rumah pasien, dengan jaminan kemasan diskret. “Jika diresepkan, saya datang tepat ke depan pintu Anda. Jangan khawatir, kemasan saya sangat rahasia,” ujarnya dalam salah satu adegan, seperti dikutip dari People.
Keterlibatan Fox dalam kampanye ini bukan tanpa alasan. Ia menilai isu disfungsi ereksi sering kali dibebani stigma yang membuat pria enggan mencari bantuan. Alih-alih memperberat suasana, ia memilih menyajikan pesan kesehatan dengan humor yang tetap sopan. “Mengapa harus membuat topik yang sudah berat menjadi semakin berat? Ini sudah terasa serius, jadi biarkan terasa menyenangkan,” kata Fox.
Menariknya, Fox sempat mengira tim kreatif akan memintanya menambahkan sentuhan yang lebih lucu dan seksi. Namun, setelah melihat naskah awal, ia justru merasa perlu menurunkan intensitas lelucon dan sindiran agar tetap sesuai dengan pesan kesehatan yang ingin disampaikan. “Kami benar-benar harus meminta mereka sedikit menurunkannya, karena mereka sangat berani dengan beberapa lelucon dan sindiran—yang saya suka,” tuturnya.
Lebih dari sekadar iklan, Fox berharap kampanye ini dapat membuka ruang dialog yang lebih jujur di antara pasangan. Ia menekankan bahwa disfungsi ereksi bukanlah tanda kecacatan atau kegagalan pribadi. “Anda tidak cacat. Tidak ada yang salah dengan Anda. Anda bisa membicarakan ini. Anda tidak harus menyembunyikannya,” tegasnya.
“Bagi pria, kejantanan dan seksualitas terkait erat dengan identitas mereka. Banyak dari maskulinitas, identitas, dan ego mereka terikat pada isu ini... Saya pikir kita perlu menghapus stigma dan tabu, serta mengedukasi orang—terutama pria—bahwa disfungsi ereksi sebenarnya cukup umum.”
— Megan Fox
Fox juga menyoroti bahwa masalah ini tidak hanya berdampak pada pria, tetapi juga pasangan. Ia mengingatkan bahwa kehidupan seksual dalam pernikahan atau hubungan jangka panjang pasti mengalami pasang surut. Saat berada di titik terendah, komunikasi dan transparansi menjadi kunci. “Kami berada di tim yang sama. Kami menginginkan hal yang sama. Mari lakukan ini bersama-sama,” ajaknya.
Kampanye Ro Sparks ini menjadi cerminan bagaimana selebritas dapat menggunakan platform mereka untuk mendobrak tabu kesehatan. Di Indonesia, isu disfungsi ereksi masih sering dianggap sebagai hal yang memalukan dan jarang dibicarakan terbuka. Data dari berbagai studi menunjukkan bahwa prevalensi ED di Indonesia cukup tinggi, terutama pada pria di atas 40 tahun, namun hanya sebagian kecil yang mencari pengobatan medis. Pendekatan humor dan keterlibatan figur publik seperti Fox bisa menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan seksual pria.
Ke depan, apakah kampanye semacam ini akan menginspirasi merek lain untuk mengangkat topik kesehatan yang sensitif dengan cara yang lebih ringan? Atau justru sebaliknya, masih ada risiko bahwa pesan kesehatan tenggelam dalam banyolan? Yang jelas, langkah Fox telah membuka percakapan yang selama ini terpendam, dan itu bisa menjadi awal perubahan cara pandang masyarakat terhadap disfungsi ereksi.



