Everton Siapkan Tawaran Rp 640 Miliar untuk Jamie Leweling: Pengganti Ndiaye yang Lebih Prolifik?
Baca dalam 60 detik
- Everton dikabarkan mengajukan tawaran resmi senilai 43 juta euro atau sekitar Rp 640 miliar untuk merekrut Jamie Leweling dari Stuttgart di hari terakhir bursa transfer.
- Langkah ini merupakan respons atas rencana hengkangnya Iliman Ndiaye ke Manchester City dengan nilai transfer 65 juta poundsterling, yang akan membuat lini sayap The Toffees kehilangan kreator utama.
- Jika kesepakatan terwujud, Leweling yang beroperasi optimal di sisi kanan akan berduet dengan Jack Grealish di sisi kiri, membentuk tandem yang diharapkan mampu mengangkat performa Everton yang musim lalu hanya finis ke-13.

Everton bergerak cepat di penghujung bursa transfer musim panas. Klub asal Merseyside itu dikabarkan telah mengajukan proposal resmi senilai 43 juta euro (sekitar Rp 640 miliar) kepada Stuttgart untuk memboyong Jamie Leweling, sebagai bagian dari rencana mengganti Iliman Ndiaye yang hampir pasti henggang ke Manchester City.
Kabar ini muncul di tengah tekanan besar yang dihadapi Everton. Musim lalu, tim asuhan David Moyes itu kembali finis di peringkat ke-13 Premier League untuk kedua kalinya beruntun. Rentetan tujuh laga tanpa kemenangan di akhir musim memupus harapan lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun. Kini, dengan kepergian Ndiaye yang menjadi salah satu pemain paling bersinar, Everton dituntut mencari pengganti yang setara agar ambisi menembus papan atas tidak semakin jauh.
Ndiaye sendiri bergabung dari Marseille dengan biaya sekitar 15 juta poundsterling pada 2024. Meski hanya mencetak enam gol di liga musim lalu, pemain asal Senegal itu dinilai sebagai salah satu penyerang sayap paling berpengaruh di Premier League, bahkan disebut-sebut sebagai "salah satu pemain terbaik untuk ditonton" oleh jurnalis olahraga James Nalton. Manchester City disebut siap menebusnya dengan 65 juta poundsterling, angka yang jauh berlipat dari harga belinya.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Everton tidak tinggal diam. Brennan Johnson sudah direkrut sebagai bagian dari kesepakatan transfer Dwight McNeil ke Crystal Palace. Namun, Johnson lebih berperan di sisi kiri, sementara Ndiaye lebih sering ditempatkan sebagai sayap kanan. Di sinilah Leweling masuk dalam radar. Pemain timnas Jerman berusia 25 tahun itu dikenal sebagai winger dua sisi yang kuat secara fisik, meski bukan yang tercepat. Keunggulannya justru terletak pada kekuatan dan naluri mencetak gol yang lebih tajam dibanding Ndiaye.
Menurut laporan Sky Germany, Leweling sebenarnya berharap bertahan di Stuttgart untuk musim depan. Namun, tawaran resmi Everton membuat situasi menjadi pelik. Jika negosiasi antarklub berhasil, Moyes diperkirakan akan menempatkan Leweling di sisi kanan, berduet dengan Jack Grealish yang dikabarkan akan kembali ke Everton dengan status pinjaman. Kombinasi ini diharapkan mampu meringankan beban lini depan yang juga diisi oleh Balogun dan Thierno Barry.
Bagi Everton, mendatangkan Leweling bukan sekadar pengganti, melainkan investasi jangka panjang. Pemain yang tampil di Piala Dunia 2022 bersama Jerman itu memiliki pengalaman internasional yang mumpuni. Namun, ada catatan: ia bukan tipe pemain yang mengandalkan kecepatan murni seperti Ndiaye. Justru kekuatannya terletak pada kemampuan membaca permainan dan penyelesaian akhir yang efisien. Hal ini bisa menjadi nilai tambah bagi Everton yang musim lalu kesulitan mencetak gol secara konsisten.
Dari perspektif Indonesia, kabar ini menarik untuk disimak mengingat banyaknya penggemar Premier League di Tanah Air. Everton, yang memiliki basis suporter fanatik di Indonesia, tentu berharap langkah ini mampu mengangkat performa tim. Selain itu, nilai transfer yang fantastis juga menunjukkan betapa kompetitifnya bursa transfer Eropa, yang kerap menjadi barometer bagi perkembangan sepak bola nasional.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Everton menyelesaikan kesepakatan ini sebelum tenggat waktu? Leweling tampaknya masih betah di Bundesliga, tetapi godaan bermain di Premier League bisa mengubah segalanya. Jika transfer ini gagal, Everton harus mencari alternatif lain dalam hitungan jam. Sementara itu, para pendukung The Toffees hanya bisa berharap manajemen klub tidak kembali gagal di menit-menit akhir, seperti yang sering terjadi pada bursa transfer sebelumnya.



