AC Milan Berbenah di Bursa Januari: Tomori ke Fulham, Bondo Incar Prancis, Zeroli Dilepas Tanpa Klausul Buy-back
Baca dalam 60 detik
- AC Milan memangkas skuad dengan melepas Fofana ke Lyon (pinjaman €2 juta, opsi beli €12 juta) dan mendorong Tomori ke Fulham.
- Warren Bondo menolak tawaran Sassuolo demi pindah ke Prancis, sementara agennya bernegosiasi di markas klub.
- Keputusan melepas Kevin Zeroli ke Sudtirol tanpa klausul buy-back menuai kritik karena pemain 21 tahun itu dianggap prospek masa depan.

AC Milan tengah menjalani bursa transfer musim dingin yang sibuk dengan memangkas pemain yang tidak masuk rencana pelatih Ruben Amorim. Langkah terbaru mereka adalah melepas gelandang Youssouf Fofana ke Olympique Lyonnais dengan skema pinjaman senilai €2 juta plus opsi pembelian €12 juta pada akhir musim. Namun perhatian publik kini tertuju pada nasib bek Fikayo Tomori yang dikabarkan berada di London untuk bernegosiasi dengan Fulham, serta keputusan kontroversial melepas talenta muda Kevin Zeroli ke Sudtirol.
Menurut laporan Sportitalia, MilanNews, dan La Gazzetta dello Sport, Tomori bersama agennya telah terbang ke London untuk bertemu dengan perwakilan Fulham. Namun, bek asal Inggris itu dikabarkan belum yakin untuk meninggalkan San Siro. Selama setahun terakhir, Tomori secara konsisten menolak tawaran hengkang karena ia percaya masih bisa memperebutkan tempat di starting XI Milan. Situasi ini membuat manajemen klub harus bekerja ekstra untuk meyakinkannya, terutama jika ia ingin menghindari risiko duduk di bangku cadangan selama enam bulan ke depan.
Di lini tengah, Warren Bondo—eks pemain Monza—justru menunjukkan keinginan kuat untuk pindah ke Prancis. Ia dikabarkan menolak proposal dari Sassuolo yang juga berminat memboyongnya. Sang agen dikabarkan berada di markas AC Milan pada sore hari untuk membahas situasi ini, membuka peluang kepindahan ke klub Ligue 1. Langkah ini sejalan dengan strategi Milan untuk merampingkan skuad dan memberi ruang bagi pemain yang benar-benar dibutuhkan Amorim.
Keputusan yang paling mengundang perdebatan di kalangan fans adalah pelepasan Kevin Zeroli ke Sudtirol. Pemain berusia 21 tahun yang selama ini dianggap sebagai salah satu prospek terbaik akademi Milan itu akan dipinjamkan dengan opsi pembelian di akhir musim. Yang mengejutkan, Milan hanya akan mempertahankan persentase kecil dari penjualan di masa depan tanpa klausul buy-back. Padahal, Zeroli telah menunjukkan performa impresif saat dipinjamkan ke Monza dan Juve Stabia, dan banyak yang menilai ia layak diberi kesempatan di tim utama.
Bagi pengamat sepak bola Italia, keputusan melepas Zeroli tanpa klausul buy-back dianggap sebagai langkah berisiko. Sebab, jika ia berkembang di Sudtirol, Milan tidak memiliki hak untuk membawanya kembali kecuali dengan biaya besar. Ini kontras dengan kebijakan klub-klub Eropa yang biasanya menyertakan klausul tersebut untuk melindungi investasi jangka panjang. Namun, bisa jadi Milan membutuhkan dana segar untuk mendanai pembelian pemain lain di bursa ini, atau ada pertimbangan teknis yang belum diketahui publik.
Di tengah hiruk-pikuk bursa, para penggemar Milan di Indonesia tentu bertanya-tanya: apakah langkah ini akan memperkuat tim dalam jangka pendek atau justru melemahkan kedalaman skuad? Dengan kompetisi Serie A yang ketat dan ambisi Eropa, keputusan manajemen akan diuji di lapangan. Jika Tomori akhirnya hengkang, siapa yang akan mengisi lini pertahanan? Dan apakah Zeroli akan menjadi penyesalan di masa depan? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: Milan sedang berani berubah, dan perubahan selalu membawa risiko.



