Perahu Dayung Irlandia Tutup Kejuaraan Dunia 2026 dengan Dua Perak: Dominasi Belanda di Kandang
Baca dalam 60 detik
- Irlandia memetik dua medali perak pada hari pamungkas Kejuaraan Dunia Dayung 2026 di Amsterdam, sekaligus mengamankan posisi ketujuh klasemen akhir.
- Kegagalan Fiona Murtagh mempertahankan gelar juara dunia nomor scull tunggal menjadi sorotan, setelah dikalahkan Lauren Henry dari Inggris dalam duel ulangan final tahun lalu.
- Dengan tuan rumah Belanda yang perkasa di puncak klasemen, hasil ini menegaskan persaingan ketat antarnegara Eropa menjelang Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Dunia Dayung 2026 resmi ditutup dengan drama di perairan Bosbaan, Amsterdam, saat Irlandia harus puas membawa pulang dua medali perak pada hari terakhir pertandingan, Minggu (30/8). Kegagalan mempertahankan gelar juara dunia nomor scull tunggal putri menjadi pahit, sementara tuan rumah Belanda tampil perkasa dengan menguasai puncak klasemen medali.
Di nomor scull ganda campuran, duet Konan Pazzaia dan Margaret Cremen tampil impresif dengan meraih perak setelah finis di belakang pasangan Belanda. Bagi Cremen, ini menjadi medali keduanya di kejuaraan ini setelah sebelumnya sukses merebut emas di nomor scull ganda putri bersama Zoe Hyde pada Jumat lalu. Sementara itu, Pazzaia, pendayung kelahiran Swiss yang memiliki darah Belfast dari ibunya, semakin membuktikan diri sebagai tulang punggung skuat scull Irlandia.
Kiprah Pazzaia di pentas internasional memang menanjak tajam. Setelah meraih perunggu Kejuaraan Dunia U-23 pada 2022 dan gelar juara dunia U-23 setahun kemudian, ia terus mengukir prestasi di level senior. Pada 2025, ia menyabet perunggu Kejuaraan Eropa dan medali perunggu Piala Dunia di nomor ganda putra bersama Fintan McCarthy. Meski sempat kecewa dengan performa scull ganda empat putra yang tersingkir lebih awal, penampilannya di Amsterdam kali ini menjadi penebus yang manis.
Di nomor scull tunggal putri, Fiona Murtagh yang merupakan juara bertahan harus mengakui keunggulan Lauren Henry dari Inggris Raya. Hasil ini merupakan pembalasan atas kekalahan Henry pada final tahun lalu. Olimpiade Karolien Florijn dari Belanda harus puas di posisi ketiga. Kegagalan Murtagh mempertahankan gelar tentu menjadi bahan evaluasi serius bagi tim Irlandia, mengingat persaingan di nomor ini semakin ketat.
Dengan tambahan dua perak di hari terakhir, Irlandia mengakhiri kejuaraan di peringkat ketujuh klasemen medali dengan koleksi satu emas dan dua perak. Sementara itu, Belanda yang tampil di hadapan pendukung sendiri sukses menjadi juara umum dengan empat emas, tiga perak, dan satu perunggu. Inggris Raya yang juga meraih perak di nomor scull ganda empat putri melalui Hannah Scott dan Finnola Stratton, menempati posisi kelima dengan dua emas, empat perak, dan dua perunggu.
Bagi Indonesia, ajang ini menjadi pengingat akan pentingnya pembinaan atlet dayung sejak usia muda. Prestasi Pazzaia yang lahir dari jalur pembinaan di klub dan universitas menunjukkan bahwa investasi jangka panjang pada atlet muda dapat berbuah manis di pentas dunia. Meski Indonesia belum memiliki tradisi kuat di nomor scull, keberhasilan negara-negara Eropa dalam mendominasi klasemen bisa menjadi pelajaran berharga untuk mengembangkan potensi atlet dayung Tanah Air, terutama dalam menghadapi SEA Games dan Asian Games.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah mampukah Irlandia mempertahankan konsistensi mereka, atau justru Belanda akan semakin menjauh? Dengan Olimpiade Los Angeles 2028 yang semakin dekat, persaingan di nomor dayung diprediksi akan semakin sengit. Bagi para pendayung muda yang berlaga di Amsterdam, pengalaman ini tentu menjadi modal berharga untuk menatap tantangan berikutnya.



