The Weeknd Batalkan Pensiun Nama Panggung: 'Masih Ingin Tampil Sampai Kapan Pun'
Baca dalam 60 detik
- Abel Tesfaye memastikan tidak akan meninggalkan nama panggung The Weeknd setelah tur After Hours Til Dawn mengubah pandangannya.
- Ia mengaku sempat mengalami krisis mental dan ingin mundur dari industri musik, namun rasa syukur dari penggemar membuatnya bertahan.
- Keputusan ini memicu spekulasi tentang arah karier dan kemungkinan proyek baru di bawah identitas The Weeknd.

Penyanyi asal Kanada, Abel Tesfaye, secara terbuka membatalkan rencananya untuk pensiun dari nama panggung The Weeknd. Dalam wawancara sampul dengan GQ Hong Kong, ia menegaskan bahwa dirinya masih ingin terus tampil di atas panggung selama kemampuannya memungkinkan. Pernyataan ini sekaligus mengakhiri spekulasi yang mencuat sejak lebih dari setahun lalu tentang kemungkinan ia meninggalkan identitas yang telah membesarkan namanya.
Keputusan tersebut lahir dari pengalaman tur dunia After Hours Til Dawn yang memecahkan rekor. Menurut Tesfaye, rasa terima kasih yang mengalir dari para penggemar sepanjang tur membuatnya sadar bahwa meninggalkan The Weeknd bukanlah langkah yang tepat. “Saya akan terus melakukan ini selama saya bisa. The Weeknd tidak akan ke mana-mana,” ujarnya dalam wawancara tersebut.
Perjalanan batin Tesfaye sebenarnya sudah terendus sejak 2022. Saat itu, ia kehilangan suara di tengah konser di Los Angeles dan memicu apa yang ia sebut sebagai semacam gangguan mental. Pengalaman itu membuatnya mempertanyakan arah hidup dan kariernya. Dalam wawancara dengan Variety pada Januari 2025, ia mengaku sempat berpikir untuk berhenti karena merasa sudah mencapai puncak dan tidak ingin berlama-lama di industri yang penuh persaingan.
“Ketika Anda sudah terlalu memahami siapa saya, saat itulah saya perlu berbelok. Tapi saya tidak bisa benar-benar berhenti bermusik. Semuanya harus terasa seperti tantangan,” kata Tesfaye menggambarkan pergulatan batinnya.
Pada Mei 2025, ia sempat mengatakan kepada PEOPLE bahwa proses pensiun nama panggung sudah dimulai, meski belum bisa sepenuhnya dilepaskan karena masih terikat tur. Beberapa bulan berselang, dalam konser di Stockholm pada Agustus, ia mengaku telah mencoba pensiun sebentar dan tidak menyukai rasanya. Pengakuan itu menjadi titik balik yang akhirnya ia tegaskan dalam wawancara terbaru.
Bagi industri musik global, keputusan The Weeknd untuk bertahan bukan sekadar kabar baik bagi penggemar. Nama besar seperti dirinya memiliki bobot ekonomi yang signifikan, mulai dari penjualan tiket konser, streaming, hingga kerja sama merek. Pembatalan pensiun ini juga memberi sinyal bahwa ia masih akan merilis karya baru dan menjelajah pasar internasional, termasuk Asia Tenggara yang menjadi salah satu basis penggemar terbesarnya.
Di Indonesia, antusiasme terhadap The Weeknd terbilang tinggi. Beberapa kali namanya masuk dalam daftar penampil yang paling dinanti di festival musik regional. Jika benar ia memperpanjang karier panggung, peluang konser di Jakarta atau kota besar lain di Asia Tenggara menjadi lebih terbuka. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi penyelenggara acara dan pelaku industri kreatif tanah air yang kerap mendatangkan artis kelas dunia.
Meski demikian, pernyataan Tesfaye menyisakan pertanyaan tentang arah artistiknya ke depan. Apakah ia akan tetap konsisten dengan persona The Weeknd, atau mulai mengeksplorasi identitas barunya sebagai Abel Tesfaye dalam karya-karya mendatang? Yang jelas, ia telah menutup pintu pensiun untuk saat ini. Publik menanti apakah keputusan ini akan diikuti dengan album baru atau tur tambahan yang menyentuh wilayah Asia, termasuk Indonesia.



