McInnes Akui Rangers Jauh dari Harapan, Tetapi Yakin Bisa Sukses di Ibrox
Baca dalam 60 detik
- Manajer Rangers, Derek McInnes, mengakui timnya belum sesuai ekspektasi setelah tersingkir dari Liga Conference dan hanya meraih satu poin di dua laga awal Liga Skotlandia.
- Dengan 12 pemain baru yang direkrut, McInnes berharap tambahan satu atau dua pemain lagi sebelum bursa transfer ditutup untuk memperbaiki performa tim.
- Meski mendapat tekanan, McInnes menegaskan komitmennya untuk membawa Rangers meraih kesuksesan, dengan fokus pada perbaikan identitas permainan tim.

Derek McInnes, manajer Rangers, buka suara mengenai kondisi timnya yang tengah terpuruk. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa skuad asuhannya masih jauh dari standar yang ia inginkan, namun ia tetap percaya diri mampu membawa perubahan positif di Ibrox. Tekanan mulai terasa setelah Rangers kembali tersingkir dari kompetisi Eropa, kali ini di babak play-off Liga Conference oleh tim asal Ceko, Jablonec, melalui adu penalti.
Kegagalan di Eropa menambah daftar panjang kekecewaan musim ini. Sebelumnya, Rangers juga sudah angkat koper dari Liga Europa. Di kancah domestik, performa mereka juga belum meyakinkan. Dari dua laga awal Scottish Premiership, Rangers hanya mampu mengumpulkan satu poin. Hasil ini jelas di bawah ekspektasi, mengingat status mereka sebagai salah satu raksasa Liga Skotlandia. Namun, ada secercah harapan di ajang Piala Liga, di mana mereka berhasil melaju ke perempat final dan akan menjamu Celtic bulan depan.
McInnes, yang kini berusia 55 tahun, tidak menampik bahwa timnya sedang dalam masa sulit. Ia menyebut ada banyak ketidakpastian yang memengaruhi performa pemain, terutama jelang ditutupnya bursa transfer. "Para pemain butuh sedikit bantuan dan dukungan saat ini," ujarnya. Ia juga menggarisbawahi bahwa setelah bursa transfer ditutup, situasi akan lebih tenang dan tim bisa lebih fokus.
Sejauh ini, Rangers sudah merekrut dua belas pemain anyar. McInnes berharap masih ada tambahan satu atau dua pemain lagi sebelum bursa ditutup pekan depan, dan kemungkinan satu atau dua pemain akan hengkang. Ia mengakui bahwa timnya belum lengkap, terutama dengan cedera yang dialami Youssef Chermiti, striker yang diharapkan bisa menjadi pembeda di lini depan. "Kami kehilangan Youssef yang cedera, tipe striker yang bisa meregangkan pertahanan lawan," jelasnya.
McInnes juga menyoroti masalah identitas permainan tim. Setelah kekalahan dari Jablonec, ia mengeluhkan timnya yang kesulitan menentukan gaya bermain, apakah penguasaan bola, serangan balik, atau langsung. "Tim-tim saya selalu punya identitas," tegas mantan manajer Aberdeen, Hearts, Kilmarnock, dan St Johnstone ini. Ia ingin Rangers menjadi tim yang mampu memberi tekanan defensif kepada lawan, tetapi saat ini hal itu belum terlihat.
Menurut McInnes, para pemain Rangers sebenarnya punya kualitas. "Ada pemain berbakat di sini. Anda tidak akan masuk ke Rangers kecuali Anda pemain berbakat," katanya. Namun, ia menekankan pentingnya ketenangan dalam penguasaan bola dan keberanian untuk tampil agresif. "Saya ingin tim ini bisa menekan penuh, tetapi saat Anda menekan, Anda harus benar-benar agresif, memenangkan duel, dan merebut bola kembali," tambahnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk dicermati. Rangers adalah klub dengan basis penggemar besar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Performa mereka kerap menjadi sorotan, terutama di media sosial. Kegagalan di Eropa dan start buruk di liga domestik tentu mengecewakan para pendukung setia di tanah air. Namun, keyakinan McInnes untuk membalikkan keadaan bisa menjadi angin segar, meski ia sendiri sadar bahwa jalan masih panjang.
Pertanyaan besarnya, apakah McInnes mampu bertahan dari tekanan dan benar-benar membawa Rangers kembali ke jalur juara? Dengan bursa transfer yang masih terbuka, ia punya peluang untuk memperkuat skuad. Namun, waktu terus berjalan. Laga tandang melawan Aberdeen akhir pekan ini akan menjadi ujian awal apakah perbaikan yang dijanjikan mulai terlihat. Jika hasilnya kembali mengecewakan, spekulasi mengenai masa depannya di Ibrox bisa semakin santer.



