Shin Tae-yong Puas, Persija Hancurkan Brisbane Roar 4-0 di JIS: Sinyal Kuat Sebelum Liga
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta menutup pramusim dengan kemenangan telak 4-0 atas Brisbane Roar di Jakarta International Stadium, dengan Alexander Jeremejeff mencetak dua gol.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persija menjelang laga perdana Liga Super Indonesia melawan Borneo FC, sekaligus menunjukkan kesiapan tim asuhan Shin Tae-yong.
- Pelatih Brisbane Roar mengakui Persija lebih unggul dalam persiapan, menyoroti perbedaan waktu persiapan yang signifikan antara kedua tim.

JAKARTA, LYNDHUB โ Persija Jakarta menuntaskan rangkaian uji coba pramusim dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (30/8). Hasil ini tak hanya memuaskan pelatih Shin Tae-yong, tetapi juga menjadi sinyal kuat kesiapan tim Ibu Kota menjelang bergulirnya kompetisi resmi pekan depan.
Empat gol kemenangan Persija lahir dari aksi Alexander Jeremejeff yang mencetak dwigol, satu gol dari Kerim Memija, serta satu gol bunuh diri kiper Brisbane Roar, Dean Bouzanis. Pertandingan yang berlangsung di hadapan pendukung sendiri itu menjadi panggung bagi para pemain anyar untuk menunjukkan kualitasnya, sekaligus menguji kedalaman skuad yang telah disiapkan Shin Tae-yong.
Pelatih asal Korea Selatan itu tak menyembunyikan kepuasannya. โTentu saya senang karena kami memenangkan pertandingan. Saya juga berterima kasih kepada para pemain karena mereka tampil sangat baik,โ ujarnya dalam konferensi pers usai laga. Apresiasi khusus ia tujukan kepada seluruh elemen tim yang dinilai tampil disiplin dan fokus sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini merupakan yang kelima secara beruntun bagi Persija dalam seluruh laga pramusim. Sebelumnya, Macan Kemayoran telah menaklukkan PSMS Medan 4-1 dan Arema FC 3-1 di ajang Piala Presiden, serta mengalahkan Police Tero dan Chiangrai United masing-masing dengan skor 2-1 dalam pemusatan latihan di Thailand. Rentetan hasil positif ini jelas menjadi modal berharga, tetapi juga menaikkan ekspektasi publik terhadap performa tim di kompetisi resmi.
Di sisi lawan, pelatih Brisbane Roar, Michael Valkanis, tidak memungkiri kekecewaannya. Namun, ia dengan jujur mengakui kesenjangan kesiapan antara kedua tim. โSeperti yang saya katakan kemarin, ini akan selalu menjadi tantangan berat bagi kami karena Persija sudah jauh lebih maju dalam persiapan mereka; mereka akan memulai liga minggu depan, sementara kami masih enam minggu lagi dari awal musim,โ tuturnya. Pernyataan ini menggarisbawahi perbedaan fase persiapan yang signifikan, di mana Persija telah berada di puncak kondisi sementara Brisbane Roar masih dalam tahap awal pramusim.
Bagi Persija, kemenangan ini bukan sekadar soal skor. Lebih dari itu, laga melawan klub asal Australia itu menjadi ujian terakhir sebelum menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada 5 September. Jeremejeff, yang tampil impresif, menegaskan bahwa timnya dalam kondisi mental yang tepat. โMenurut saya, kami bermain sangat baik. Ini adalah pertandingan persiapan terakhir; kami menunjukkan fokus yang sangat bagus,โ kata striker asal Swedia itu. Kepercayaan diri yang tinggi dari para pemain menjadi nilai tambah tersendiri.
Kemenangan telak ini tentu menjadi perhatian bagi para pengamat dan suporter. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah performa impresif ini dapat dipertahankan saat menghadapi tekanan kompetisi sesungguhnya. Shin Tae-yong dan tim pelatih tentu tidak ingin timnya jemawa. Konsistensi dan kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci, terutama saat melawan tim-tim yang memiliki gaya bermain berbeda.
Dari sisi taktis, Shin Tae-yong tampaknya telah menemukan formula yang tepat. Kombinasi lini depan yang tajam dengan lini tengah yang solid menjadi modal utama. Namun, ujian sesungguhnya akan datang di laga resmi, di mana lawan akan bermain lebih ketat dan memiliki motivasi tinggi. Apakah Persija mampu mempertahankan tren positif ini dan bersaing di papan atas klasemen? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi modal awal yang dimiliki saat ini terbilang menjanjikan.



