Jak Jones Tumbangkan Judd Trump, Tantang Mark Selby di Final British Open
Baca dalam 60 detik
- Jak Jones mengalahkan Judd Trump 5-3 di semifinal British Open, memanfaatkan kesalahan kritis lawan pada frame penentu.
- Mark Selby melaju ke final ke-40 kariernya setelah menaklukkan Liam Highfield 6-3, sekaligus berpeluang naik ke peringkat dua dunia.
- Final ini mempertemukan dua pemain dengan pengalaman kontras: Jones yang baru dua kali di semifinal turnamen ranking, melawan Selby yang haus gelar.

Jakarta โ Jak Jones, runner-up Kejuaraan Dunia 2024, menorehkan kejutan di British Open dengan menyingkirkan Judd Trump, salah satu pemain terbaik dunia, 5-3. Kemenangan ini mengantarkan pemain asal Wales itu ke partai puncak melawan Mark Selby, yang sebelumnya memastikan tempatnya setelah menundukkan Liam Highfield 6-3. Laga final yang akan berlangsung akhir pekan ini diprediksi menjadi ujian besar bagi Jones, yang belum pernah merasakan gelar ranking turnamen sepanjang kariernya.
Pertandingan semifinal yang berlangsung di Cheltenham, Inggris, itu berjalan ketat. Jones memulai dengan percaya diri, membukukan break 95 dan 68 untuk unggul 3-1. Namun, Trump, yang dikenal dengan ketenangannya di bawah tekanan, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Pada frame kesembilan yang berlangsung alot, Trump gagal memasukkan bola hijau saat warna-warna terakhir dimainkan. Kesalahan itu langsung dihukum Jones dengan break 59 dan 52 untuk memastikan kemenangan.
Bagi Jones, pencapaian ini terasa istimewa. Ia mengakui bahwa dirinya jarang berada di posisi seperti ini, berbeda dengan lawannya yang sudah terbiasa tampil di panggung besar. โSaya memulai dengan baik sebelum jeda, tapi setelah itu saya mulai banyak meleset,โ ujarnya kepada Channel 5, sambil tersenyum. โSaya tidak bisa bilang saya sering berada di posisi ini, jadi ini terasa berbeda bagi saya dibanding Judd.โ
Di sisi lain, Mark Selby menunjukkan kelasnya sebagai pemain veteran. Meski sempat kesulitan menghadapi Liam Highfield yang tampil impresif di semifinal pertamanya, Selby tetap tenang. Setelah kedudukan imbang 3-3, ia langsung tancap gas dan merebut tiga frame beruntun untuk menutup laga 6-3. Kemenangan ini mengantarkan Selby ke final ranking ke-40 sepanjang kariernya, sebuah pencapaian yang sulit dibayangkan ketika ia memulai karier sebagai remaja 16 tahun pada 1999.
โLiam tidak memberi saya ruang sama sekali. Safety-nya luar biasa, saya tidak ingat dia melakukan satu pun kesalahan dalam hal itu,โ puji Selby. โSaya dulu hanya berharap bisa mencapai satu atau dua final, sekarang sudah 40. Ini di luar mimpi saya.โ
Bagi penggemar snooker di Indonesia, laga final ini menarik karena mempertemukan dua gaya bermain yang kontras. Jones, yang dikenal dengan permainan defensif dan kesabaran, akan berhadapan dengan Selby yang lebih agresif dan berpengalaman. Meski snooker belum sepopuler bulu tangkis atau sepak bola di tanah air, turnamen seperti British Open semakin mudah diakses melalui platform streaming, membuka peluang bagi olahraga ini untuk menjaring penggemar baru.
Dari perspektif persaingan global, kemenangan Jones atas Trump menunjukkan bahwa peta kekuatan snooker sedang bergeser. Pemain-pemain dari luar "The Crucible elite" mulai berani tampil menonjol. Jika Jones mampu mengalahkan Selby di final, ia tidak hanya akan meraih gelar ranking pertamanya, tetapi juga menegaskan bahwa generasi baru siap menggantikan para pendahulu.
Pertanyaan besarnya: apakah Jones dapat mempertahankan konsistensinya melawan pemain sekaliber Selby yang sudah terbukti di banyak final? Atau akankah pengalaman Selby menjadi pembeda? Laga final British Open ini akan menjadi jawabannya.



