Al-Hilal Resmi Rekrut Ollie Watkins dari Aston Villa: Rp 1,1 Triliun untuk Mesin Gol Baru
Baca dalam 60 detik
- Klub raksasa Arab Saudi, Al-Hilal, mengumumkan perekrutan striker timnas Inggris, Ollie Watkins, dengan kontrak tiga tahun.
- Kepindahan ini menandai eksodus besar-besaran pemain bintang Aston Villa pada bursa transfer musim panas, menyusul kepergian sejumlah pilar utama.
- Dengan banderol sekitar Rp 1,1 triliun, Watkins diharapkan menjadi ujung tombak baru Al-Hilal di kompetisi domestik dan Asia.

Al-Hilal resmi mengamankan jasa penyerang timnas Inggris, Ollie Watkins, dari Aston Villa. Kepastian ini diumumkan kedua klub pada Minggu (30/8), menandai berakhirnya pengabdian enam tahun pemain berusia 30 tahun itu di Villa Park, di mana ia menjelma menjadi pencetak gol terbanyak klub di era Premier League.
Meski nilai transfer tidak dibeberkan secara resmi, media Inggris melaporkan bahwa raksasa Saudi Pro League itu menebus Watkins dengan mahar mencapai 51 juta poundsterling atau setara Rp 1,1 triliun. Angka tersebut dianggap sepadan mengingat kontrak Watkins di Villa masih menyisakan dua musim. Pemain yang direkrut dari Brentford pada 2020 dengan nilai 28 juta poundsterling itu kini menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun di Al-Hilal.
Kedatangan Watkins tentu menjadi suntikan tenaga bagi lini serang Al-Hilal yang musim lalu tampil impresif. Sepanjang musim 2025/2026, ia berhasil mengemas 21 gol di semua kompetisi, termasuk lima gol di Liga Europa yang mengantarkan Villa meraih trofi Eropa di bawah asuhan Unai Emery. Catatan tersebut menegaskan reputasinya sebagai salah satu penyerang paling produktif di Inggris.
Namun, di balik gemerlap transfer ini, ada kisah menarik di balik kepergiannya. Pelatih Aston Villa, Unai Emery, mengungkapkan bahwa Watkins sempat meminta maaf karena membuat dirinya tidak tersedia pada laga pembuka Premier League musim ini. Hal ini menjadi sinyal bahwa kepergiannya memang sudah direncanakan sejak awal bursa transfer.
Sepanjang kariernya di Villa, Watkins mencatatkan 91 gol di Premier League, sebuah rekor klub, dan total 108 gol di semua kompetisi. Angka-angka ini menunjukkan konsistensi dan kualitas yang akan sangat dibutuhkan Al-Hilal untuk bersaing di pentas domestik dan Liga Champions Asia.
Kepergian Watkins menambah panjang daftar pemain inti Villa yang hengkang pada musim panas ini. Sebelumnya, Morgan Rogers dan Emi Martinez telah pindah ke Chelsea, Ezri Konsa ke Arsenal, dan Youri Tielemans ke Manchester United. Fenomena ini menunjukkan bahwa Aston Villa sedang dalam fase transisi besar, dan kehilangan banyak pemain kunci bisa menjadi ujian berat bagi Emery untuk mempertahankan performa tim di musim mendatang.
Bagi Indonesia, fenomena ini menarik untuk dicermati. Maraknya pemain bintang Eropa yang merapat ke Arab Saudi menunjukkan pergeseran peta kekuatan sepak bola global. Liga-liga di Timur Tengah kini semakin agresif dalam menarik talenta top, dan hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan kompetisi domestik di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jika Liga 1 ingin meningkatkan daya saing, perlu ada strategi jangka panjang untuk menarik pemain berkualitas, bukan hanya sekadar mendatangkan pemain asing di akhir karier.
Langkah Al-Hilal ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan di Saudi Pro League akan semakin ketat. Dengan kehadiran Watkins, Al-Hilal jelas mengincar gelar juara dan sukses di kancah Asia. Pertanyaannya, apakah Watkins bisa langsung beradaptasi dengan gaya permainan di Arab Saudi? Atau justru ia akan menjadi bagian dari tren pemain Eropa yang kesulitan mempertahankan performa di luar benua biru? Musim depan akan menjadi jawabannya.



