Purbaya Ungkap Alasan Pencopotan: Bagian dari Rombak Pejabat Kemenkeu
Baca dalam 60 detik
- Mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencopotannya terkait dengan perombakan pejabat di Kemenkeu.
- Ia menegaskan kebijakan yang diambil selama menjabat mengikuti arahan Presiden Prabowo.
- Status pegawai yang dilantiknya bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung kebijakan menteri baru.

Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara soal pencopotan dirinya dari kursi Menkeu. Ia mengakui bahwa perombakan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan menjadi salah satu pemicu.
"Sebagian ada (karena perombakan pejabat). Sebagian iya," ujar Purbaya usai acara serah terima jabatan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Purbaya menjelaskan, alasan lainnya adalah hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, semua kebijakan yang ia ambil selama memimpin Kemenkeu merupakan turunan dari kebijakan Presiden. "Itu kan hak prerogatif presiden, kita ikuti saja. Kebijakan kita ikutin semua kebijakan Presiden, aman lah itu," tambahnya.
Pernyataan ini mencuat setelah Purbaya melakukan perombakan besar-besaran terhadap ratusan pejabat di Kemenkeu pada Kamis (10/9/2026). Perombakan mencakup pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Fungsional, dan unit non-eselon. Mayoritas perubahan terjadi di Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak.
Saat itu, Purbaya beralasan perombakan untuk membuat Kemenkeu lebih adaptif. Namun, banyak pihak menduga langkah tersebut menjadi salah satu penyebab posisinya digantikan oleh Suahasil Nazara.
Menanggapi status pegawai yang sempat dilantiknya, Purbaya menilai Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan seharusnya masih berlaku. Namun, ia tidak menutup kemungkinan SK tersebut diubah. "Harusnya berlaku, tapi kan bisa diubah lagi. Suka-suka menteri lah," ujarnya.
Pernyataan ini menyiratkan bahwa kebijakan internal Kemenkeu sangat bergantung pada pemimpin yang sedang menjabat. Bagi para pegawai yang baru dilantik, ketidakpastian menjadi tantangan tersendiri.
Bagi investor dan pelaku pasar, pergantian menteri keuangan dan perombakan pejabat seringkali menimbulkan kekhawatiran terhadap kesinambungan kebijakan fiskal. Stabilitas tim ekonomi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar.
Ke depan, publik akan menyoroti langkah Suahasil Nazara dalam menata kembali organisasi Kemenkeu. Apakah ia akan mempertahankan pejabat yang ada atau melakukan perombakan baru? Hanya waktu yang akan menjawab, namun yang jelas, dinamika politik di Kemenkeu akan terus menjadi perhatian.



